Linadex adalah obat untuk menangani multiple myeloma, yakni kanker sumsum tulang. Obat ini juga bermanfaat dalam pengobatan sindrom mielodisplasia, yaitu kumpulan kondisi yang terjadi akibat gangguan pada pembentukan sel-sel darah di sumsum tulang.
Linadex mengandung lenalidomide sebagai bahan aktifnya. Lenalidomide bekerja dengan cara memicu terjadinya kematian sel-sel kanker. Lenalidomide dalam Linadex juga dapat memperkuat sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker.

Dalam pengobatan multiple myeloma, lenalidomide bisa dikombinasikan dengan obat lain, seperti dexamethasone, sesuai dengan kondisi pasien dan saran dokter.
Produk Linadex
Linadex tersedia dalam bentuk kapsul dengan kandungan lenalidomide dalam beberapa pilihan dosis, yaitu:
- Linadex 10 mg lenalidomide
- Linadex 25 mg lenalidomide
- Linadex 15 mg lenalidomide
- Linadex 5 mg lenalidomide
Apa Itu Linadex
| Bahan aktif | Lenalidomide |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antikanker |
| Manfaat | Mengatasi sindrom mielodisplasia atau multiple myeloma |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Linadex untuk ibu hamil | Kategori X: Studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin. |
| Obat dalam kategori ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan wanita yang mungkin sedang hamil. | |
| Linadex untuk ibu menyusui | Linadex tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui tanpa arahan dari dokter. |
| Bentuk obat | Kapsul |
Peringatan sebelum Menggunakan Linadex
Penggunaan Linadex harus berdasarkan anjuran dan resep dokter. Sebelum mengonsumsi obat ini, perhatikan beberapa hal berikut:
- Sampaikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Linadex tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap obat ini atau thalidomide.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit ginjal, penyakit hati, hipertiroidisme, hipertensi, stroke, intoleransi laktosa, gangguan pembekuan darah, atau penyakit infeksi, seperti cacar air atau herpes.
- Konsultasikan ke dokter perihal penggunaan Linadex jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Bicarakan dengan dokter jika Anda berencana melakukan vaksinasi dengan vaksin hidup, seperti vaksin campak atau vaksin influenza, selama menjalani pengobatan dengan Linadex.
- Sebisa mungkin, hindari kontak erat dengan penderita penyakit infeksi yang mudah menular, seperti cacar air atau flu, karena obat ini dapat mempermudah Anda terkena infeksi.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. Linadex tidak boleh digunakan oleh ibu hamil. Gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama menjalani pengobatan dengan Linadex.
- Jangan berkendara atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Linadex. Obat ini dapat menyebabkan pusing.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Linadex.
Dosis dan Aturan Pakai Linadex
Dosis Linadex yang diberikan oleh dokter tergantung pada kondisi kesehatan dan respons tubuh pasien terhadap obat. Secara umum, berikut adalah dosis pemberian Linadex:
Kondisi: Sindrom mielodisplasia
- Dosis awal 10 mg, 1 kali sehari, pada hari 1–21 dalam siklus 28 hari.
Kondisi: Multiple myeloma
- Jika dikombinasikan dengan dexamethasone, dosis awal lenalidomide adalah 25 mg, 1 kali sehari, pada hari 1–21 dalam siklus 28 hari.
Cara Menggunakan Linadex dengan Benar
Gunakan Linadex sesuai anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Agar mendapat manfaat maksimal Linadex, ikutilah cara penggunaannya yang benar berikut ini:
- Sebelum dan selama pengobatan dengan Linadex, dokter akan meminta pasien menjalani tes darah secara teratur.
- Linadex dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan Linadex dengan bantuan air putih, tanpa dibelah, dikunyah, atau dihancurkan terlebih dahulu.
- Apabila Anda lupa mengonsumsi Linadex, segera minum obat ini bila masih pada hari yang sama. Bila sudah beda hari, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Lakukan kontrol sesuai dengan jadwal yang ditentukan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau dengan baik. Selama menggunakan Linadex, dokter mungkin akan meminta Anda menjalani pemeriksaan darah secara berkala.
- Simpan Linadex di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan menggunakan obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Linadex dengan Obat Lain
Sejumlah interaksi yang dapat terjadi jika obat berbahan lenalidomide, seperti Linadex, dikonsumsi bersama obat tertentu antara lain:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping digoxin
- Peningkatan risiko terjadinya rhabdomyolysis jika dikonsumsi dengan obat penurun kolesterol golongan statin, seperti simvastatin
- Peningkatan risiko terjadinya infeksi yang parah dan fatal jika digunakan bersama adalimumab, baricitinib, atau clozapine
- Penurunan efektivitas vaksin hidup, seperti vaksin BCG atau vaksin influenza
Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bila hendak menggunakan Linadex bersama obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
Efek Samping dan Bahaya Linadex
Efek samping ringan yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi Linadex antara lain:
- Mual, muntah, diare, atau sakit perut
- Pusing, sakit kepala, atau sulit tidur
- Kesemutan atau mati rasa
- Berkeringat pada malam hari
- Perubahan rasa di lidah atau mulut kering
Lakukan pemeriksaan ke dokter atau konsultasi lewat Chat Bersama Dokter jika keluhan yang disebutkan di atas tidak kunjung reda atau makin parah. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius setelah menggunakan Linadex, seperti:
- Sulit bernapas, nyeri dada, jantung berdebar, denyut jantung cepat, atau denyut jantung tidak teratur
- Lelah yang tidak biasa, hilang nafsu makan, penyakit kuning, atau mual dan muntah yang terus menerus
- Pucat, mudah memar, mimisan, BAB berdarah, atau gusi berdarah
- Demam, menggigil, batuk, sariawan, atau kelenjar getah bening bengkak
- Gangguan mental dan suasana hati
- Kejang atau tremor