Diagnosis luka bakar dilakukan dengan memeriksa kondisi kulit secara langsung serta menanyakan kronologi kejadian yang menyebabkan luka. 

Jika pasien tidak dapat memberikan keterangan, dokter akan mengumpulkan informasi dari petugas medis, keluarga, atau orang yang berada di lokasi kejadian.

Selain memeriksa luka, dokter juga akan menilai luas area kulit yang terdampak. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan tingkat keparahan luka bakar dan metode pengobatan yang tepat. Umumnya, luka bakar dihitung berdasarkan persentase bagian tubuh berikut:

  • Kepala: 9%
  • Dada: 9%
  • Perut: 9%
  • Punggung dan bokong: 18%
  • Setiap lengan: 9%
  • Setiap telapak tangan: 1%
  • Setiap kaki: 18%
  • Area kelamin: 1%

Sebagai contoh, jika luka bakar terjadi pada kedua kaki, area kelamin, dada, dan perut, total persentase luas luka bakar adalah 55%.

Selain luas area luka, dokter juga akan menilai kedalaman luka bakar untuk mengetahui seberapa parah jaringan kulit yang rusak. Penilaian ini penting untuk menentukan apakah pasien memerlukan perawatan khusus, tindakan operasi, atau perawatan intensif. 

Pada umumnya, pemeriksaan laboratorium dan pencitraan tidak selalu diperlukan untuk mendiagnosis luka bakar. Namun, dokter bisa menjalankan pemeriksaan berikut bila diperlukan:

  • Tes darah atau tes urine, untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi atau kerusakan organ
  • CT scan atau MRI, untuk mengetahui adanya kerusakan jaringan yang lebih dalam

Dengan pemeriksaan yang menyeluruh, dokter dapat memastikan kondisi pasien secara tepat dan memberikan penanganan yang sesuai agar risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar diagnosis luka bakar atau mengalami luka bakar dan mencari saran awal mengenai penanganannya, hubungi dokter lewat chat. Melalui konsultasi online, dokter akan memberikan saran, meresepkan obat, atau merujuk ke rumah sakit bila diperlukan.