Penanganan luka bakar perlu dilakukan dengan tepat sesuai dengan tingkat keparahannya agar proses penyembuhan berjalan optimal dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. Secara umum, penanganan korban luka bakar dapat dibagi menjadi pertolongan pertama, perawatan di rumah, dan penanganan di rumah sakit.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai masing-masing cara penanganan luka bakar tersebut:
Pertolongan Pertama pada Korban Luka Bakar
Pertolongan pertama pada luka bakar perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah kerusakan kulit yang lebih parah dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi.
Penanganan awal yang tepat juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Upaya yang perlu dilakukan dalam kondisi darurat antara lain:
- Memadamkan api yang membakar tubuh korban, misalnya dengan kain tebal yang dibasahi air
- Menjauhkan korban dari sumber panas atau benda yang dapat memperparah luka
- Mengangkat atau menyingkirkan benda panas atau membara yang masih menempel di kulit jika memungkinkan
- Melepaskan pakaian atau perhiasan yang terbakar atau melekat di kulit, selama tidak menempel kuat pada luka
- Memosisikan korban luka bakar dalam kondisi duduk tegak, untuk membantu mengurangi pembengkakan, khususnya luka bakar yang terjadi pada wajah atau mata
Cara-cara di atas bertujuan untuk mengurangi dampak luka bakar sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Jika kondisi luka terlihat serius, segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Penanganan Luka Bakar di Rumah
Penanganan di rumah bisa dilakukan pada korban luka bakar derajat satu yang tergolong ringan dan tidak menimbulkan lepuh atau luka terbuka. Perawatan yang tepat dapat membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah:
- Mendinginkan area luka dengan air mengalir selama 10–20 menit untuk meredakan panas dan nyeri
- Tidak menggunakan kompres es atau air es karena dapat merusak jaringan kulit
- Mengonsumsi paracetamol, misalnya Sanmol atau Pamol, untuk meredakan nyeri
- Tidak mengoleskan krim, losion, atau bahan lain yang tidak dianjurkan
- Mengoleskan obat luka khusus untuk luka bakar setelah berkonsultasi dengan dokter
- Menutup luka dengan kain kasa dan membalutnya secara longgar agar tidak menekan area luka
Jika luka bakar tidak kunjung membaik, makin nyeri atau muncul tanda infeksi, seperti kemerahan, bengkak, dan keluar nanah, lakukan konsultasi ke dokter. Umumnya, dokter akan memberikan pengobatan berupa:
- Obat pereda nyeri bentuk oles, yang memiliki kandungan lidocaine, misalnya Dolones atau Emla
- Salep atau krim antibiotik yang mengandung silver sulfadiazine, seperti Burnazin, terutama pada luka bakar yang terinfeksi
Perawatan Luka Bakar di Rumah Sakit
Penanganan di rumah sakit perlu dilakukan untuk pasien luka bakar derajat dua atau tiga, dan beberapa kondisi berikut:
- Luka bakar dengan luas melebihi telapak tangan
- Luka bakar yang disebabkan oleh paparan bahan kimia atau sengatan listrik
- Luka bakar dalam di area wajah, tangan, lengan, kaki, tungkai, kelamin, bokong, dan persendian, yang disertai luka lepuh
- Pasien luka bakar dalam kondisi hamil, berusia di bawah 5 tahun atau di atas 60 tahun, dan menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, atau penyakit paru-paru
- Pasien mengalami sesak napas setelah terbakar
- Pasien mengalami syok, yang ditandai dengan keringat berlebih, napas pendek, tubuh terasa dingin, lemas, dan pusing
Khusus pada pasien luka bakar yang mengalami syok, penanganan dapat dilakukan dengan cara berikut ini:
- Membaringkan korban di tempat yang datar
- Mengangkat kedua tungkai korban setinggi 30 cm
- Memosisikan bagian tubuh yang terkena luka bakar lebih tinggi dari jantung jika memungkinkan
Ada beberapa tindakan yang dilakukan dokter dalam menangani penderita luka bakar di rumah sakit, yaitu:
- Memasang alat bantu pernapasan pada pasien luka bakar di wajah atau leher, agar paru-paru tetap mendapat pasokan oksigen
- Menempatkan korban luka bakar yang mengalami syok dalam posisi tertentu dan memberikan infus untuk mencegah dehidrasi
- Memasang selang makanan pada pasien yang sulit makan dan mengalami luka bakar yang luas
- Memberikan antibiotik pada pasien yang terserang infeksi
- Mengangkat jaringan parut agar aliran darah lebih lancar dan untuk mempercepat pertumbuhan lapisan kulit baru
- Menyuntikkan vaksin tetanus jika diperlukan
Pada pasien yang mengalami luka bakar cukup dalam, dokter akan melakukan tindakan lanjutan berupa operasi cangkok kulit. Pada prosedur ini, jaringan kulit yang rusak akan diganti dengan kulit sehat yang diambil dari bagian tubuh lain.
Selain perawatan di atas, fisioterapi dan psikoterapi juga diperlukan untuk membantu pemulihan penderita luka bakar dan agar mereka dapat kembali beraktivitas.
Itulah beberapa pengobatan untuk luka bakar ringan sampai berat. Dengan perawatan yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan sehingga proses penyembuhan berjalan lebih optimal.
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pengobatan luka bakar, Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran awal. Namun, bila luka bakar tergolong berat disertai gejala berbahaya, sebaiknya segera datang ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan.