Dokter akan menilai derajat keparahan luka bakar. Bila dokter curiga pasien mengalami gangguan organ lain akibat luka bakar, dokter akan menganjurkan pasien melakukan tes darah atau foto Rontgen.

Dalam menangani luka bakar, pertolongan pertama perlu dilakukan sesaat setelah kejadian. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan kulit yang lebih parah. Cara yang harus dilakukan dalam kondisi darurat antara lain:

  • Memadamkan api atau menghentikan kontak kulit dengan benda panas.
  • Mengangkat benda yang masih membara dari penderita luka bakar.
  • Melepaskan kain atau pakaian yang terbakar dan melekat pada kulit.
  • Posisikan penderita luka bakar dalam kondisi duduk tegak, jika luka bakar terjadi di wajah atau mata untuk membantu meredakan area yang bengkak.

Penanganan Luka Bakar di Rumah

Penanganan di rumah bisa dilakukan pada penderita luka bakar derajat 1. Cara yang harus dilakukan antara lain:

  • Mendinginkan luka bakar dengan air mengalir selama 15 menit atau lebih lama. Jangan gunakan es atau air dingin.
  • Mengonsumsi paracetamol untuk meredakan rasa nyeri.

Bila luka bakar tidak membaik, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter, dokter dapat memberikan pengobatan berupa:

  • Obat oles penghilang nyeri yang berisi
  • Salep atau krim antibiotik pada luka yang timbul infeksi.

Hindari penggunaan kapas selama perawatan karena serat kapas dapat menempel pada luka bakar dan berisiko menimbulkan infeksi.

Perawatan Luka Bakar di Rumah Sakit

Penanganan di rumah sakit perlu dilakukan untuk penderita luka bakar derajat 2 atau 3 dan beberapa kondisi tertentu, seperti:

  • Luka bakar dengan persentase area yang terbakar melebihi 20%.
  • Luka bakar yang disebabkan oleh bahan kimia dan listrik.
  • Luka bakar dalam yang terjadi di wajah, tangan, lengan, kaki, tungkai, alat kelamin, bokong, dan persendian yang menimbulkan luka lepuh.
  • Penderiita dalam kondisi hamil, berusia di bawah 5 tahun atau di atas 60 tahun, menderita penyakit tertentu (diabetes, penyakit jantung, atau penyakit paru-paru).
  • Penderita mengalami syok yang ditandai dengan berkeringat terus, tubuh penderita dingin, napas pendek, lemah, dan pusing.

Khusus untuk penderita luka bakar yang mengalami syok, penanganan dapat dilakukan dengan cara:

  • Membaringkan tubuh penderita di tempat yang datar.
  • Mengangkat tungkai penderita setinggi 30 sentimeter.
  • Posisikan area luka bakar di atas jantung jika memungkinkan.

Ada beberapa tindakan yang dilakukan dokter dalam menangani penderita luka bakar di rumah sakit, antara lain :

  • Memasang alat bantu napas kepada penderita luka bakar di wajah atau leher, agar paru-paru tetap mendapat pasokan oksigen.
  • Pada penderita luka bakar yang mengalami syok, penderita akan diposisikan khusus dan diberikan infus cairan. Pemberian infus cairan juga dilakukan untuk mencegah dehidrasi.
  • Memasang selang makanan pada penderita luka bakar yang luas dan sulit untuk makan.
  • Memberikan antibiotik jika penderita mengalami infeksi.
  • Mengangkat luka parut, agar aliran darah lebih lancer dan mempercepat pertumbuhan lapisan kulit baru.
  • Jika diperlukan, dokter juga dapat menyuntikkan vaksin tetanus.

Jika penderita mengalami luka bakar yang cukup dalam, dokter akan melakukan operasi cangkok kulit sebagai upaya penanganan lanjutan. Pada prosedur ini, jaringan parut di area luka bakar akan diganti dengan kulit sehat yang diambil dari bagian tubuh lain.

Dokter bedah plastik juga dapat melakukan operasi rekonstruksi untuk memperbaiki penampilan dan meningkatkan fleksibilitas sendi yang terganggu karena luka bakar. Selain itu, fisioterapi dan psikoterapi juga dibutuhkan agar penderita dapat segera kembali beraktivitas.

Luka bakar derajat 1 ringan dapat pulih dalam waktu dua minggu sedangkan luka bakar derajat 2 atau 3 baru dapat pulih dalam beberapa bulan atau tahun. Luka bakar yang lebih serius akan meninggalkan bekas luka di permukaan kulit.