Luka bakar dapat terjadi ketika kulit mengalami kerusakan akibat kontak langsung dengan sumber panas, dingin ekstrem, listrik, bahan kimia, atau gesekan. Kondisi ini bisa dialami seseorang dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat memasak, bekerja, beraktivitas di luar ruangan, atau menggunakan produk tertentu. 

Berbagai Penyebab Luka Bakar

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan luka bakar, yaitu:

  • Menyentuh benda yang terlalu panas atau terlalu dingin, seperti kompor panas atau es kering (dry ice)
  • Terpapar udara yang sangat panas, misalnya dari api atau pengering rambut listrik; atau udara yang sangat panas, seperti angin ekstrem yang bisa menyebabkan radang dingin (frostbite)
  • Terkena cairan yang sangat panas, seperti air mendidih; atau cairan yang sangat dingin, misalnya nitrogen cair
  • Teraliri arus listrik dari kabel listrik yang jatuh, kabel rusak, petir, atau baterai kendaraan
  • Terjatuh di permukaan jalan beraspal, yang dapat menyebabkan lecet parah pada kulit (road rash)
  • Bergesekan dengan kain atau permukaan yang kasar, seperti pakaian, sofa, atau karpet, dengan tekanan kuat atau dalam waktu lama
  • Terlalu lama terpapar sinar matahari tanpa perlindungan yang cukup, misalnya tabir surya atau pakaian tertutup
  • Menjalani perawatan medis tertentu, misalnya terapi radiasi 
  • Terkena bahan kimia, seperti yang terdapat dalam produk pembersih rumah tangga atau bahan bangunan

Jika Anda mengalami luka bakar ringan, lakukan perawatan di rumah dan memantau kondisinya. Untuk mendapatkan saran perawatan luka bakar yang tepat, Anda bisa berkonsultasi lewat Chat Bersama Dokter. Melalui konsultasi online, dokter dapat memberikan saran, meresepkan obat, atau merujuk ke rumah sakit bila perlu.

Apabila ragu dengan kondisi luka, timbul nyeri hebat, lepuhan yang luas, atau muncul tanda-tanda infeksi, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.