Lurasidone hidroklorida adalah obat untuk mengatasi skizofrenia. Obat ini juga dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain, misalnya lithium atau valproate, untuk menangani depresi pada gangguan bipolar.

Lurasidone hidroklorida dapat mengatur keseimbangan kadar zat kimia di otak, terutama dopamin dan serotonin. Obat ini bekerja pada tempat penerima sinyal di otak sehingga membantu mengurangi gejala, seperti halusinasi, pikiran yang kacau, dan perubahan suasana hati. 

Lurasidone

Lurasidone bekerja lebih spesifik pada bagian otak yang mengatur suasana hati dan pikiran sehingga tidak banyak mengganggu bagian otak lainnya. Oleh karena itu, risiko terjadinya efek samping, seperti kantuk berat, kenaikan berat badan, pusing saat berdiri, atau sulit berkonsentrasi, cenderung lebih rendah.

Merek dagang: Latuda

Apa Itu Lurasidone Hidroklorida

Golongan  Obat resep
Kategori  Antipsikotik
Manfaat  Mengobati skizofrenia dan fase depresi pada gangguan bipolar
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥10 tahun
Lurasidone hidroklorida untuk ibu hamil Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat terhadap ibu hamil maupun janin. Oleh karena itu, obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali jika dokter menyarankan.
Bayi yang terpapar obat antipsikotik pada trimester tiga berisiko mengalami gangguan gerakan (ekstrapiramidal) atau gejala putus obat setelah lahir.
Lurasidone hidroklorida untuk ibu menyusui Ibu menyusui tidak disarankan untuk menggunakan lurasidone hidroklorida, terutama saat menyusui bayi yang baru lahir atau bayi prematur.
Bentuk obat Tablet salut selaput

Peringatan sebelum Menggunakan Lurasidone Hidroklorida

Lurasidone hidroklorida merupakan obat resep yang penggunaannya harus sesuai arahan dokter. Sebelum memulai pengobatan dengan lurasidone hidroklorida, ada sejumlah hal yang perlu Anda pahami:

  • Beri tahu dokter seputar riwayat alergi yang Anda miliki. Lurasidone hidroklorida tidak boleh digunakan oleh individu yang alergi terhadap obat ini.
  • Jangan memberikan lurasidone hidroklorida pada lansia dengan psikosis yang terkait dengan demensia. Obat ini tidak boleh diberikan kepada pasien dengan kondisi tersebut karena bisa berakibat fatal.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit jantung, stroke, hipertensi, tekanan darah rendah (hipotensi), kolesterol atau trigliserida tinggi, diabetes, penyakit hati, atau penyakit ginjal.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami kadar sel darah putih rendah, kejang, penyakit tiroid, gangguan kelenjar pituitari, atau kanker payudara.
  • Bicarakan dengan dokter bila Anda pernah memiliki pikiran untuk melakukan percobaan bunuh diri.
  • Konsultasikan dengan dokter seputar obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan lurasidone hidroklorida jika Anda direncanakan untuk menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, mungkin hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Segera sampaikan ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan lurasidone hidroklorida.

Dosis dan Aturan Pakai Lurasidone Hidroklorida

Dosis lurasidone hidroklorida yang diberikan oleh dokter tergantung pada kondisi kesehatan dan usia pasien. Berikut adalah penjelasannya: 

Kondisi: Skizofrenia

  • Dewasa: Dosis awal 40 mg, 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai respons pasien, dengan dosis maksimal 160 mg per hari.
  • Anak usia 13–17 tahun: Dosis awal 40 mg, 1 kali sehari. Dosis maksimal 80 mg per hari.

Kondisi: Depresi pada gangguan bipolar

  • Dewasa: Dosis awal 20 mg, 1 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan hingga maksimal 120 mg per hari.
  • Anak usia 10–17 tahun: Dosis awal 20 mg, 1 kali sehari. Dosis maksimal 80 mg per hari.

Cara Menggunakan Lurasidone Hidroklorida dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk pada kemasan sebelum mengonsumsi lurasidone hidroklorida. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. 

Agar pengobatan menjadi efektif, pastikan untuk mengikuti cara mengonsumsi lurasidone hidroklorida berikut:

  • Lurasidone hidroklorida bisa dikonsumsi bersama makanan. Telan tablet obat dengan bantuan air putih.
  • Jika lupa mengonsumsi lurasidone hidroklorida, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah mendekati jadwal berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Jangan menghentikan penggunaan lurasidone hidroklorida secara tiba-tiba tanpa arahan dokter meskipun sudah merasa lebih baik. 
  • Pastikan untuk banyak minum air putih selama mengonsumsi lurasidone hidroklorida, terutama saat cuaca panas dan ketika berolahraga. Hal ini karena konsumsi obat tersebut bisa membuat tubuh mudah kepanasan dan dehidrasi.
  • Simpan lurasidone hidroklorida di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Lurasidone Hidroklorida dengan Obat Lain

Berikut ini adalah sejumlah efek interaksi antarobat yang dapat terjadi jika lurasidone hidroklorida digunakan bersama dengan obat lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping lurasidone hidroklorida jika digunakan bersama diltiazem, verapamil, ketoconazole, atau ritonavir
  • Penurunan efektivitas lurasidone hidroklorida bila dipakai dengan efavirenz, etravirine, rifampicin, atau modafinil
  • Peningkatan risiko terjadi efek samping berupa pusing, kantuk, linglung, atau kesulitan berkonsentrasi jika digunakan bersama midazolam
  • Peningkatan risiko terjadinya sindrom serotonin bila dipakai dengan obat opioid, SSRI, atau SNRI

Untuk menghindari efek interaksi di atas, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter bila hendak menggunakan lurasidone hidroklorida bersama obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.

Efek Samping dan Bahaya Lurasidone Hidroklorida

Ada efek samping yang mungkin terjadi setelah minum lurasidone hidroklorida antara lain:

  • Kantuk
  • Berat badan naik
  • Tremor, otot kaku, atau gerakan lambat
  • Gelisah atau tidak bisa diam
  • Mual dan muntah
  • Hidung berair
  • Gangguan tidur, misalnya insomnia

Berkonsultasilah ke dokter secara online lewat chat bila efek samping di atas tidak kunjung membaik atau makin parah. Dokter dapat memberikan solusi untuk menangani keluhan tersebut.

Lurasidone hidroklorida juga dapat menyebabkan reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:

  • Perubahan suasana hati atau perilaku, gangguan kecemasan, serangan panik, sulit tidur, atau muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri
  • Gerakan otot yang tidak normal atau tidak dapat dikendalikan
  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • Kejang
  • Haid tidak teratur, perubahan pada payudara atau vagina, dan keluar cairan dari puting
  • Pembesaran payudara atau impotensi
  • Kesulitan menelan
  • Episode mania, seperti pikiran sangat cepat, energi meningkat, jarang tidur, serta mudah gelisah atau banyak bicara
  • Jumlah sel darah putih rendah, yang ditandai dengan demam, menggigil, sariawan, luka pada kulit, sakit tenggorokan, batuk, atau sesak napas
  • Kadar gula darah tinggi, dengan gejala haus berlebih, sering buang air kecil, mudah lapar, mulut kering, atau napas berbau buah
  • Tanda-tanda neuroleptic malignant syndrome, seperti otot sangat kaku, demam tinggi, linglung, detak jantung cepat atau tidak teratur, serta tremor

Jika mengalami efek samping serius tersebut, segeralah ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.