Banyak faktor yang dapat memengaruhi berat badan bayi, termasuk kecukupan nutrisi ibu ketika menyusui. Untuk memenuhi asupan nutrisi tersebut, simak penjelasan berikut mengenai beberapa makanan untuk ibu menyusui agar bayi bisa gemuk dan sehat.

Yang paling penting bagi ibu menyusui adalah mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Mengonsumsi makanan bergizi tinggi tidak hanya memberi energi, tetapi juga membuat tubuh tetap sehat.

Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Gemuk dan Sehat - Alodokter

Selain itu, makanan yang bergizi akan memberikan kecukupan nutrisi bagi bayi yang disusui. Karena nutrisi dari makanan yang ibu makan akan terkandung di dalam ASI yang diberikan pada Si Kecil.

Makanan ibu memang turut memengaruhi berat badan bayi, namun sebenarnya tidak ada makanan khusus yang dapat dikonsumsi ibu untuk membuat bayi menjadi gemuk. Yang penting diperhatikan adalah kandungan nutrisi dalam makanan harus cukup untuk ibu dan bayi. Lagipula, bayi gemuk juga tidak selalu berarti bahwa kondisinya sehat.

Makanan Bergizi untuk Ibu Menyusui

Ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi minimal 2.000 kalori per hari. Selain kalori, ada berbagai nutrisi yang juga perlu dicukupi. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang dianjurkan bagi ibu menyusui untuk mencukupi kebutuhan tersebut:

1. Sayur dan buah

Busui disarankan mengonsumsi tiga porsi sayur dan buah setiap hari. Pilihlah sayuran berwarna hijau dan buah yang berwarna terang, karena kandungan nutrisinya beragam. Beberapa jenis sayur dan buah yang bisa dipilih adalah bayam, wortel, brokoli, alpukat, tomat, dan kentang.

2. Protein tanpa lemak

Ibu menyusui disarankan mengonsumsi setidaknya tiga porsi protein tanpa lemak dalam sehari. Sumber protein yang baik meliputi daging, ikan, dan telur, serta sumber protein nabati, seperti tahu dan tempe.

3. Biji-bijian

Konsumsilah minimal empat porsi biji-bijian dalam sehari. Makanan yang termasuk biji-bijian ini adalah gandum dan kacang-kacangan.

4. Susu

Selama menyusui, ibu juga disarankan untuk mengonsumsi susu setidaknya 2 gelas per hari. Susu mengandung banyak nutrisi, seperti kalsium, lemak, dan protein. Susu juga bisa menambah asupan cairan ibu agar terhindar dari dehidrasi. Selain susu, produk olahannya, seperti yoghurt dan keju, juga baik untuk dikonsumsi ibu menyusui.

 Jangan Lupa Minum Vitamin

Pada bulan-bulan awal setelah melahirkan, ibu disarankan untuk tetap mengonsumsi suplemen vitamin prenatal. Jenis dan dosisnya dapat dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter kandungan. Namun, umumnya suplemen yang diberikan mengandung:

Kalsium

Kebutuhan kalsium ibu menyusui sama dengan kebutuhan ibu hamil, yaitu sekitar 1000 - 1200 mg per hari. Asupan kalsium ini bisa didapatkan dari susu, ikan, roti, kedelai, dan sereal yang diperkaya kalsium. Apabila asupan kalsium dari makanan kurang, ibu menyusui perlu minum suplemen kalsium.

Namun perlu diingat, mengonsumsi kalsium pun sebaiknya tidak berlebihan. Hal ini  karena kalsium yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, dan gangguan penyerapan zat besi dan zinc.

Vitamin D

Vitamin D penting untuk pertumbuhan tulang dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dosis vitamin D yang tepat untuk ibu menyusui adalah 600 IU (15 mikrogram) per hari. Hindari mengonsumsi vitamin D lebih dari 4000 IU, sebab berisiko merusak ginjal dan hati.

Meskipun ibu menyusui sudah mengonsumsi cukup vitamin D, ASI tidak serta merta mengandung vitamin D yang cukup untuk bayi. Karena itu, bayi perlu mendapatkan tambahan vitamin D.

Namun sebelum memberikan suplemen vitamin D pada bayi, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter anak.

DHA

ASI dapat mengandung DHA, terutama jika ibu menyusui rutin mengonsumsi makanan sumber DHA, seperti ikan dan telur. Jika jarang mengonsumsi makanan tersebut, ibu menyusui dapat mengonsumsi suplemen DHA, tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter.

Selama kebutuhan kalori dan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi ibu menyusui mencukupi, bayi dapat tumbuh gemuk. Namun perlu diingat, gemuk belum berarti sehat, jadi jangan hanya berpatokan pada berat badan. Fokuskan pada kecukupan jenis dan jumlah nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, agar tumbuh kembang bayi dapat optimal.