Frostbite adalah kondisi ketika kulit dan jaringan di bawahnya rusak atau mati akibat paparan suhu yang sangat dingin. Frostbite bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, tetapi umumnya lebih sering muncul di area tangan, kaki, telinga, hidung, dan dagu.

Frostbite umumnya terjadi saat tubuh terpapar suhu yang terlalu dingin, baik dari cuaca, udara, atau kontak fisik langsung dengan benda yang bersuhu sangat dingin, misalnya nitrogen cair dan dry ice.

Mengenal Frostbite dan Cara Menanganinya - Alodokter

Selain paparan suhu dingin yang ekstrem, ada sejumlah faktor yang juga membuat seseorang lebih berisiko terkena frostbite, di antaranya:

  • Terlalu lama berada di daerah bersuhu dingin dan berangin
  • Pakaian yang kurang tebal atau tidak dapat menahan suhu dingin saat berada di tempat dingin, misalnya daerah bersalju
  • Kondisi tubuh lemah karena rasa lelah, lapar, atau dehidrasi
  • Kondisi medis tertentu, misalnya penyakit jantung, kelainan pembuluh darah, dan diabetes
  • Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, atau penggunaan NAPZA
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat penghambat beta

Tak hanya itu, frostbite juga lebih berisiko terjadi pada anak-anak, lansia, dan orang yang mengalami hipotermia di lingkungan bersuhu dingin yang ekstrem.

Gejala Frostbite Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Gejala frostbite bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Berikut ini adalah gejala frostbite berdasarkan tingkat keparahannya dari yang ringan hingga berat:

Tingkat 1: Frostnip

Frostnip merupakan bentuk paling ringan dari frostbite. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit menjadi kemerahan atau putih pucat dan terasa sangat dingin. Jika dibiarkan, lama-kelamaan kondisi ini bisa menyebabkan bagian tubuh yang mengalami frostnip menjadi mati rasa.

Saat mengalami frostnip, Anda perlu mulai segera mencari suhu hangat atau menjauhi suhu dingin. Ketika dihangatkan, bagian tubuh yang terkena frostnip akan terasa kesemutan dan nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum. Sensasi ini akan mereda dengan sendirinya ketika tubuh sudah kembali ke suhu normal.

Tingkat 2: superficial frostbite

Superficial frostbite atau radang dingin dangkal ditandai dengan kulit yang membengkak dan berwarna pucat atau kebiruan. Pada tingkat ini, kristal es mulai terbentuk di jaringan kulit sehingga kulit terasa kasar dan keras.

Saat dihangatkan, kulit akan terasa nyeri atau perih seperti terbakar dan mengelupas. Meski demikian, superficial frostbite umumnya dapat disembuhkan dan kulit akan pulih dalam waktu kurang lebih 6 bulan.

Tingkat 3: deep frostbite

Deep frostbite merupakan frostbite yang sudah parah. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang mengalami mati rasa dan tampak kebiruan. Pada tingkat ini, kerusakan telah terjadi di seluruh lapisan jaringan kulit. Bahkan, otot dan sendi di sekitar area yang membeku pun menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Setelah dihangatkan, kulit akan melepuh dan berubah menjadi keras dan hitam. Hal ini menandakan bahwa jaringan tubuh telah mati (gangren).

Semakin lama seseorang terpapar suhu dingin yang ekstrem, akan semakin parah pula kondisi frostbite yang dialaminya. Frostbite bisa terjadi dalam waktu 30 menit pada suhu -28o Celcius. Sedangkan dalam suhu -35° Celcius, frostbite bisa terjadi hanya dalam waktu kurang lebih 10 menit.

Meski dapat terjadi dengan cepat, frostbite sering kali terlambat disadari akibat sensasi mati rasa yang menyertainya. Hal ini menyebabkan kondisi frostbite sering kali terlambat terdeteksi, sehingga semakin sulit ditangani.

Cara Menangani Frostbite

Penanganan frostbite dapat berbeda, tergantung pada tingkat keparahannya. Frostnip biasanya dapat diatasi sendiri dengan menggunakan air hangat atau menghangatkan tubuh di dekat perapian. Sementara itu, superficial frostbite dan deep frostbite membutuhkan pertolongan medis dengan cepat.

Berikut ini adalah langkah-langkah penanganan frostbite:

1. Menjauhi sumber dingin

Langkah pertama untuk menangani frostbite adalah dengan menjauhi sumber suhu dingin secepat mungkin. Anda bisa melindungi kulit dari paparan suhu dingin,  misalnya dengan menyelipkan tangan ke ketiak atau menutupi wajah dengan kain yang kering. Hal ini penting dilakukan agar kerusakan kulit tidak semakin parah.

Selain itu, jangan menggosok area kulit yang terkena frostbite untuk membuatnya terasa hangat. Tindakan tersebut justru bisa semakin merusak jaringan kulit.

2. Menghangatkan area kulit yang terkena frostbite

Jika sudah berada di tempat yang hangat, segera ganti pakaian Anda dan gunakan selimut guna meningkatkan suhu tubuh. Setelah itu, rendam area kulit yang membeku ke dalam air hangat dengan suhu 40° Celsius selama 15–30 menit.

Setelah dihangatkan, area kulit tidak boleh terpapar dingin kembali dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan kulit bisa kembali membeku dan rusak, bahkan lebih parah dari sebelumnya.

3. Menggunakan obat-obatan

Jika mengalami gejala frostbite tingkat 2 dan 3, Anda disarankan untuk segera ke dokter. Proses penghangatan biasanya dapat menimbulkan rasa nyeri hebat sehingga dokter akan memberikan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.

Pada kasus yang parah, penderita frostbite juga perlu mendapatkan cairan infus guna mengembalikan cairan tubuh yang hilang karena suhu dingin. Area kulit yang terkena frostbite juga perlu dibersihkan dan diperban untuk mencegah infeksi.

4. Melakukan operasi

Operasi umumnya perlu dilakukan pada kasus frostbite parah atau telah menyebabkan kematian jaringan tubuh. Kondisi ini menandakan bahwa jaringan tubuh telah rusak permanen dan tidak bisa diperbaiki, sehingga perlu dibuang.

Jika diperlukan, tindakan amputasi akan dilakukan dokter untuk mengangkat jaringan tubuh yang sudah mati.

Semakin cepat gejala frostbite terdeteksi, kerusakan jaringan tubuh pun semakin mudah diperbaiki. Namun, jika sudah terlalu parah atau paparan suhu dingin sudah berlangsung terlalu lama, frostbite biasanya akan semakin sulit ditangani.

Oleh karena itu, apabila Anda merasakan gejala frostbite, terutama jika sedang berada di tempat bersuhu sangat dingin, segera pergi ke dokter untuk mendapat penanganan sebelum kondisi yang Anda alami berkembang menjadi lebih parah.