Tidak hanya sekadar darah kotor yang dibuang setiap bulan, darah haid juga dapat mencerminkan kondisi kesehatan seorang wanita. Pada kondisi tertentu, darah haid dapat menjadi pertanda kemungkinan adanya penyakit pada tubuh Anda.

Darah haid yang keluar saat menstruasi memiliki warna yang bervariasi dari satu siklus ke siklus lainnya. Bahkan dalam siklus yang sama, darah haid bisa memiliki warna yang berbeda.

Mengenali Darah Haid dan Penyakit yang Menyertainya - Alodokter

Mengenal Darah Haid Lebih Jauh

Tidak hanya banyaknya darah haid, sepanjang siklus menstruasi, warna dan konsistensi darah yang keluar bisa saja mengalami perubahan. Pada hari pertama menstruasi, darah haid yang keluar akan cukup banyak. Tidak jarang, Anda mengalami keluarnya gumpalan darah dengan warna merah pekat atau bahkan merah kehitaman.

Ini sebenarnya merupakan hal yang wajar. Gumpalan darah yang terjadi merupakan darah haid yang tidak memiliki cukup waktu untuk diencerkan oleh antikoagulan alami tubuh, yaitu unsur yang bertugas mengencerkan darah haid atau mencegah pembekuan darah. Kondisi ini umumnya akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Kemudian pada akhir menstruasi, perubahan warna darah haid juga akan terlihat. Warna darah haid pada akhir menstruasi cenderung merah kehitaman atau cokelat tua. Warna darah haid ini tergolong wajar dan merupakan bentuk dari warna darah yang sudah berada lama di dalam tubuh. Anda tidak perlu khawatir berlebih jika ini terjadi, karena merupakan hal yang normal.

Waspada Kondisi Ini!

Meski munculnya gumpalan darah merupakan hal yang normal saat haid, Anda harus waspada jika gumpalan darah haid yang keluar jumlahnya cukup banyak dan dalam waktu yang cukup lama, sehingga  harus berulang kali mengganti pembalut. Sebaliknya, darah haid yang terlalu sedikit atau berwarna pekat juga harus diwaspadai. Berikut penjelasan lebih lanjut:

  • Darah haid terlalu banyak

Volume darah haid setiap orang memang berbeda, namun Anda harus waspada jika darah haid yang keluar terlalu banyak atau berlebihan. Sebab, bisa jadi itu pertanda dari menorrhagia.

Saat menorrhagia terjadi, penderita biasanya harus mengganti pembalut  lebih sering dari biasanya. Dalam waktu kurang dari dua jam, penderita menorrhagia umumnya harus mengganti pembalut kembali karena darah yang keluar terlalu banyak.

Keluarnya darah haid juga bisa disertai dengan muncul gumpalan darah yang cukup besar. Anda juga dapat merasa mudah lelah, energi menurun, serta rasa sakit yang terus menerus pada perut bagian bawah.

Menorrhagia bisa disebabkan oleh beragam kondisi, misalnya adanya gangguan pada hormon, terdapat tumor atau kanker pada rahim, gangguan pada fungsi platelet, keguguran atau disebabkan oleh alat KB yang sedang digunakan.

  • Darah haid terlalu sedikit

Menstruasi sedikit bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa karena pubertas, menopause, kehamilan, stres, berat badan kurang, konsumsi pil KB tertentu, hingga kondisi medis seperti polycystic ovary syndrom (PCOS).

Apabila Anda mengalami menstruasi sedikit yang disertai gejala lain, seperti nyeri selama haid berlangsung, mengalami perdarahan di antara siklus menstruasi, menstruasi yang tidak teratur, atau tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan, harus segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini bisa jadi pertanda adanya penyakit tertentu.

  • Darah haid berwarna hitam

Normalnya, darah haid berwarna hitam akan terjadi pada awal atau akhir masa menstruasi. Namun, darah haid berwarna hitam juga dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti keguguran, kehamilan, atau penyakit radang panggul.

Bahkan pada kasus yang jarang terjadi, perdarahan dengan warna merah kehitaman bisa menjadi pertanda adanya penyakit kanker. Terutama jika perdarahan seperti ini terjadi di antara siklus menstruasi atau setelah berhubungan seksual. Disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala tersebut, terlebih jika diikuti gejala lain, seperti berat badan menurun, kelelahan, nyeri panggul, atau sulit buang air besar dan kecil.

Memperhatikan siklus menstruasi dan perubahan yang terjadi pada darah haid merupakan hal yang penting bagi setiap wanita. Jika ada perubahan yang tidak wajar pada siklus menstruasi dan darah haid, segera konsultasikan ke dokter. Hal ini akan membuat penanganan untuk mengatasi kondisi tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat.