Di Indonesia, seledri umumnya dikenal sekadar sebagai pelengkap makanan berkuah, seperti bakso atau sup.  Padahal sebenarnya ada berbagai manfaat seledri terhadap kesehatan, bahkan kerap digunakan untuk menangani berbagai penyakit.

Tanaman seledri memiliki banyak varietas dari berbagai negara. Misalnya seledri Cina yang merupakan jenis seledri dengan rasa yang kuat dan memiliki ciri warna lebih gelap dari biasanya.

Mengenali Manfaat Seledri untuk Kesehatan - Alodokter

Berbagai Manfaat Seledri

Bagian dari tanaman seledri yang sering dimanfaatkan untuk obat yaitu buah dan biji yang dikeringkan, kemudian diperas menjadi minyak. Selain itu, ada pula yang menggunakan seledri untuk membuat minuman sejenis wine.  Kini, jus seledri juga sering diproduksi sebagai obat, dan minyak seledri diproduksi ke dalam bentuk kapsul.

Meski demikian, sebagian manfaat seledri sebagai obat, belum terbukti secara ilmiah dan perlu penelitian lebih lanjut. Berikut beberapa dugaan manfaat seledri bagi kesehatan:

  • Memperlancar menstruasi
    Biji seledri kemungkinan efektif untuk memperlancar dan meringankan rasa tidak nyaman saat menstruasi. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian klinis menggunakan biji seledri, bunga lawang (anise) dan kuma-kuma (saffron) yang dikonsumsi selama tiga hari.
  • Mengusir nyamuk
    Kemungkinan seledri dapat dimanfaatkan sebagai losion pengusir nyamuk. Penelitian menunjukkan, produk losion antinyamuk yang mengandung ekstrak seledri 5 – 25 % dapat mengusir nyamuk hingga empat jam.
  • Sumber mineral penting
    Seledri mengandung mineral penting, seperti kalium yang berperan dalam membantu mengatur tekanan darah, dan mangan yang sangat terlibat dalam pengaturan fungsi otak dan saraf.
  • Menurunkan tekanan darah
    Seledri mengandung fitokimia atau dikenal sebagai phthalides, yang dapat mengendurkan jaringan otot dalam dinding arteri untuk meningkatkan aliran darah dan pada gilirannya menurunkan tekanan darah.
  • Meningkatkan daya ingat
    Sebuah penelitian menyebutkan, seledri mengandung antioksidan bernama luteolin yang dapat meningkatkan daya ingat. Bahan ini juga diduga dapat mengurangi berbagai risiko penyakit akibat proses penuaan, seperti peradangan pada otak dan gangguan ingatan.

Umumnya seledri aman dikonsumsi dan diaplikasikan pada kulit sebagai pengobatan jangka pendek. Namun, seledri kemungkinan menjadikan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari dan menyebabkan peradangan. Selain itu, perhatikan bahwa biji seledri dan minyak seledri mungkin tidak aman bagi wanita menyusui dan ibu hamil. Dalam jumlah yang sangat banyak, seledri mungkin dapat menyebabkan rahim kontraksi.

Meski sudah banyak menjelaskan beragam manfaat seledri, ternyata konsumsi seledri dalam jumlah tinggi dalam bentuk obat-obatan berisiko menyebabkan beberapa gangguan, seperti gangguan ginjal, perdarahan, tekanan darah rendah, dan gangguan sistem saraf. Jadi sebaiknya jangan mengonsumsi seledri secara berlebihan. Bila perlu, konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya sebagai obat herba, baik secara langsung, dimasak, maupun dalam bentuk suplemen.