Mestinon adalah obat untuk mengurangi gejala myasthenia gravis. Mestinon yang mengandung bahan aktif pyridostigmine ini bisa digunakan setelah berkonsultasi dengan dokter.
Pyridostigmine merupakan obat golongan antikolinesterase. Pyridostigmine bekerja dengan cara menghambat enzim yang memecah asetilkolin sehingga kadar zat tersebut di sambungan saraf dan otot meningkat. Hasilnya, penderita myasthenia gravis dapat bergerak lebih mudah dan gejala kelemahan otot bisa berkurang.

Apa Itu Mestinon
| Bahan aktif | 60 mg pyridostigmine |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Penghambat kolinesterase (antikolinesterase) |
| Manfaat | Mengurangi gejala myasthenia gravis, ileus paralitik, dan retensi urine pascaoperasi |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Mestinon untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Mestinon untuk ibu menyusui | Mestinon umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui. Namun, penggunaan obat ini selama menyusui tetap perlu mengikuti aturan dokter. |
| Bentuk obat | Tablet salut gula |
Peringatan sebelum Menggunakan Mestinon
Sebelum menjalani pengobatan dengan Mestinon, perhatikan hal-hal berikut:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Mestinon tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap pyridostigmine atau obat golongan antikolinesterase.
- Informasikan kepada dokter jika Anda mengalami sumbatan pada saluran kemih atau usus. Mestinon tidak boleh digunakan pada kondisi tersebut.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Mestinon bila Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung, seperti detak jantung lambat (bradikardia), gangguan irama jantung, baru mengalami serangan jantung; atau tekanan darah rendah.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita asma, PPOK, epilepsi, penyakit Parkinson, hipertiroidisme, glaukoma, tukak lambung, atau penyakit ginjal.
- Bicarakan dengan dokter mengenai semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang Anda gunakan. Hal ini untuk mencegah terjadinya interaksi obat.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
- Hindari langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan jika setelah mengonsumsi Mestinon Anda mengalami pusing atau penglihatan kabur. Pastikan Anda benar-benar prima sebelum kembali beraktivitas.
- Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan Mestinon.
Dosis dan Aturan Pakai Mestinon
Berikut adalah dosis Mestinon untuk anak dan dewasa berdasarkan kondisi yang ditangani:
Kondisi: Myasthenia gravis
- Dewasa: Dosis 30–120 mg per hari yang dibagi menjadi beberapa dosis, hingga dosis total harian 300–1.200 mg per hari.
- Anak usia 6–12 tahun: Dosis awal 60 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan oleh dokter sesuai dengan respons tubuh pasien terhadap obat. Dosis harian maksimal adalah 360 mg.
Kondisi: Ileus paralitik dan retensi urine pascaoperasi
- Dewasa: 60–240 mg per hari.
- Anak-anak: 15–60 mg per hari.
Cara Menggunakan Mestinon dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Mestinon. Jangan menambah atau mengurangi dosis obat tanpa persetujuan dokter.
Agar pengobatan lebih efektif, ikuti cara mengonsumsi Mestinon dengan benar berikut:
- Konsumsi Mestinon bersama makanan atau pada saat makan. Telan tablet obat dengan bantuan air putih atau susu.
- Jika lupa mengonsumsi Mestinon, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Patuhi jadwal kontrol yang diberikan oleh dokter agar kondisi dan hasil terapi dapat terpantau dengan baik. Segera temui dokter jika gejala myasthenia gravis yang dialami tidak membaik atau justru bertambah berat selama pengobatan.
- Simpan Mestinon di tempat bersuhu ruang, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Mestinon dengan Obat Lain
Mestinon dapat menimbulkan efek interaksi jika digunakan bersama obat tertentu antara lain:
- Peningkatan risiko terjadinya bradikardia jika digunakan bersama obat penghambat beta (beta blocker), seperti propranolol atau metoprolol
- Penurunan efektivitas obat pelemas otot, misalnya pancuronium atau vecuronium
- Perburukan rabun senja jika digunakan dengan obat antiglaukoma
- Penurunan efektivitas Mestinon bila dipakai bersama atropin
Agar aman, konsultasikan dengan dokter bila hendak menggunakan Mestinon bersama obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
Efek Samping dan Bahaya Mestinon
Efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi Mestinon antara lain:
- Mual, muntah, atau diare
- Nyeri atau kram perut
- Produksi air liur atau keringat berlebih
- Mata berair
- Sering buang air kecil
- Pupil mata mengecil
- Penglihatan kabur
- Kedutan atau kram otot
Konsultasikan lewat chat atau periksakan ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung membaik atau malah bertambah berat. Segera cari pertolongan medis jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti: