Komplikasi miom bisa berdampak pada kesuburan dan kehamilan. Miom dapat menyebabkan wanita lebih sulit untuk hamil, terutama jika letaknya mengganggu proses pembuahan atau menempel di dinding rahim.
Selain itu, jika Anda menderita miom saat hamil, risiko terjadinya komplikasi kehamilan juga meningkat. Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat miom dalam kehamilan:
1. Perdarahan yang disertai nyeri
Miom dapat mengganggu aliran darah dan kondisi jaringan di dalam rahim sehingga memicu perdarahan yang disertai nyeri perut. Komplikasi miom ini lebih sering terjadi pada awal kehamilan, tetapi juga bisa terjadi pada trimester berikutnya.
Jika perdarahan disertai rasa sakit yang hebat atau berlangsung lama, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
2. Keguguran
Ukuran dan posisi miom tertentu dapat menghambat pertumbuhan janin atau mengganggu perlekatan di dalam rahim. Kondisi ini membuat janin sulit berkembang dengan optimal. Akibatnya, risiko terjadinya keguguran pun menjadi lebih tinggi.
3. Solusio plasenta
Solusio plasenta merupakan kondisi saat plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya. Miom yang berada di dekat plasenta dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi miom ini, yang berbahaya bagi ibu dan janin.
4. Kelahiran prematur
Miom dapat menyebabkan rahim lebih mudah berkontraksi sebelum waktunya. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur, yaitu ketika bayi lahir lebih cepat dari usia kehamilan yang seharusnya.
5. Perdarahan berat saat proses persalinan
Miom dapat mengganggu kemampuan rahim untuk berkontraksi dengan baik setelah melahirkan. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan hebat yang memerlukan penanganan medis segera.
Selain komplikasi miom di atas, keberadaan miom dapat mengganggu proses persalinan, terutama jika posisinya menghalangi jalan lahir atau membuat posisi janin tidak normal. Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin menyarankan persalinan melalui operasi caesar demi menjaga keselamatan ibu dan bayi.
Jika Anda memiliki miom dan berencana untuk hamil atau sedang menjalani kehamilan, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan. Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter secara online.
Melalui sesi konsultasi tersebut, Anda bisa mengetahui jadwal kontrol dan dokter atau rumah sakit terbaik yang sesuai dengan kondisi Anda. Dengan pemantauan yang tepat, risiko komplikasi bisa dideteksi dan ditangani lebih dini, sehingga kesehatan Anda dan janin tetap terjaga.