Miom atau fibroid rahim adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam atau di sekitar rahim. Sampai saat ini, penyebab pasti terjadinya miom masih dalam penelitian. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan beberapa faktor yang berdampak pada pertumbuhan sel otot rahim secara tidak normal.

Miom umumnya berkembang selama usia subur dan cenderung mengecil setelah menopause.

Meski penyebab pastinya masih diteliti, tetapi, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko wanita terkena miom, yaitu:

1. Peningkatan kadar hormon estrogen atau progesteron

Hormon estrogen dan progesteron berperan penting dalam pertumbuhan miom. Kedua hormon ini dapat merangsang penebalan dinding rahim saat siklus menstruasi dan dapat memicu pertumbuhan miom.

Kadar hormon yang terlalu tinggi, seperti saat usia subur atau kehamilan, dapat mempercepat perkembangan miom.

2. Anggota keluarga menderita miom

Wanita yang memiliki anggota keluarga kandung dengan riwayat miom lebih berisiko mengalami kondisi yang serupa. Hal ini karena faktor genetik diduga berperan dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel rahim. 

Oleh karena itu, bila Anda memiliki anggota keluarga yang pernah menderita miom, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter agar kondisi ini dapat terdeteksi sejak awal.

3. Usia 30–50 tahun

Miom lebih sering terjadi pada wanita berusia sekitar 30–50 tahun. Risiko munculnya miom cenderung meningkat seiring bertambahnya usia hingga memasuki masa menopause.

Setelah menopause, ukuran miom biasanya akan mengecil karena menurunnya kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.

4. Obesitas

Berat badan berlebih dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Kondisi ini dapat merangsang pertumbuhan miom dan membuat ukurannya bertambah besar.

Itulah sebabnya, wanita dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami miom daripada wanita dengan berat badan ideal.

5. Pola makan tidak sehat

Pola makan tinggi lemak, daging merah, serta rendah serat diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya miom. Sebaliknya, memperbanyak konsumsi sayur dan buah dapat membantu menurunkan risiko terjadinya kondisi ini.

6. Kekurangan vitamin D

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko pertumbuhan miom. Hal ini karena vitamin D berperan dalam membantu menghambat pertumbuhan sel yang tidak normal di dalam rahim.

7. Menstruasi dini

Wanita yang mengalami menstruasi pertama pada usia dini memiliki risiko lebih tinggi terkena miom. Ini karena tubuh terpapar hormon estrogen dalam waktu yang lebih lama. Paparan hormon yang berkepanjangan tersebut dapat memicu pertumbuhan miom di rahim.

Selain faktor-faktor di atas, wanita yang belum pernah hamil lebih berisiko mengalami miom daripada wanita yang sudah pernah melahirkan. Oleh karena itu, penting bagi setiap wanita untuk memahami faktor risiko miom sejak dini agar dapat melakukan langkah pencegahan dan deteksi lebih awal.

Jika masih memiliki keluhan, seperti nyeri perut bagian bawah, menstruasi dengan darah yang sangat banyak, siklus haid tidak teratur, atau merasa khawatir memiliki faktor risiko miom, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Anda bisa berkonsultasi lewat Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan respons yang cepat dan sesuai keluhan yang terjadi.