Miom sulit terdeteksi karena sering tidak menimbulkan gejala. Selain itu, gejala miom dan kista rahim juga bisa mirip. Oleh sebab itu, dokter akan menjalankan serangkaian pemeriksaan guna memastikan diagnosis.
Dokter akan memulai diagnosis miom dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari tanya jawab, pemeriksaan fisik, hingga beberapa tes penunjang. Tujuannya adalah untuk memastikan penyebab dan tingkat keparahan kondisi pasien, serta menentukan pengobatan yang tepat.
Pemeriksaan untuk Diagnosis Miom
Untuk mendiagnosis kondisi yang menyebabkan miom, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berikut:
Tanya jawab
Pada sesi ini, dokter akan mengajukan pertanyaan kepada pasien terkait hal-hal berikut:
- Gejala yang dialami dan sudah berapa lama keluhan berlangsung
- Penyakit yang pernah atau sedang dialami pasien
- Riwayat menstruasi dan kehamilan
- Kondisi kesehatan keluarga, terutama yang berkaitan dengan miom
Pemeriksaan fisik
Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk pemeriksaan panggul, untuk melihat adanya pembesaran atau benjolan pada rahim. Pemeriksaan ini dilakukan dengan meraba area perut dan organ reproduksi guna mendeteksi perubahan ukuran atau bentuk rahim.
Dari pemeriksaan fisik, dokter bisa memperoleh gambaran awal mengenai kemungkinan adanya miom. Hasil tes fisik ini juga menjadi dasar untuk menentukan perlu tidaknya pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan penunjang
Dokter juga akan melakukan sejumlah pemeriksaan tambahan berikut untuk memastikan diagnosis miom. Pemeriksaan tersebut antara lain:
- Ultrasonografi (USG) perut atau USG transvaginal, untuk mendeteksi keberadaan miom serta mengetahui ukuran, jumlah, dan letaknya di rahim
- Magnetic resonance imaging (MRI), untuk melihat miom secara lebih detail dan membantu menentukan jenis serta rencana pengobatan yang tepat
- Computed tomography (CT) panggul, untuk menilai kondisi rahim dan organ di sekitarnya jika diperlukan pemeriksaan tambahan
- Histeroskopi, untuk memeriksa miom yang tumbuh ke dalam rongga rahim, dengan menggunakan alat berkamera yang dimasukkan melalui vagina
- Laparoskopi, untuk mendeteksi miom yang tumbuh di luar rahim melalui sayatan kecil di perut
- Biopsi, untuk memastikan apakah miom bersifat jinak atau ganas, dengan mengambil sampel jaringan miom
Itulah rangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis miom. Dari hasil tersebut, dokter dapat menentukan tingkat keparahan kondisi serta pilihan penanganan yang paling sesuai dengan kebutuhan pasien.
Diagnosis yang tepat sangat penting agar miom dapat ditangani sejak dini dan tidak menimbulkan komplikasi.
Apabila hendak atau direncanakan untuk menjalani pemeriksaan miom, konsultasikan dengan dokter lewat chat seputar jenis pemeriksaan, persiapan yang perlu dilakukan, serta rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menyediakan pemeriksaan sesuai kondisi Anda.