Monuril adalah obat golongan antibiotik untuk mengobati infeksi saluran kemih akut bagian bawah tanpa komplikasi. Obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah infeksi saluran kemih akibat prosedur medis yang dilakukan melalui lubang kencing (trans-urethral). 

Tiap saset Monuril mengandung 3 gr Fosfomycin trometamol. Fosfomycin trometamol bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri. Cara kerja tersebut dapat membunuh berbagai jenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi saluran kemih, termasuk bakteri E. coli.

Monuril, Fosfomycin trometamol, obat infeksi saluran kemih, infeksi saluran kemih akut, alodokter

Apa Itu Monuril

Golongan Obat resep
Kategori Antibiotik
Manfaat §  Pengobatan infeksi saluran kemih akut bagian bawah tanpa komplikasi
§  Pencegahan infeksi saluran kemih bagian bawah pada tindakan diagnostik trans-urethral
Dikonsumsi oleh Dewasa
Monuril untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko fosfomycin terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
Fosfomycin trometamol yang terkandung di dalam Monuril dapat terserap ke dalam ASI dalam jumlah yang rendah. Bila Anda sedang menyusui, konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini.
Bentuk obat Granul

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Monuril

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi Monuril, yaitu:

  • Jangan menggunakan Monuril jika Anda alergi terhadap bahan yang terkandung di dalam obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita diare, penyakit ginjal, atau sedang menjalani prosedur cuci darah.
  • Jangan memberikan obat ini kepada anak-anak usia di bawah 12 tahun.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Monuril.

Dosis dan Aturan Pakai Monuril

Berikut ini adalah dosis umum pemberian Monuril berdasarkan tujuannya:

  • Pengobatan infeksi saluran kemih akut bagian bawah tanpa komplikasi: Dosis tunggal 3 gr untuk wanita di atas 18 tahun
  • Pencegahan infeksi saluran kemih bagian bawah pada tindakan diagnostik trans-urethral: Dosis pertama diberikan 3 jam sebelum intervensi dan dosis kedua 24 jam setelah dosis pertama.

Cara Mengonsumsi Monuril dengan Benar

Selalu ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang terdapat pada kemasan Monuril sebelum mulai mengonsumsi obat ini.

Monuril perlu dikonsumsi saat perut kosong, yaitu 2–3 jam sebelum atau setelah makan. Untuk hasil yang lebih baik, disarankan untuk mengonsumsi Monuril sebelum tidur, setelah buang air kecil.

Larutkan 1 saset Monuril ke dalam segelas air (50–75 ml) atau minuman lain yang tidak mengandung alkohol. Setelah itu, segera konsumsi Monuril yang sudah dilarutkan hingga habis.

Pada penanganan infeksi saluran kemih, Monuril hanya perlu dikonsumsi 1 kali. Jangan menambah dosis Monuril, karena ini tidak meningkatkan efektivitas obat, tetapi malah meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Simpan Monuril dalam tempat tertutup yang terhindar dari suhu panas. Jangan letakkan di tempat yang lembap atau terkena sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Monuril dengan Obat Lain

Monuril mengandung Fosfomycin trometamol. Efektivitas Fosfomycin trometamol dapat menurun jika obat ini digunakan bersamaan dengan obat tertentu, seperti:

Konsultasikan dengan dokter jika Anda akan mengonsumsi obat-obatan tersebut bersamaan dengan Monuril.

Efek Samping dan Bahaya Monuril

Efek samping yang mungkin bisa terjadi setelah mengonsumsi Monuril adalah mual, sakit perut, perut kembung, diare, pusing, sakit kepala, keputihan, gatal atau nyeri pada vagina, nyeri saat menstruasi, nyeri punggung, badan terasa lemas, atau ruam kulit.

Konsultasikan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik. Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti diare berat atau diare berdarah yang disertai demam, sesak napas, urine berwarna gelap, bengkak di kaki dan pergelangan kaki, atau penyakit kuning.