Muntah merupakan kondisi yang umum dialami oleh setiap orang. Namun, bila yang keluar adalah muntah kuning, hal ini tentu membuat Anda merasa cemas dan khawatir. Apakah kondisi tersebut memang normal terjadi atau berbahaya? Mari ketahui jawabannya dalam artikel berikut ini.

Muntah adalah kondisi ketika tubuh mengeluarkan isi lambung secara paksa melalui mulut. Sebelum muntah, Anda biasanya akan mengalami rasa mual yang membuat tubuh menjadi tidak nyaman.

Muntah Kuning: Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Dalam beberapa kasus, isi muntahan dapat berwarna kuning atau kuning kehijauan. Muntah kuning ini terjadi ketika cairan empedu ikut keluar bersama muntahan.

Penyebab Muntah Kuning

Ada beberapa kondisi atau penyakit yang dapat menyebabkan muntah seseorang berwarna kuning, di antaranya:

1. Refluks empedu (bile reflux)

Empedu merupakan cairan berwarna kuning kehijauan yang diproduksi di hati dan disimpan di kantong empedu. Dalam keadaan normal, cairan empedu dikeluarkan ke usus untuk membantu proses pencernaan.

Namun, cairan empedu terkadang dapat masuk kembali ke dalam lambung dan kerongkongan (esofagus), kemudian dimuntahkan bersama isi lambung. Hal ini biasanya terjadi saat seseorang terlambat makan dalam waktu lama.

2. Obstruksi saluran cerna

Obstruksi saluran cerna merupakan penyebab lain muntah kuning pada orang dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini dapat terjadi ketika usus kecil atau usus besar tersumbat, sehingga menyebabkan penumpukan cairan dan makanan di dalam usus.

Akibatnya, tekanan di dalam saluran pencernaan pun akan meningkat dan memicu cairan atau makanan yang menumpuk kembali naik ke kerongkongan sehingga terjadilah muntah.

3. Riwayat operasi

Riwayat operasi lambung dan saluran empedu juga dapat meningkatkan risiko muntah berwarna kuning. Terjadinya muntah kuning ini bisa disebabkan oleh peradangan pada dinding lambung dan saluran empedu pascaoperasi.

4. Kehamilan

Morning sickness adalah gejala mual dan muntah yang terjadi pada masa awal kehamilan. Ketika frekuensi muntah yang dialami ibu hamil semakin sering, isi lambung menjadi berkurang sehingga yang dikeluarkan adalah muntahan yang mengandung cairan empedu. Hal inilah yang menyebabkan muntah berwarna kuning.

5. Radang usus buntu

Radang usus buntu dapat menimbulkan gejala berupa muntah kuning yang disertai dengan nyeri perut hebat. Ini adalah kondisi berbahaya yang harus segera ditangani langsung oleh dokter.

6. Sindrom muntah berulang (cyclic vomiting syndrome)

Sindrom muntah berulang (cyclic vomiting syndrome, CVS) merupakan gangguan yang membuat penderitanya merasa mual dan muntah secara mendadak. Muntah yang dialami penderita CVS bisa cukup parah hingga membuatnya sulit makan dan minum. Ketika hal ini terjadi, penderita CVS bisa mengalami muntah kuning.

Hingga saat ini, penyebab terjadinya sindrom muntah berulang masih belum diketahui secara pasti. Kondisi ini pun lebih sering terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa pun juga bisa mengalaminya.

Meski belum diketahui apa penyebabnya, gejala sindrom muntah berulang terkadang bisa kambuh akibat beberapa faktor, misalnya alergi, pilek, gangguan cemas, radang sinus, kelelahan, dan cuaca panas.

Selain beberapa kondisi di atas, muntah kuning juga bisa disebabkan oleh beberapa penyebab lain, misalnya keracunan makanan, gastroenteritis, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, penyakit asam lambung, dan tukak lambung.

Penanganan Keluhan Muntah Kuning

Untuk mencari tahu penyebab muntah kuning, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti foto Rontgen, endoskopi, tes darah dan urine, ERCP, serta pemeriksaan asam lambung.

Setelah hasil pemeriksaan diperoleh dan penyebab muntah kuning diketahui, dokter akan memberikan penanganan sesuai penyebabnya. Jenis penanganan yang umumnya dilakukan adalah:

Pemberian cairan infus

Jika muntah kuning yang dialami cukup parah atau terlalu banyak hingga menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi, dokter akan memberikan cairan infus. Selain itu, dokter juga akan menganjurkan penderita untuk menjalani perawatan di rumah sakit agar kondisinya dapat selalu dipantau.

Pemberian obat-obatan

Untuk menghentikan muntah yang parah, dokter dapat meresepkan obat antimuntah, seperti ondansetron. Jika muntah kuning disebabkan oleh gangguan pada kantung empedu, misalnya refluks empedu, dokter dapat menangani kondisi tersebut dengan menggunakan obat-obatan, seperti asam ursodeoksikolat dan bile acid sequestrants.

Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan penurun asam lambung, misalnya obat penghambat pompa proton (PPI), jika muntah kuning disertai dengan penyakit asam lambung.

Operasi

Jika obat-obatan tersebut tidak dapat mengobati keluhan muntah kuning akibat refluks empedu, dokter mungkin akan merekomendasikan tindakan operasi. Operasi ini bertujuan untuk memperbaiki gangguan pada empedu atau saluran cerna serta mengatasi penyumbatan di usus yang menjadi penyebab muntah kuning.

Apa pun kemungkinan penyebabnya, muntah kuning merupakan kondisi yang perlu Anda waspadai. Apalagi jika keluhan ini disertai dengan nyeri di bagian dada atau ulu hati, muntah lebih dari 2 hari, sesak napas, lemas, nafsu makan berkurang, demam, leher kaku, dan muncul bercak darah pada isi muntahan.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter. Hal ini penting dilakukan agar Anda bisa segera mendapatkan penanganan sesuai penyebab muntah kuning yang Anda alami.