Narkoba (narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya) pada remaja membutuhkan perhatian khusus, karena masa ini memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan persiapan masa depan. Penggunaan narkoba pada remaja akan berdampak buruk bagi prestasinya, karena memengaruhi daya pikir, kinerja otak dan berbagai organ penting lain, seperti jantung.

Tingkat penyalahgunaan narkoba terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Survei yang dilakukan pada tahun 2011 menyebutkan, setidaknya sebanyak 22% pengguna narkoba di Indonesia adalah pelajar dan mahasiswa. Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2016 mengungkap, setidaknya 2 dari 100 pelajar di Indonesia terjerat narkoba.

Narkoba pada Remaja, Dapat Dikenali dengan Cara Ini - Alodokter

Pemicu Remaja Menggunakan Narkoba

Ada berbagai faktor risiko yang menyebabkan anak terjerumus dan menjadi pecandu narkoba. Pertama, faktor lingkungan di mana teman ataupun anggota keluarga ada yang terlibat penggunaan narkoba. Selain itu, faktor risiko yang juga bisa memengaruhi kemungkinan remaja menjadi pecandu narkoba adalah stres dengan masalah di sekolah atau di rumah, adanya gangguan mental, dorongan atau pengaruh teman sebaya.

Rasa ingin tahu juga dapat membuat remaja merasa penasaran untuk mencoba narkoba, hingga akhirnya menjadi seorang pecandu. Penelitian menunjukkan, mencoba narkoba pada usia muda akan meningkatkan risiko menjadi pecandu pada kemudian hari.

Penting untuk memahami faktor risiko tersebut, sehingga dapat dilakukan upaya-upaya guna mencegah penggunaan narkoba pada remaja. Beratnya masalah yang dihadapi, serta kemampuan anak menghadapi masalah dan lingkungan, menentukan tingkat kemungkinan seorang anak untuk menjadi seorang pecandu narkoba. Kenali pula tanda-tanda dari penyalahgunaan narkoba pada remaja sedini mungkin, agar dapat segera ditangani.

Tanda-tanda Remaja Menjadi Pecandu

Sebaiknya orang tua dapat lebih waspada terhadap penyalahgunaan dan kecanduan narkoba pada anak. Banyak tanda yang bisa menjadi sinyal bahwa remaja sedang terjerat dalam belenggu narkoba. Tanda ini bisa dilihat secara fisik, perilaku, dan psikologis.

Berikut beberapa tanda fisik yang dapat dikenali dari pecandu narkoba:

  • Mata merah dan pupil yang mengecil atau membesar.Mengalami perubahan pola makan atau pola tidur, yang menyebabkan penurunan berat badan atau penambahan berat badan dalam kurun waktu yang singkat.
  • Mengucapkan kata-kata yang membingungkan atau sulit untuk dimengerti.
  • Penampilan fisik yang mengalami perubahan atau ketidakpedulian terhadap penampilan.
  • Mengalami gangguan koordinasi, cedera atau mengalami memar tanpa ada penyebab.
  • Sering mimisan.
  • Bau aneh yang tercium dari mulut, tubuh, ataupun pakaian.
  • Mengalami kejang tanpa adanya riwayat epilepsi.

Dari sisi perilaku dan psikologis, pengguna narkoba cenderung akan mengalami perubahan kepribadian atau sikap yang tidak mudah untuk dijelaskan. Misalnya, perubahan suasana hati yang dapat berubah secara tiba-tiba. Mereka bisa menjadi mudah tersinggung dan marah, atau sebaliknya menjadi tidak ekspresif dan responsif dalam menanggapi sesuatu.

Selain itu, anak juga bisa mengalami hal seperti:

  • Menjadi lebih tertutup, dan terlihat seperti merahasiakan sesuatu.
  • Berkurangnya minat terhadap hal-hal yang disukai sebelumnya.
  • Tidak memiliki motivasi, tidak fokus dan tampak lesu.
  • Menarik diri, cemas, dan paranoid.
  • Sering bolos sekolah dan nilai-nilai pelajarannya
  • Perubahan lingkungan pergaulan atau memiliki teman-teman baru.
  • Mencuri atau menjual barang-barang yang ada, untuk membeli

Gejala Spesifik dari Jenis Narkoba yang Dikonsumsi

Hal-hal di atas dapat menjadi ciri atau tanda remaja menggunakan narkoba, namun gejala spesifik yang muncul akan berbeda karena bergantung pada obat yang dikonsumsi.

Obat golongan stimulan, misalnya kokain, esktasi, dan amfetamin, dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, sulit tidur, tekanan darah menjadi tinggi, tidak bisa diam, merasa lapar, dan menjadi lebih mudah untuk melakukan sesuatu.

Obat golongan depresan, seperti obat penenang dan ganja, akan membuat penggunanya merasa lebih rileks, tidak cemas, napas melambat, tekanan darah menjadi rendah, detak jantung melemah, dan proses berfikir menjadi lebih lama.

Sedangkan obat golongan halusinogen akan memberikan pengaruh yang beragam, tergantung daya halusinasi pikiran yang diciptakan.

Cara Mengatasi Remaja Pecandu Narkoba

Untuk mencegah anak terjerumus ke dalam narkoba, sebagai orang tua, penting untuk membekali anak dengan pengetahuan mengenai bahaya narkoba. Dalam menjelaskan, hindari kalimat yang cenderung menakut-nakuti. Cobalah berikan informasi yang jelas mengenai efek dan konsekuensi dari penggunaan narkoba.

ika anak Anda sudah terlanjur atau terbukti menggunakan narkoba, berusahalah untuk menghadapinya dengan bijak. Amarah Anda mungkin akan terpancing, tapi cobalah untuk berbicara dengan tenang agar anak merasakan adanya kepedulian dan rasa cinta dari orang tua. Dengan mendengarkan dan memberikan ruang kepada anak untuk berbicara, mereka dapat menjadi lebih jujur untuk mengungkapkan apa yang sedang terjadi.

Anda dapat berkonsultasi kepada dokter terkait penyalahgunaan narkoba yang dilakukan anak. Anda juga dapat mengupayakan rehabilitasi narkoba untuk melepaskan anak dari kecanduan narkoba.