Sindrom pramenstruasi atau PMS sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas. Nah, ada cara mudah mengatasi gejala PMS yang bisa Anda coba lakukan. Cara ini tergolong mudah, praktis, dan diketahui efektif untuk mengatasi gejala yang muncul.

Sindrom pramenstruasi atau premenstruation syndrome (PMS) merupakan sekumpulan gejala yang muncul sebelum menstruasi berlangsung, yaitu sekitar 1–2 minggu sebelum keluarnya darah menstruasi. Gejala yang dirasakan biasanya meliputi sakit kepala, kram perut, dan perubahan suasana hati.

5 Cara Mengatasi Gejala PMS dengan Mudah - Alodokter

Penyebab munculnya gejala PMS memang belum diketahui secara pasti, tetapi diduga dipengaruhi oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron menjelang dan selama masa menstruasi.

Gejala PMS bukan suatu kondisi yang berbahaya dan umumnya akan mereda begitu menstruasi dimulai. Namun, gejala ini sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah untuk mengatasi gejala PMS yang muncul.

Beberapa Cara Mudah Mengatasi Gejala PMS

Keluhan gejala PMS yang masih bersifat ringan dapat diatasi dengan cara sederhana di rumah. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi gejala PMS yang muncul:

1. Mengonsumsi makanan kaya akan karbohidrat kompleks dan kalsium

Konsumsi makanan kaya karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, beras merah, kentang, dan kacang-kacangan, dapat mengatasi nafsu makan yang meningkat selama PMS dan mengatur kadar gula darah menjadi lebih stabil.

Untuk mengatasi gejala PMS ini, Anda disarankan mengonsumsi makanan kaya karbohidrat kompleks dengan porsi yang sedikit, tetapi lebih sering.

Selain itu, memenuhi asupan kalsium harian juga dapat mengatasi gejala PMS, seperti perut kembung, payudara nyeri, dan perubahan suasana hati. Anda bisa memperoleh manfaat kalsium ini dengan mengonsumsi sayuran hijau, susu dan produk olahannya, serta ikan salmon.

2. Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein

Sindrom pramenstruasi juga sering kali menyebabkan perut kembung dan susah tidur. Nah, untuk mencegah gejala tersebut kian memburuk, batasi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein, seperti kopi dan teh.

3. Berhenti merokok

Suatu studi menunjukkan bahwa kebiasaan merokok dapat memicu gejala PMS menjadi semakin berat. Studi lain juga menunjukkan bahwa merokok dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur dan memicu menopause dini.

Oleh karena itu, bila Anda memiliki kebiasaan merokok, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut mulai dari sekarang. Selain dapat mengatasi gejala PMS, Anda juga terhindar dari risiko menopause dini.

4. Rutin berolahraga

Cara mengatasi gejala PMS lainnya adalah dengan rutin berolahraga. Saat berolahraga, tubuh akan melepas hormon endorfin yang dapat memicu perasaan senang, membuat tubuh lebih rileks, dan mengurangi rasa sakit akibat PMS.

Tak hanya mengatasi gejala PMS, rutin berolahraga juga dapat mengurangi stres, kelelahan, susah tidur, dan depresi. Anda bisa berolahraga ringan dengan berjalan cepat, bersepeda, atau berenang setidaknya 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu.

5. Beristirahat yang cukup

Kurang tidur diketahui dapat menimbulkan gejala PMS, seperti kelelahan, kecemasan, dan mood swing. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk selalu mencukupi waktu istirahat setidaknya 7–8 jam setiap malam untuk mencegah munculnya keluhan tersebut.

Selain beberapa cara di atas, Anda juga disarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan banyak minum air putih, mengonsumsi buah-buahan, dan menghindari makanan cepat saji guna mengatasi gejala PMS.

Cara Mengatasi Gejala PMS dengan Obat-Obatan

Bila beberapa cara di atas tidak efektif untuk mengatasi gejala PMS yang muncul, konsumsi obat-obatan mungkin diperlukan untuk meringankan gejala, terlebih bila sampai mengganggu aktivitas.

Berikut ini adalah beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi gejala PMS:

Obat pereda nyeri

Paracetamol merupakan salah satu obat pereda nyeri yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi gejala PMS, seperti nyeri otot, kram perut, payudara nyeri, dan sakit kepala. Obat ini biasanya dikonsumsi sebelum atau pada awal periode menstruasi.

Sebelum mengonsumsi paracetamol, Anda dianjurkan untuk selalu perhatikan dosis dan petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan.

Obat kontrasepsi

Selain mencegah terjadinya kehamilan, pil KB juga dapat menstabilkan hormon sehingga gejala PMS akan membaik. Meski demikian, penggunaan obat ini harus sesuai dengan saran dokter.

Obat antidepresan

Obat antidepresan umumnya digunakan untuk menangani depresi. Namun, pada kondisi tertentu seperti gejala PMS yang parah, dokter dapat meresepkan obat ini.

Jika cara mengatasi gejala PMS dengan obat-obatan juga tidak efektif atau keluhan justru semakin parah dan tak kunjung sembuh setelah masa menstruasi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar penanganan dapat dilakukan sesuai keluhan yang Anda alami.