Nyeri pada area lutut dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Meski pada sebagian kondisi bisa mereda dalam beberapa waktu dengan upaya sederhana. Namun, keluhan ini juga bisa menandakan adanya gangguan kesehatan tertentu bila tidak kunjung hilang, kambuh-kambuhan, atau disertai gejala lain.

Nyeri pada area lutut bisa muncul secara tiba-tiba atau hanya sesekali, tergantung pada penyebabnya. Keluhan ini biasanya ditandai dengan sensasi nyeri tumpul, tajam, kaku, atau panas di sekitar sendi lutut. Bahkan, keluhan bisa makin terasa saat berjalan, menaiki tangga, atau berdiri lama.

Nyeri pada Area Lutut, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Meski pada sebagian kondisi bisa membaik dengan perawatan sederhana, Anda perlu waspada bila keluhan tidak kunjung mereda, kambuh-kambuhan, atau disertai pembengkakan dan sulit berjalan. Soalnya, kondisi ini bisa menandakan adanya gangguan kesehatan tertentu yang perlu penanganan segera. 

Nyeri pada Area Lutut dan Penyebabnya

Berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri pada area lutut yang perlu diketahui:

1. Cedera

Cedera, terutama akibat benturan pada benda keras, terjatuh, terkilir, atau kecelakaan saat berolahraga maupun aktivitas fisik berat, dapat memicu nyeri pada area lutut. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada ligamen (ligamen anterior cruciate), tulang rawan, otot, atau meniskus di sekitar lutut

Jika jaringan ini terluka atau robek, sendi lutut menjadi tidak stabil dan peradangan pun muncul, sehingga timbul nyeri, bengkak, dan bahkan lutut menjadi sulit digerakkan. Untuk memastikannya, dokter ortopedi biasanya akan melakukan beberapa tes, mulai dari lachman test dan mcmurray test sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Osteoarthritis 

Osteoarthritis (pengapuran) adalah penyebab nyeri pada lutut yang sering terjadi saat usia lanjut. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan atau penipisan tulang rawan sendi lutut yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang. Selain itu, cedera pada lutut yang terjadi saat usia muda dan dibiarkan tanpa penanganan juga berisiko memicu kondisi ini.

Saat tulang rawan aus, tulang di dalam sendi bergesekan langsung sehingga muncul nyeri, kaku, pembengkakan, hingga keterbatasan gerak pada lutut. Rasa sakit biasanya bertambah parah saat bergerak atau berdiri lama.

3. Peradangan sendi (artritis)

Selain osteoarthritis, peradangan sendi (artritis) juga dapat menyebabkan nyeri pada area lutut. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri di dalam sendi (artritis septik) atau penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis

Akibatnya, timbul reaksi peradangan sehingga sendi terasa nyeri, bengkak, kemerahan, hangat, bahkan sulit digerakkan. 

4. Bursitis

Bursitis merupakan peradangan pada bursa, yaitu kantong kecil berisi cairan yang terletak di sekitar sendi lutut dan berfungsi sebagai bantalan untuk mengurangi gesekan antara tulang, otot, dan tendon. 

Peradangan ini umumnya terjadi akibat gesekan atau tekanan berulang, cedera langsung, infeksi, atau posisi lutut yang terlalu sering ditekuk dalam waktu lama. Akibatnya, cairan di bursa meningkat dan jaringan sekitarnya membengkak yang membuat lutut terasa nyeri, kaku, dan sensitif, terutama ketika lutut ditekan.

5. Runner’s knee

Runner’s knee adalah istilah untuk nyeri di bagian depan atau sekitar tempurung lutut (patella), yang sering dialami oleh pelari atau atlet. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penggunaan lutut berlebihan, kelemahan otot paha, kelainan posisi kaki, atau teknik latihan yang salah. 

Alhasil, jaringan di sekitar sendi lutut dan tulang rawan di bawah tempurung lutut meradang sehingga timbul nyeri, kaku, bahkan kadang terdengar bunyi “krek” saat lutut ditekuk.biasanya, keluhan akan makin terasa saat naik turun tangga, berjongkok, atau duduk terlalu lama.  

6. Asam urat

Penyebab nyeri pada area lutut selanjutnya adalah asam urat. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi dan mengendap di jaringan sendi. Tumpukan kristal asam urat ini dapat menimbulkan peradangan sehingga timbul sensasi nyeri hebat tiba-tiba, bengkak, dan kemerahan.

7. Obesitas

Obesitas dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi lutut saat berjalan, berdiri, atau beraktivitas. Bila terus dibiarkan, tekanan berlebih ini dapat mempercepat kerusakan tulang rawan sehingga meningkatkan risiko peradangan. Hal ini dapat menimbulkan rasa nyeri serta tidak nyaman pada lutut.

8. Gangguan bentuk kaki

Bentuk kaki yang tidak normal, seperti kaki berbentuk X (genu valgum) atau O (genu varum), bisa membuat beban tubuh tidak terbagi rata di sendi lutut. Akibatnya, salah satu bagian lutut akan menerima tekanan lebih besar sehingga menimbulkan rasa nyeri pada sendi atau jaringan di sekitarnya.

Nyeri pada Area Lutut dan Cara Mengatasinya

Nyeri pada area lutut tentunya dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat beraktivitas sehari-hari. Untuk itu, Anda bisa melakukan beberapa upaya sederhana di rumah sebagai langkah penanganan awal guna meredakan keluhan dan mencegah kondisi makin memburuk berikut ini:

  • Kompres dingin selama 10–15 menit guna meredakan peradangan dan rasa nyeri.
  • Jaga berat badan tetap ideal. 
  • Hindari berjongkok atau duduk bersila terlalu lama.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan mendukung postur tubuh.
  • Batasi konsumsi makanan tinggi purin.
  • Lakukan pemanasan dan pendinginan secara tepat sebelum dan sesudah olahraga.
  • Konsumsi makanan dan minuman tinggi nutrisi, seperti kalsium, fosfor, magnesium, dan sumber mineral untuk kesehatan tulang lainnya.
  • Konsumsi obat antinyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Gunakan pelindung atau penyanggah lutut, seperti knee brace atau deker.
  • Jalani fisioterapi secara rutin bila memungkinkan.

Bila nyeri pada area lutut yang Anda alami tidak kunjung membaik, sering kambuh-kambuhan, bengkak, dan sulit bergerak padahal sudah menerapkan beberapa tips di atas, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter. Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.

Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya, termasuk menyarankan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit, seperti rontgen atau MRI guna menentukan diagnosis yang akurat.