Bila Anda mengalami demam disertai nyeri pada tulang dan persendian, bisa jadi itu adalah gejala flu tulang. Untuk meredakan keluhan tersebut, ada beberapa jenis obat flu tulang yang dapat digunakan.

Flu tulang sebetulnya bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari penyakit tertentu. Flu tulang sering dikaitkan dengan penyakit chikungunya, demam berdarah dengue, dan osteomielitis, sehingga keduanya kerap diasumsikan sebagai flu tulang.

Beberapa Pilihan Obat Flu Tulang - Alodokter

Nyeri sendi yang dideskripsikan sebagai gejala flu tulang biasanya muncul di daerah lutut. Namun, tidak menutup kemungkinan rasa nyeri juga timbul di tulang belakang serta pergelangan hingga jari tangan dan kaki.

Obat Flu Tulang Berdasarkan Penyebabnya

Beberapa penyakit dapat menimbulkan gejala flu tulang, yaitu nyeri pada sendi atau tulang yang disertai dengan demam. Penyakit yang sering menimbulkan gejala seperti ini adalah demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, dan influenza.

Untuk meringankan gejala flu tulang yang disebabkan ketiga penyakit tersebut, ada beberapa jenis obat flu tulang yang dapat diresepkan oleh dokter, antara lain:

Paracetamol

Obat ini digunakan sebagai penurun demam dan pereda nyeri yang disebabkan oleh peradangan dan infeksi. Selain melalui resep, paracetamol juga tersedia di apotek dan dapat dibeli secara bebas. Namun, pastikan Anda membaca petunjuk penggunaan obat yang tertera pada label kemasan sebelum mengonsumsinya.

Perlu Anda ketahui, dosis maksimal paracetamol adalah 1000 mg per sekali minum atau tidak lebih dari 4000 mg per hari. Konsumsi obat ini lebih dari dosis yang disarankan dapat menimbulkan efek samping berupa kerusakan hati.

Naproxen

Naproxen digunakan untuk meredakan gejala nyeri dan pembengkakan di sendi akibat peradangan. Obat ini hanya dapat diperoleh melalui resep dokter dan Anda dianjurkan untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan obat ini sesuai saran dokter.

Dosis maksimal naproxen adalah 1500 mg per hari. Segera hentikan pemakaian dan kunjungi rumah sakit terdekat bila muncul gejala alergi yang ditandai dengan nyeri dada, muncul ruam di kulit, serta pembengkakan di wajah, lidah, dan tenggorokan.

Aspirin dan ibuprofen

Aspirin dan ibuprofen juga dapat digunakan untuk meredakan demam dan nyeri. Akan tetapi, obat ini tidak disarankan untuk dikonsumsi sebelum mendapat diagnosis yang tepat dari dokter. Alasannya karena kedua obat ini dapat menimbulkan efek samping perdarahan dan tukak pada lambung yang dapat memperparah DBD.

Untuk mengobati flu tulang yang disebabkan oleh osteomielitis, diperlukan pengobatan dengan antibiotik sesuai resep dokter. Jika osteomielitis sudah parah, mungkin akan diperlukan tindakan operasi untuk menangani kondisi tersebut.

Umumnya, flu tulang akibat influenza, DBD, dan chikungunya akan mereda dalam waktu 7-10 hari. Untuk mempercepat penyembuhan, Anda disarankan untuk istirahat total dan banyak minum air putih. Untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan pada sendi, Anda bisa menggunakan kompres dingin yang diselingi kompres hangat.

Namun, jika setelah minum obat flu tulang keluhan tidak kunjung hilang atau justru semakin parah, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Anda juga perlu berkonsultasi ke dokter jika gejala flu tulang dirasakan hingga berminggu-minggu atau sering hilang-timbul. Flu tulang yang berkepanjangan dan sering kambuh bisa menandakan penyakit autoimun.

Dalam menentukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah dan foto Rontgen, untuk menentukan penyebab flu tulang. Setelah penyebab munculnya gejala flu tulang diketahui, dokter baru dapat memberikan penanganan yang sesuai.