Kemunculan gejala otitis media biasanya terjadi dalam waktu 2-7 hari setelah terjadinya flu atau ISPA. Gejala yang muncul adalah:

  • Demam.
  • Sakit telinga.
  • Merasa tidak enak badan.
  • Merasa kelelahan.
  • Sedikit kehilangan indera pendengaran.
  • Keluar cairan dari dalam telinga.

Sebagian besar otitis media bersifat akut dengan gejala yang pulih secara cepat dalam beberapa hari.

Meski umumnya dapat pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari, kadang-kadang terjadi beberapa keadaan yang mengharuskan penderita otitis media segera mendapatkan pengobatan secara medis, misalnya:

  • Gejala yang muncul tidak membaik setelah tiga hari.
  • Tidak bisa tidur dan rewel (jika dialami oleh bayi).
  • Rasa sakit yang dirasakan cukup parah.
  • Keluarnya cairan atau nanah dari telinga.
  • Terdapat kelainan lain, seperti cystic fibrosis atau penyakit jantung bawaan.

Selain otitis media akut, ada juga yang dinamakan dengan otitis media supuratif kronik (OMSK). Otitis media supuratif kronik adalah infeksi telinga yang berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan, dan menyebabkan keluarnya cairan dari telinga dengan tekstur beragam (bisa kental, encer, bening, atau bernanah). Kondisi OMSK lebih jarang terjadi dibandingkan otitis media akut, namun dapat merusak fungsi telinga jika tidak diobati dengan tepat.

Mengenali Tanda-tanda Otitis Media pada Bayi

Di bawah ini adalah tanda-tanda yang bisa terlihat pada bayi yang mengalami otitis media:

  • Menarik, menggenggam, dan menggaruk telinga.
  • Sakit pada bagian telinga saat berbaring.
  • Lebih sering menangis daripada biasanya.
  • Kehilangan selera makan.
  • Tidak bereaksi dengan suara lirih atau pelan.
  • Susah tidur di malam hari.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Batuk-batuk.
  • Hidung berair.
  • Diare.

Pastikan untuk memperhatikan tanda-tanda tersebut karena bayi belum bisa menjelaskan rasa sakit atau ketidaknyamanan yang mereka rasakan.