Sebagian besar kasus otitis media jarang menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Tapi jika terjadi pada anak yang masih kecil, risiko terjadinya komplikasi cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh mereka yang masih berkembang dan belum terbentuk sempurna. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat otitis media:

  • Gangguan dalam berbicara atau perkembangan berbahasa. Kondisi ini dapat terjadi jika anak Anda sering mengalami infeksi telinga dan memengaruhi indera pendengaran mereka saat masih kecil.
  • Labirintitis. Labirin adalah struktur halus yang berada jauh di dalam telinga. Terkadang, infeksi bisa menyebar hingga ke area ini. Kondisi ini dikenal dengan istilah labirintitis. Gejala dari labirintitis dapat berupa pusing, vertigo, kehilangan pendengaran, dan kehilangan keseimbangan. Gejala ini akan hilang dalam beberapa minggu, tapi mungkin Anda akan diberikan resep obat-obatan untuk meredakan gejala ini.
  • Lubang pada gendang telinga. Dalam kondisi tertentu, tekanan atau kerusakan yang terjadi di telinga tengah dapat merobek gendang telinga. Walau kondisi ini dapat pulih dalam waktu 72 jam dengan sendirinya, terdapat beberapa kasus parah yang mengharuskan penderitanya menjalani operasi untuk memulihkannya.
  • Mastoiditis. Mastoid adalah tulang yang berada di belakang telinga. Jika infeksi yang terjadi menyebar hingga ke area ini, maka dikenal dengan istilah mastoiditis. Gejala dari mastoiditis adalah demam, sakit kepala, kehilangan indera pendengaran, serta pembengkakan, merah, dan rasa sakit pada bagian belakang telinga. Kondisi ini bisa ditangani dengan antibiotik yang diberikan lewat pembuluh darah atau dengan operasi.
  • Kolesteatoma. Kolesteatoma adalah kumpulan sel-sel kulit abnormal di dalam telinga. Kondisi ini bisa muncul akibat infeksi telinga tengah yang sering kambuh atau yang bersifat kronis. Jika dibiarkan, kolesteatoma bisa merusak struktur telinga dan mengganggu fungsi pendengaran. Gejala dari kolesteatoma adalah kehilangan pendengaran, kelumpuhan pada setengah bagian wajah, pusing, dan tinnitus atau telinga berdesir. Operasi pengangkatan kolesteatoma akan diperlukan pada kebanyakan kasus ini.
  • Meningitis. Apabila infeksi yang terjadi menyebar hingga ke selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang, maka akan muncul kondisi yang disebut meningitis. Komplikasi otitis media jenis ini cukup jarang terjadi. Gejala akibat meningitis adalah sakit kepala parah, demam, mual, leher kaku, jantung berdetak cepat dan sensitif terhadap cahaya. Segera temui dokter jika Anda mencurigai terjadi meningitis.
  • Abses otak. Abses otak adalah pembengkakan yang berisi nanah dan muncul di dalam otak. Ini adalah komplikasi otitis media yang jarang terjadi. Gejalanya berupa sakit kepala parah, kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh, demam, kebingungan, dan kejang-kejang. Ini adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan di rumah sakit. Pengobatan biasanya dilakukan melalui pemberian antibiotik dan operasi untuk mengeluarkan nanah yang ada di dalam otak.
  • Kelumpuhan wajah. Saraf wajah adalah kelompok saraf yang melewati tempurung kepala dan digunakan untuk mengontrol ekspresi wajah. Pembengkakan yang terjadi akibat infeksi telinga tengah bisa menekan saraf-saraf wajah, meski kondisi ini sangat jarang sekali terjadi. Akibat tekanan tersebut, penderita tidak bisa menggerakkan sebagian atau seluruh bagian wajah mereka. Kondisi ini akan pulih kembali jika infeksi yang terjadi sudah diobati.