Panduan Aman Puasa Saat Hamil, Agar Ibu dan Bayi Tetap Sehat

Amankah ibu hamil (bumil) berpuasa selama bulan Ramadan? Tidak ada jawaban yang pasti dapat berlaku untuk semua ibu hamil. Sebab, kondisi masing-masing bumil berbeda. Berbagai studi menunjukkan hasil yang berbeda mengenai efek puasa terhadap bayi dalam kandungan.

Sebenarnya bumil tidak diwajibkan untuk berpuasa saat bulan Ramadan. Bumil kemudian dapat mengganti puasa di waktu lain atau dalam bentuk sedekah. Meski demikian, sebagian bumil tetap memilih puasa. Jadi sebenarnya amankah berpuasa saat hamil? Kalau masih bingung, yuk simak panduan di sini.

Panduan Aman Puasa Saat Hamil, Agar Ibu dan Bayi Tetap Sehat-Alodokter (1)

Pengaruh Puasa pada Bayi dalam Kandungan

Puasa umumnya tidak akan membawa efek negatif pada bayi dalam kandungan, selama bumil ada dalam kondisi sehat dan tetap mencukupi kebutuhan nutrisi harian dengan baik. Perubahan keseimbangan kimia dalam darah saat puasa umumnya juga tidak membahayakan bayi dalam kandungan.

Salah satu penelitian menunjukkan, bayi dari ibu yang berpuasa saat hamil tidak menunjukkan perbedaan skor APGAR bayi setelah lahir. Skor ini adalah hasil tes yang dijalankan pada bayi yang baru lahir, yaitu pemeriksaan warna kulit, aktivitas otot, kemampuan refleks, detak jantung, dan pernapasan bayi.

Namun, penelitian lain menunjukkan adanya kemungkinan berat badan lahir lebih rendah, terutama jika puasa dijalankan di trimester awal kehamilan. Hanya saja perbedaan yang terjadi sangat kecil, dan tidak tergolong signifikan.

Pada bumil yang memiliki berat badan normal dan gaya hidup sehat, umumnya puasa hanya akan sedikit memengaruhi kondisi kesehatan, sebab bumil memiliki cadangan nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam kandungan. Meski demikian, sebelum berpuasa sebaiknya bumil mempertimbangkan kondisi kesehatan secara umum, usia kehamilan dan berapa jam puasa harus dilakukan.

Untuk bumil dengan masalah kesehatan, seperti anemia atau diabetes gestasional, sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk puasa.

Tips Berpuasa Saat Hamil

Tubuh bumil perlu energi selama puasa, begitu juga bayi dalam kandungan. Ini alasannya puasa saat hamil perlu didukung berat badan dan gaya hidup sehat, bahkan sejak sebelum hamil. Nah, agar bumil dapat berpuasa dengan nyaman saat bulan Ramadan, ada panduan yang dapat diikuti.

  • Membatasi minuman mengandung kafein

Ada baiknya bumil berhenti mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi dan teh, sebelum puasa dimulai. Ini berguna untuk mencegah sakit kepala yang mungkin terasa akibat mendadak berhenti minum minuman berkafein. Waspadai juga makanan atau minuman lainnya yang mengandung kafein, misalnya cokelat. Konsumsi kafein saat hamil disarankan tidak lebih dari 200 mg atau kurang dari 2 cangkir kopi instan sehari. Selain itu, kafein juga membuat bumil lebih berisiko mengalami dehidrasi.

  • Membuat agenda makanan

Untuk memeriksa kecukupan nutrisi, bumil dapat mencoba membuat agenda makanan dengan mencatat menu dan makanan apa saja yang dikonsumsi setiap hari. Catatan ini juga dapat membantu dokter, terutama jika bumil mengalami diabetes gestasional.

  • Mencukupi kebutuhan air minum

Jika bulan puasa jatuh pada musim kemarau, maka bumil perlu cukup mengonsumsi air mineral saat sahur dan berbuka untuk mencegah dehidrasi.

  • Memenuhi asupan nutrisi yang sehat

Mengonsumsi cukup sayuran dan buah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi penting saat hamil, seperti zat besi. Pilih makanan sahur dan buka puasa yang melepaskan energi secara perlahan, misalnya karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, dan makanan kaya serat seperti sayuran. Kombinasi tersebut dapat menjadi pilihan makanan sehat untuk ibu hamil selama berpuasa.

Sebaiknya bumil menghindari atau kurangi makan makanan dengan kadar gula tinggi, ya. Makanan tinggi kadar gula yang meningkatkan kadar gula darah dengan cepat dan juga dapat turun dengan cepat, sehingga Bumil justru menjadi lebih cepat lelah. Jangan lupa nutrisi untuk bayi dalam kandungan seperti kacang-kacangan, telur, dan daging.

  • Hindari makan terburu-buru

Saat berbuka, makan dan minum secara perlahan, ya, Bumil. Seperti dimulai dengan segelas kecil jus segar atau es degan, kemudian baru dilanjutkan makan makanan ringan, atau mulai makan perlahan sedikit demi sedikit. Ini karena sistem pencernaan bekerja lebih lambat selama masa puasa.

  • Lebih sering istirahat

Jika Bumil bekerja kantoran selama hamil dan puasa, mungkin Bumil perlu mempertimbangkan untuk lebih sering mengambil jeda. Coba atur waktu dengan baik, dan komunikasikan dengan baik pada atasan.

  • Membatasi aktivitas

Bumil yang puasa cenderung memiliki hormon stres kortisol lebih tinggi dibanding yang tidak puasa. Sebaiknya, hindari situasi yang dapat menyebabkan Bumil stres. Selain, itu, sebaiknya Bumil menghindari membawa benda berat ataupun berjalan jauh.

Terima bantuan yang meringankan pekerjaan atau aktivitas. Sebaiknya tetap berada dalam ruangan jika cuaca sedang panas atau sedapat mungkin menghindari olahraga berat selama puasa.

Kondisi yang Harus Diwaspadai Saat Ibu Hamil Berpuasa

Meski Bumil bersemangat puasa, ada kondisi tertentu yang menyebabkan Bumil perlu segera buka puasa atau segera periksakan diri ke dokter, termasuk:

  • Mengalami mual dan muntah.
  • Mengalami dehidrasi, dengan tanda merasa sangat haus, lemas, lebih jarang buang air kecil, air seni menjadi berwarna gelap dan beraroma tajam.
  • Mengalami demam, sakit kepala, detak jantung tidak teratur, atau kram perut
  • Merasa sakit menyerupai kontraksi yang dapat menjadi tanda persalinan prematur.

Jika hal-hal di atas terjadi, bumil dapat segera berbuka puasa lebih dulu dengan minum air yang mengandung gula dan garam atau cairan rehidrasi. Kemudian, segera memeriksakan diri ke dokter.

Jadi bumil berpuasa atau tidak, sebaiknya memerhatikan kondisi kesehatan terlebih dulu ya. Untuk bumil dengan berat badan dan gaya hidup sehat, diharapkan dengan mengikuti panduan, akan tetap sehat selama beribadah puasa. Namun, untuk bumil yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, perlu lebih berhati-hati jika ingin berpuasa selagi hamil. Bumil disarankan konsultasi dengan dokter untuk memutuskannya.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi