Kandungan sperma sangat berpengaruh terhadap kualitas sperma dan kesuburan pria. Karena perannya cukup penting, kesehatan kandungan sperma perlu dijaga agar kualitasnya juga tetap terjaga.
Sel sperma terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kepala, badan, dan ekor. Kepala sperma membawa materi genetik atau DNA yang akan bergabung dengan DNA sel telur saat pembuahan. Bagian badan mengandung mitokondria yang menghasilkan energi, sedangkan ekor berfungsi membantu sperma bergerak menuju sel telur.

Di tiap bagian-bagian tersebut terdapat berbagai zat yang berperan dalam menjaga fungsi dan kualitasnya. Oleh karena itu, agar setiap bagian sperma mampu menjalankan fungsinya dengan baik, penting untuk menjaga kesehatan kandungan sperma.
Kandungan Sperma
Sperma yang berkualitas biasanya mengandung beberapa zat. Berikut ini beberapa zat atau kandungan yang terdapat dalam sperma:
1. Protein
Protein adalah salah satu zat yang dibutuhkan sejak awal pembentukan sperma di testis. Dalam proses ini, protein turut membantu membentuk kepala, badan, dan ekor sperma.
Selain itu, protein juga berperan dalam proses pergerakan sperma menuju sel telur serta membantu mendukung interaksi antara sperma dengan sel telur agar pembuahan dapat terjadi secara optimal.
2. Zinc
Zinc merupakan mineral penting yang berperan besar dalam menjaga kualitas sperma, termasuk jumlah, bentuk, dan pergerakannya. Tak hanya itu, kadar zinc yang cukup juga membantu melindungi sperma dari kerusakan akibat radikal bebas.
3. Fruktosa
Fruktosa adalah gula alami yang diproduksi oleh kelenjar vesikula seminalis. Kandungan sperma ini menjadi sumber energi utama bagi sperma sehingga dapat bergerak dengan baik untuk mencapai sel telur di saluran reproduksi wanita.
Nah, karena itu, tanpa pasokan fruktosa yang cukup, sperma akan kesulitan bergerak dan kemungkinan gagal mencapai sel telur untuk membuahi.
4. Enzim
Di dalam air mani juga terdapat enzim, seperti hyaluronidase dan protease. Enzim-enzim ini membantu memecah lapisan pelindung sel telur sehingga sperma bisa menembus dan membuahi sel telur.
Selain itu, enzim-enzim tersebut juga berfungsi untuk menjaga agar sperma tetap cair dan tidak menggumpal sehingga lebih mudah bergerak. Dengan begitu, proses pembuahan pun akan berhasil.
5. DNA dan RNA
Sel sperma juga mengandung DNA (materi genetik) dari ayah. DNA ini nantinya bergabung dengan DNA sel telur untuk membentuk embrio. Selain itu, di dalam sperma juga terkandung RNA yang berperan dalam proses pematangan dan perkembangan sperma.
Nah, jika kedua kandungan sperma tersebut mengalami kerusakan, hal itu bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada perkembangan sperma, janin, atau bahkan keguguran.
Selain dari kandungannya, kualitas sperma juga ditentukan oleh jumlah, bentuk, dan kemampuan sperma dalam bergerak. Sperma dianggap ideal jika jumlahnya mencapai 39 juta atau lebih dalam setiap ejakulasi. Minimal 32% dari jumlah sperma juga harus memiliki gerak yang baik agar dapat mencapai sel telur. Selain itu, sperma bisa dikatakan normal juga jika memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 7,2–7,8.
Sementara itu, volume cairan air mani umumnya lebih dari 1,5 mililiter. Jika volume air mani terlalu sedikit, hal itu dapat dapat memengaruhi jumlah sperma untuk membuahi sel telur. Namun, kelebihan volume cairan mani juga tidak baik karena menunjukkan bahwa sperma terlalu encer.
Jika dilihat dari segi warna, cairan mani putih dan cenderung keabu-abuan dianggap sebagai warna yang sehat.
Cara Menjaga Kandungan Sperma
Kualitas kandungan sperma sangat memengaruhi kesuburan pria. Jadi, penting untuk menjaga agar kandungan sperma agar tetap sehat. Ada cara-cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan organ intim dan kandungan sperma tetap normal, yaitu:
- Hindari perilaku seksual yang berisiko dan kenakan kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari penyakit menular seksual.
- Jaga kebersihan penis dengan baik.
- Gunakan pakaian dalam yang longgar dan nyaman agar suhu serta aliran darah ke testis tetap lancar.
- Jaga berat badan ideal dengan cara rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi, misalnya kacang hijau, telur, ikan, tahu, tempe, dan susu.
- Kelola stres dengan baik.
Bila Anda sedang berusaha untuk mendapatkan keturunan, mulailah membiasakan diri untuk menjalani pola hidup sehat guna menjaga dan memperbaiki kualitas sperma. Jika Anda memiliki masalah dengan kandungan sperma atau kesuburan, jangan segan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.