Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi pada ibu hamil. Dengan pemeriksaan ini, infeksi bisa terdeteksi lebih dini, sehingga risiko penularan dan komplikasi infeksi pada janin bisa dicegah.

TORCH, kadang disebut juga TORCHS, adalah singkatan dari beberapa nama penyakit infeksi, yaitu Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex virus, dan Sifilis.

Pemeriksaan TORCH, Ini yang Harus Anda Ketahui - Alodokter

Pada dasarnya, ketika tubuh terserang mikroorganisme asing, seperti virus atau bakteri, sistem kekebalan tubuh akan memproduksi senyawa yang disebut antibodi. Peran senyawa ini adalah untuk melawan dan mencegah mikroorganisme tersebut menyebabkan penyakit.

Dalam hal ini, pemeriksaan TORCH dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh ketika terserang mikroorganisme penyebab penyakit-penyakit infeksi di atas.

Berikut ini adalah penjelasan dari penyakit-penyakit yang tergolong ke dalam TORCH:

  • Toksoplasmosis
    Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat ditemukan pada kotoran kucing yang terinfeksi dan makanan yang belum matang. Jika ibu hamil menderita toksoplasmosis, parasit tersebut dapat menular ke janin dan menyebabkan janin terlahir dengan masalah kesehatan, seperti infeksi mata yang serius, gangguan pendengaran, atau gangguan mental.
  • Rubella
    Rubella dikenal juga sebagai campak Jerman. Bila terjadi pada ibu hamil, infeksi ini dapat menular ke janin dan menyebabkan janin terlahir dengan kelainan jantung, tuli, gangguan penglihatan, infeksi paru, kelainan darah, atau keterlambatan pertumbuhan. Selain itu, seiring bertumbuhnya bayi, infeksi rubella juga dapat menyebabkan gangguan saraf pusat, kelainan sistem imun, atau gangguan tiroid.
  • Cytomegalovirus (CMV)
    Cytomegalovirus (CMV) adalah jenis virus yang umumnya menyerang orang dewasa dan jarang menyebabkan gangguan kesehatan serius. Namun, pada janin dan bayi baru lahir, virus tersebut dapat menyebabkan tuli, gangguan penglihatan, pneumonia, kejang, dan keterlambatan pertumbuhan.
  • Herpes simplex virus (HSV)
    HSV adalah virus yang dapat menyebabkan herpes, baik oral maupun genital, pada orang dewasa. Bayi dapat tertular virus herpes dari ibunya selama proses persalinan, terutama jika ibunya menderita herpes genital. Pada bayi, infeksi virus herpes dapat menyebabkan gejala, seperti ruam-ruam yang berisi cairan di mulut, mata, dan kulit, bayi terlihat malas, gangguan pernapasan, serta kejang.
  • Sifilis
    Ibu hamil dapat menderita sifilis lewat hubungan seksual, yang selanjutnya dapat ditularkan ke janin yang sedang dikandungnya. Infeksi yang sering disebut “penyakit raja singa” ini dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, dan tuli.

Indikasi Pemeriksaan TORCH

Pemeriksaan TORCH dapat dilakukan pada ibu hamil di trimester pertama dan bayi baru lahir yang menunjukkan gejala-gejala penyakit infeksi yang tergolong ke dalam TORCH, seperti:

  • Berat dan panjang badan yang lebih kecil dari bayi seusianya
  • Katarak
  • Trombositopenia
  • Kejang
  • Kelainan jantung
  • Tuli
  • Pembesaran hati dan limpa
  • Sakit kuning (jaundice)
  • Keterlambatan pertumbuhan

Peringatan Pemeriksaan TORCH

Pemeriksaan TORCH dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang baru atau pernah diproduksi oleh tubuh. Antibodi tersebut adalah IgM dan IgG untuk TORCH. Hasil positif untuk pemeriksaan TORCH tidak selalu berarti Anda sedang mengalami infeksi dari penyakit yang tergolong ke dalam TORCH.

Jika hasil IgM positif, maka berarti saat ini sedang terjadi infeksi. Jika hasil IgG yang positif, maka bisa terjadi dua kemungkinan, yaitu pernah terkena infeksi atau sudah melakukan vaksin untuk TORCH. Sedangkan jika kedua antibodi positif, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lain untuk memastikan ada tidaknya infeksi.

Ada baiknya Anda melakukan konsultasi ke dokter untuk hasil pemeriksaan TORCH, sehingga penanganan dini untuk mencegah terjadinya komplikasi bisa dilakukan.

Sebelum Pemeriksaan TORCH

Pemeriksaan TORCH merupakan pemeriksaan sederhana, sehingga umumnya tidak memerlukan persiapan khusus. Meski demikian, pasien perlu memberi tahu dokter jika sedang menderita suatu penyakit, meski bukan penyakit yang tergolong ke dalam TORCH.

Pasien juga harus memberi tahu dokter jika sedang menjalani pengobatan tertentu. Jika diperlukan, dokter akan meminta pasien untuk berpuasa dan menghentikan konsumsi obat-obatan untuk sementara waktu.

Prosedur Pemeriksaan TORCH

Prosedur pemeriksaan TORCH cukup sederhana, yaitu berfokus pada pengambilan sampel darah dan deteksi antibodi. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di klinik atau rumah sakit terdekat. Tahapan-tahapannya berlangsung seperti berikut:

  • Dokter akan mensterilkan bagian tubuh yang akan dijadikan tempat pengambilan sampel darah. Biasanya, sampel darah akan diambil dari pembuluh darah vena di lengan.
  • Dokter akan mengikat lengan atas dengan menggunakan alat khusus agar vena di lengan menggembung dan terlihat jelas.
  • Dokter kemudian akan menusukkan jarum ke dalam vena dan memasang tabung steril untuk mengumpulkan sampel darah.
  • Ikatan pada lengan akan dilepaskan agar darah dapat mengalir dengan sendirinya ke dalam tabung sampel.
  • Setelah dirasa cukup, dokter akan mencabut jarum dan memasang perban pada titik tusukan jarum.

Sampel darah yang telah diambil akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa IgM dan IgG TORCH. Melalui hasil pemeriksaan, dokter akan menilai apakah pasien sedang, pernah, atau tidak mengalami infeksi.

Setelah Pemeriksaan TORCH

Jika pasien diduga positif menderita penyakit yang tergolong ke dalam TORCH, dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani pemeriksaan lain guna memastikan diagnosis. Beberapa pemeriksaan lanjutan yang dapat dijalani setelah pemeriksaan TORCH adalah:

  • Tes pungsi lumbal, untuk mendeteksi adanya infeksi toksoplasmosis, rubella, dan herpes simplex virus di sistem saraf pusat
  • Tes kultur lesi kulit, untuk mendeteksi adanya infeksi herpes simplex virus
  • Tes kultur urine, untuk mendeteksi adanya infeksi cytomegalovirus

Jika diagnosis sudah dipastikan, dokter akan menentukan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Komplikasi Pemeriksaan TORCH

Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan yang sederhana dan umumnya aman. Akan tetapi, pengambilan sampel darah dalam pemeriksaan TORCH tetap dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti kemerahan di lokasi pengambilan sampel darah, nyeri, atau lebam.