Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, risikonya bisa dikurangi dan kekambuhan dapat dicegah dengan menerapkan perubahan pola makan, gaya hidup, serta kebiasaan yang lebih sehat.
Pencegahan Penyakit Asam Lambung
Ada banyak cara mencegah penyakit asam lambung, di antaranya:
1. Menjaga berat badan ideal
Kelebihan berat badan, terutama di area perut, dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Oleh karena itu, jika Anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas, usahakan untuk menurunkan berat badan secara bertahap.
Caranya adalah dengan menerapkan pola makan sehat dan aktif bergerak, seperti membiasakan diri berjalan kaki atau rutin melakukan olahraga, misalnya berlari, berenang, atau bersepeda.
2. Memilih makanan dan minuman dengan bijak
Pola makan berperan besar dalam mencegah kekambuhan asam lambung. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah asam lambung naik, yaitu:
- Hindari makanan pedas, asam, dan berlemak tinggi, seperti gorengan, santan, tomat, jeruk, dan cabai.
- Batasi konsumsi cokelat, peppermint, dan bawang bombai karena bahan-bahan ini dapat mengendurkan otot di antara lambung dan kerongkongan.
- Kurangi atau hindari minuman berkafein (seperti kopi dan teh), serta minuman berkarbonasi dan alkohol, karena dapat meningkatkan produksi asam lambung dan melemahkan otot sfingter esofagus bawah.
- Pilih makanan yang mudah dicerna, seperti nasi putih, kentang rebus, sayuran hijau, pisang, atau apel.
- Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Hindari makan dalam porsi besar sekaligus karena dapat memperberat kerja lambung.
3. Mengatur pola dan jadwal makan
Selain jenis makanan, waktu dan cara makan juga perlu diperhatikan. Makanlah secara teratur, usahakan tidak melewatkan waktu makan, dan biasakan makan dengan perlahan. Hindari makan terburu-buru agar lambung tidak bekerja terlalu keras. Setelah makan, beri jeda minimal 2–3 jam sebelum berbaring atau tidur.
4. Menerapkan gaya hidup sehat
Beberapa kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh terhadap kesehatan lambung. Kebiasaan merokok misalnya, perlu dihentikan karena hal tersebut dapat melemahkan otot sfingter esofagus bawah yang mengakibatkan asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Selain itu, stres juga dapat memperburuk gejala asam lambung. Oleh sebab itu, penting untuk mengelola stres dengan melakukan relaksasi, seperti olahraga ringan, meditasi, atau aktivitas menyenangkan lainnya agar kesehatan mental tetap terjaga dan gejala tidak mudah kambuh.
Jika Anda kesulitan mengelola stres atau gejala sering muncul, Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk memperoleh penanganan yang sesuai.
5. Mengenakan pakaian yang nyaman
Pakaian yang terlalu ketat, terutama di sekitar perut, dapat meningkatkan tekanan pada lambung. Oleh karena itu, pilih pakaian yang longgar dan nyaman, khususnya setelah makan.
6. Membatasi penggunaan obat tertentu
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dan aspirin dapat mengiritasi dinding lambung dan memperparah gejala asam lambung. Jika Anda sering mengalami gangguan pencernaan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan tersebut.
7. Memilih posisi tidur yang tepat
Posisi tidur juga berperan dalam mencegah refluks asam lambung, terutama pada malam hari. Tinggikan posisi kepala tempat tidur sekitar 15–20 cm untuk membantu mencegah asam lambung naik saat tidur. Selain itu, tidur dengan posisi miring ke kiri dapat membantu menurunkan risiko refluks.
8. Mengetahui dan menghindari pemicu pribadi
Setiap orang dapat memiliki pemicu yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, catat makanan atau kebiasaan yang sering memicu munculnya gejala, kemudian hindari sebisa mungkin untuk mencegah kekambuhan.
Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan penyakit asam lambung di atas secara konsisten, Anda dapat membantu menurunkan risiko kambuhnya gejala serta menjaga fungsi pencernaan tetap optimal.
Apabila langkah pencegahan sudah dilakukan atau Anda merasakan gejala dari asam lambung naik, seperti nyeri ulu hati, sensasi panas di dada, atau mual terus-menerus muncul, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Dokter akan meninjau dan memberikan penanganan yang sesuai agar gejala tersebut tertangani dan Anda bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.