Penyebab penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) berkaitan dengan melemahnya otot di bagian bawah kerongkongan yang disebut lower esophageal sphincter (LES). Otot LES berfungsi sebagai katup yang membuka saat makanan masuk ke lambung, lalu menutup kembali agar isi lambung tidak naik ke kerongkongan.

Pada kondisi GERD, LES tidak dapat menutup secara optimal. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan keluhan seperti nyeri ulu hati, rasa panas di dada, serta sensasi asam atau pahit di mulut.

Faktor Penyebab Asam Lambung

Beberapa kondisi yang menjadi penyebab asam lambung akibat melemahkan fungsi lower esophageal sphincter (LES) antara lain:

1. Obesitas

 Berat badan berlebih, terutama di area perut, dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga perut. Tekanan ini mendorong lambung ke atas dan mengganggu kerja LES, sehingga katup tersebut menjadi lebih mudah terbuka.

2. Kehamilan

Selama kehamilan, hormon progesteron membuat otot-otot tubuh menjadi lebih rileks, termasuk otot LES. Selain itu, pertumbuhan janin di dalam rahim juga menambah tekanan pada lambung. Kombinasi kedua faktor ini membuat LES lebih mudah melemah dan memicu naiknya asam lambung.

3. Usia lanjut

Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot tubuh secara alami akan menurun, termasuk otot LES. Di samping itu, proses menelan dan pencernaan dapat melambat, sehingga risiko terjadinya GERD menjadi lebih tinggi.

4. Gastroparesis

Pada gastroparesis, otot lambung melemah sehingga pengosongan lambung berlangsung lebih lambat dari normal. Lambung yang terlalu lama terisi akan mengalami peningkatan tekanan, yang kemudian menekan LES dan memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

5. Scleroderma

Scleroderma merupakan penyakit autoimun yang menyerang jaringan ikat dan dapat memengaruhi organ dalam, termasuk saluran cerna. Jika kondisi ini mengenai LES, jaringan otot dapat menjadi kaku dan kehilangan elastisitas, sehingga kemampuan LES untuk menutup rapat menjadi berkurang.

6. Hernia hiatus

Pada hernia hiatus, sebagian lambung terdorong naik ke rongga dada melalui celah pada diafragma. Perubahan posisi ini mengganggu fungsi LES dan membuatnya sulit menutup dengan sempurna, sehingga asam lambung lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan.

Selain faktor di atas, kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, makan berlebihan, serta sering mengonsumsi makanan berlemak, cokelat, kopi, dan minuman bersoda juga dapat memperburuk kelemahan otot LES.

Pada bayi, naiknya asam lambung umumnya terjadi karena otot LES belum berkembang sempurna. Namun, bila gumoh berlangsung lebih dari 1 tahun atau disertai gangguan makan dan pertumbuhan, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.

Jika keluhan asam lambung muncul berulang atau terasa semakin berat, penting untuk segera mencari saran medis agar penanganannya sesuai dengan kondisi yang dialami dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. Anda juga dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan arahan awal terkait gejala yang dirasakan.