dikenali dan ditangani dengan tepat. Komplikasi penyakit kuning bisa terjadi pada bayi baru lahir maupun orang dewasa, dengan dampak yang serius pada kesehatan jangka panjang.
Komplikasi Penyakit Kuning pada Bayi
Pada bayi baru lahir, penyakit kuning umumnya disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin dalam darah. Jika kadar bilirubin mencapai atau melebihi 25 mg/dL dan tidak segera diatasi, bayi berisiko tinggi mengalami kerusakan permanen pada otak dan organ lainnya. Komplikasi yang dapat muncul antara lain:
1. Kernikterus
Kernikterus merupakan komplikasi paling berbahaya dari penyakit kuning pada bayi. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin sangat tinggi dan masuk ke jaringan otak, menyebabkan kerusakan permanen. Gejala kernikterus meliputi kaku otot, kejang, lesu, kesulitan menyusu, hingga gangguan pernapasan.
2. Gangguan pendengaran
Penumpukan bilirubin di otak dapat merusak pusat pendengaran, sehingga bayi berisiko mengalami tuli permanen.
3. Cerebral palsy atau kelumpuhan otak
Cerebral palsy terjadi akibat gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan masalah pada gerakan dan koordinasi tubuh bayi.
4. Kerusakan otak permanen
Terlalu tingginya bilirubin dapat menyebabkan cedera jaringan otak yang tidak dapat dipulihkan, berujung pada gangguan perkembangan, penurunan kemampuan intelektual, serta kesulitan bicara dan belajar.
Kondisi-kondisi di atas dapat berdampak seumur hidup dan mengurangi kualitas hidup anak secara signifikan.
Komplikasi Penyakit Kuning pada Orang Dewasa
Pada orang dewasa, komplikasi penyakit kuning sangat bergantung pada penyebab dasarnya, seperti gangguan hati, infeksi, atau sumbatan saluran empedu. Jika tidak segera dikenali dan ditangani, penyakit kuning dapat memicu komplikasi berikut:
Gangguan elektrolit
Penyakit kuning akibat kerusakan hati atau ginjal dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, seperti natrium dan kalium. Ketidakseimbangan ini bisa menyebabkan gangguan irama jantung, kejang, hingga penurunan kesadaran.
Anemia
Kadar bilirubin tinggi seringkali berhubungan dengan penghancuran sel darah merah yang berlebihan, sehingga memicu anemia (kekurangan sel darah merah). Akibatnya, tubuh menjadi lemah, cepat lelah, dan mudah pingsan.
Perdarahan
Hati berperan penting dalam proses pembekuan darah. Jika fungsi hati terganggu, risiko perdarahan di saluran cerna, hidung, atau organ lain meningkat.
Infeksi berat
Penyakit kuning akibat infeksi berat pada hati atau saluran empedu bisa berkembang menjadi sepsis, yaitu infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan organ dan kematian bila tidak segera ditangani.
Hepatitis kronis
Jika penyakit kuning disebabkan infeksi virus hepatitis yang berlangsung lama, dapat terjadi hepatitis kronis yang menyebabkan jaringan parut (sirosis) dan risiko gagal hati di kemudian hari.
Ensefalopati hepatik
Gangguan ini terjadi akibat penumpukan racun di otak, karena hati tidak mampu membersihkan darah secara optimal. Gejala ensefalopati bisa berupa kebingungan, perubahan perilaku, mengantuk berlebihan, hingga koma.
Gagal hati
Jika penyakit kuning sudah menyebabkan kerusakan hati berat, hati tidak bisa menjalankan fungsi utamanya, seperti detoksifikasi, produksi protein, dan pencernaan lemak. Gagal hati adalah kondisi yang sangat serius dan mengancam jiwa.
Gagal Ginjal
Penumpukan racun dalam tubuh juga dapat merusak ginjal, sehingga fungsi ginjal menurun dan terjadi gagal ginjal.
Kanker
Penyakit kuning yang disebabkan tumor, terutama kanker hati, pankreas, atau saluran empedu, bisa semakin parah jika tidak segera diobati, dan memperburuk kondisi pasien.
Kematian
Pada tahap akhir atau jika komplikasi tidak tertangani dengan baik, penyakit kuning dapat menyebabkan kematian akibat gagal organ multipel.
Mengetahui komplikasi penyakit kuning penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. Dengan deteksi dini dan perawatan yang sesuai, risiko komplikasi serius dapat diminimalkan, terutama pada bayi baru lahir dan orang dengan kondisi hati yang lemah.
Jika Anda atau Si Kecil mengalami gejala penyakit kuning, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Chat Bersama Dokter guna mendapatkan saran medis yang tepat dan aman.