Pengobatan penyakit kuning tergantung pada jenis penyakit kuning yang dialami dan penyebabnya. Berikut ini adalah metode pengobatan yang dapat dilakukan berdasarkan jenisnya:

Pengobatan Penyakit Kuning Pre-hepatic

Pengobatan penyakit kuning pre-hepatic bertujuan untuk mencegah sel darah merah hancur terlalu cepat atau terlalu banyak. Sebagai contoh, jika penyakit kuning pre-hepatic disebabkan oleh malaria, dokter akan meresepkan obat antimalaria, seperti doxycycline atau chloroquine.

Pengobatan Penyakit Kuning Intra-hepatic

Pengobatan penyakit kuning intra-hepatic bertujuan untuk mencegah meluasnya kerusakan pada hati dan memperbaiki kerusakan tersebut. Misalnya, jika kerusakan hati disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol yang berlebihan, maka dokter akan menyarankan pasien untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Apabila kerusakan hati dipicu oleh infeksi, seperti hepatitis B atau C, dokter akan memberikan obat antivirus. Sedangkan jika kerusakan hati sudah pada tahap akhir dan tidak dapat diperbaiki (sirosis), dokter akan menyarankan prosedur transplantasi hati.

Pengobatan Penyakit Kuning Post-hepatic

Pengobatan penyakit kuning post-hepatic bertujuan untuk menghilangkan sumbatan di dalam saluran empedu dan pankreas. Pada penyakit kuning post-hepatic yang terjadi akibat batu saluran empedu, dokter akan mengangkat batu tersebut melalui operasi.

Sementara jika penyebabnya adalah kanker pada pankreas atau saluran empedu, maka dokter mungkin akan melakukan operasi pengangkatan organ pankreas.

Pengobatan Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir

Penyakit kuning pada bayi harusnya dapat membaik dengan sendirinya dalam 2 atau 3 minggu. Namun, pada kasus yang parah, bayi perlu mendapat penanganan berikut di rumah sakit:

  • Pemberian nutrisi tambahan
    Nutrisi tambahan perlu diberikan kepada bayi untuk mencegah penurunan berat badan. Penambahan nutrisi ini dapat diberikan melalui selang.
  • Fototerapi
    Dalam prosedur fototerapi, bayi akan disinari dengan cahaya biru (blue light therapy). Sinar biru ini akan membantu pembuangan bilirubin dari tubuh bayi.
  • Suntik imunoglobulin
    Suntik imunoglobulin bertujuan untuk menurunkan kadar antibodi yang memicu penghancuran sel darah merah, akibat perbedaan golongan darah antara bayi dan ibunya.
  • Transfusi tukar
    Transfusi tukar dilakukan jika bayi tidak membaik dengan terapi lainnya. Dalam prosedur ini, darah bayi akan diganti dengan darah dari pendonor.