Diagnosis penyakit kuning diawali dengan pemeriksaan gejala dan riwayat kesehatan Anda secara menyeluruh, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Langkah ini penting untuk mengidentifikasi penyebab dan tingkat keparahan penyakit kuning.

Pemeriksaan utama biasanya berupa tes darah untuk mengukur kadar bilirubin. Kadar bilirubin yang melebihi batas normal menjadi salah satu penanda penyakit kuning. ka kadar bilirubin melebihi batas normal, kondisi tersebut dapat mengindikasikan penyakit kuning.

Kadar bilirubin normal berdasarkan usia adalah sebagai berikut:

  • Orang dewasa: kurang dari 1,2 mg/dL
  • Anak di bawah 18 tahun: kurang dari 1 mg/dL
  • Bayi baru lahir usia kurang dari 1 hari: kurang dari 10 mg/dL
  • Bayi berusia 1–2 hari: kurang dari 15 mg/dL
  • Bayi berusia 2–3 hari: kurang dari 18 mg/dL
  • Bayi berusia lebih dari 3 hari: kurang dari 20 mg/dL

Jumlah tersebut menjadi acuan dokter untuk menilai kondisi pasien dan menentukan penanganan yang sesuai, terutama pada bayi baru lahir.

Pemeriksaan Tambahan Penyakit Kuning

Setelah evaluasi awal dan tes bilirubin, pemeriksaan lanjutan dibutuhkan untuk memastikan penyebab penyakit kuning. Beberapa pemeriksaan tambahan yang biasanya dilakukan meliputi:

1. Tes darah

Tes penyakit kuning ini tidak hanya mengukur kadar bilirubin, tetapi juga digunakan untuk menilai fungsi hati. Selain itu, tes ini juga dapat mendeteksi infeksi, seperti hepatitis atau malaria, serta menyingkirkan kemungkinan gangguan autoimun yang dapat menyebabkan penyakit kuning.

2. Tes urine

Tes urine digunakan untuk mengukur kadar urobilinogen, yaitu zat hasil pemecahan bilirubin di tubuh. Hasil tes ini membantu dokter membedakan jenis penyakit kuning yang Anda alami.

3. Tes pemindaian

Tes pemindaian, seperti USG, CT scan, MRI, koleskintigrafi, atau ECRP, dilakukan untuk menilai kondisi hati, kandung empedu, dan saluran empedu. Pemindaian ini dapat mengidentifikasi adanya sumbatan, peradangan, batu empedu, atau kelainan lain pada organ terkait.

4. Biopsi hati

Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sedikit sampel jaringan hati untuk diperiksa di laboratorium. Biopsi hati biasanya diperlukan jika ada dugaan kanker atau kerusakan jaringan hati yang tidak jelas penyebabnya.

Diagnosis yang akurat menjadi kunci keberhasilan pengobatan penyakit kuning. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala seperti kulit dan mata menguning, segera konsultasikan ke dokter, baik langsung maupun lewat layanan Chat Bersama Dokter

Dokter akan melakukan pemeriksaan, termasuk tes darah untuk mengecek kadar bilirubin, sehingga penyebab penyakit kuning bisa diketahui dan penanganan dilakukan lebih cepat.