Karena penyakit kuning bisa disebabkan oleh banyak hal, maka tujuan dari pemeriksaan adalah untuk mencari penyebab tersebut. Dalam hal ini biasanya dokter akan menanyakan tentang latar belakang kesehatan pasien terlebih dahulu, misalnya apakah pasien baru-baru ini mengalami penurunan berat badan, gatal pada kulit, nyeri perut, atau bahkan gejala-gejala flu sebelum penyakit kuning muncul sebagai indikasi dari hepatitis. Contoh pertanyaan lain yang mungkin diajukan adalah apakah pasien menggunakan obat-obatan tertentu, gemar minuman beralkohol, atau bekerja di tempat yang berisiko terpapar zat-zat penyebab penyakit kuning.

Selain dengan bertanya, pemeriksaan fisik juga akan dilakukan oleh dokter untuk mencari tahu penyebab penyakit kuning. Sebagai contoh, jika pada sisi perut lokasi organ hati berada mengalami pembengkakan, kemungkinan besar pasien menderita hepatitis.

Untuk mendukung analisis awal dokter, sejumlah tes lanjutan kemungkinan akan ditawarkan pada pasien. Beberapa tes tersebut di antaranya adalah:

  • Tes darah untuk mengetahui fungsi hati. Seberapa baik fungsi hati bisa diketahui dokter dari kadar enzim dan protein yang diproduksi organ tersebut. Ketika hati mengalami kerusakan, sejumlah enzim akan dilepaskan hati ke dalam darah dan protein yang diproduksi organ tersebut, untuk menjaga tubuh tetap sehat, akan menurun. Tes darah juga biasanya dilakukan jika dokter mencurigai bahwa penyakit kuning disebabkan oleh penyakit malaria atau hepatitis C. Konsumsi minuman beralkohol berlebihan juga bisa menjadi pemicunya.
  • Tes urine untuk mengetahui kadar urobilinogen. Urobilinogen adalah zat yang diproduksi setelah bakteri sistem pencernaan mengurai bilirubin. Rendahnya kadar urobilinogen di dalam urine bisa mengindikasikan pasien menderita penyakit kuning post-hepatic. Sedangkan tingginya kadar urobilinogen di dalam urine bisa berarti pasien menderita penyakit kuning pre-hepatic atau intra-hepatic.
  • Pemindaian untuk mengetahui adanya kelainan di dalam hati dan sistem saluran empedu. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan untuk menguatkan bukti jika dokter mencurigai pasien menderita penyakit kuning inta-hepatic atau post-hepatic. Contoh-contoh pemindaian adalah USG, CT scan, MRI scan, dan endoskopi.
  • Biopsi. Melalui metode ini, sampel sel hati pasien akan diambil dan diperiksa di laboratorium dengan menggunakan mikroskop. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah gejala sakit kuning disebabkan oleh kerusakan pada jaringan hati. Biopsi biasanya ditawarkan jika dokter mencurigai pasien menderita kanker hati atau sirosis.