Penyalahgunaan tramadol semakin menjadi perhatian, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda di Indonesia. Obat ini sebenarnya digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat dan harus sesuai resep dokter. Namun, penggunaan tanpa pengawasan dapat menimbulkan ketergantungan, masalah kesehatan fisik dan mental, bahkan risiko overdosis yang membahayakan jiwa.

Tramadol merupakan obat golongan analgesik opioid yang hanya boleh digunakan sesuai resep dan anjuran dokter. Namun, penyalahgunaan tramadol di Indonesia terus meningkat akibat akses yang tidak terkontrol dan kurangnya pemahaman mengenai risikonya. 

Penyalahgunaan Tramadol, Kenali Dampak dan Cara Mencegahnya - Alodokter

Banyak orang salah mengira bahwa tramadol bisa digunakan untuk mengatasi stres atau kelelahan. Padahal, obat ini hanya efektif digunakan untuk mengobati nyeri tertentu. Jika digunakan sembarangan atau berlebihan, tramadol bisa menyebabkan ketergantungan dan efek samping yang berbahaya lho. 

Oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti petunjuk medis, menyimpan obat dengan aman, dan meningkatkan kesadaran mengenai bahaya penyalahgunaan tramadol agar diri sendiri dan orang di sekitar tetap terlindungi.

Inilah Dampak Penyalahgunaan Tramadol

Berikut ini adalah berbagai dampak dan bahaya penyalahgunaan tramadol yang perlu menjadi perhatian:

1. Ketergantungan fisik dan psikis

Penyalahgunaan tramadol dapat membuat tubuh menjadi tergantung fisik dan psikis. Artinya, tubuh mulai “meminta” obat ini untuk merasa normal, dan pikiran pun menjadi tergantung pada efek obat. Jika berhenti tiba-tiba, pengguna bisa mengalami gejala putus obat, seperti sakit kepala, mual, gelisah, atau sulit tidur. Ketergantungan ini membuat penggunaan tramadol sulit dihentikan tanpa bantuan medis.

2. Gangguan fungsi otak

Jika penyalahgunaan tramadol terus dilakukan, zat ini dapat memengaruhi cara kerja otak. Akibatnya, kemampuan berpikir bisa menurun, mudah lupa, sulit berkonsentrasi, sering merasa bingung, atau bahkan memicu halusinasi lho. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memengaruhi kemampuan belajar dan bekerja sehari-hari.

3. Gangguan pernapasan

Salah satu bahaya utama dari penyalahgunaan tramadol adalah gangguan pernapasan. Pasalnya, tramadol yang dikonsumsi secara berlebihan dapat membuat napas menjadi lambat atau bahkan berhenti sejenak, terutama jika dikombinasikan dengan alkohol atau obat penenang lain. Kondisi ini bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. 

4. Gangguan pencernaan 

Penyalahgunaan tramadol juga sering menyebabkan masalah pencernaan. Orang yang mengonsumsi tramadol secara berlebihan bisa mengalami mual, muntah, sembelit, atau sakit perut. Gangguan pencernaan ini bisa membuat tubuh menjadi lemah dan kekurangan nutrisi.

5. Kerusakan hati dan ginjal

Jika penyalahgunaan tramadol terjadi dalam jangka panjang, organ vital seperti hati dan ginjal bisa mengalami kerusakan. Hati dan ginjal adalah organ yang berfungsi membersihkan racun dari dalam tubuh, termasuk sisa obat.

Tramadol yang digunakan berlebihan membuat kedua organ ini bekerja ekstra keras hingga akhirnya bisa rusak dan fungsinya menurun.

6. Risiko overdosis

Penyalahgunaan tramadol dalam jumlah besar sangat berisiko menyebabkan overdosis. Kondisi ini umumnya ditandai dengan gejala, seperti kejang, kehilangan kesadaran, bahkan koma. Overdosis tramadol adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan medis secepatnya.

7. Gangguan kesehatan mental

Tidak sedikit orang yang mengalami gangguan kesehatan mental akibat penyalahgunaan tramadol. Selain membuat perasaan menjadi tidak stabil, obat ini juga bisa memperparah rasa cemas, depresi, hingga muncul dorongan untuk melakukan hal-hal berbahaya, seperti melukai diri sendiri atau orang lain.

Begini Cara Mencegah Penyalahgunaan Tramadol

Agar risiko penyalahgunaan tramadol dapat ditekan, berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Gunakan tramadol sesuai dengan resep atau arahan dokter. 
  • Pastikan Anda mengonsumsi tramadol sesuai dosis, waktu, dan aturan yang sudah diberikan dokter. Jangan menambah dosis, memperpanjang penggunaan, atau menghentikan obat tanpa arahan medis.
  • Jangan membagikan tramadol kepada orang lain
  • Simpan obat di tempat yang aman, jauhkan tramadol dari jangkauan anak-anak, remaja, atau orang lain di rumah yang tidak membutuhkan obat ini.
  • Jika tramadol digunakan untuk nyeri kronis atau jangka panjang, lakukan kontrol rutin ke dokter. Dokter dapat menyesuaikan dosis, mengevaluasi efek samping, dan mencegah ketergantungan.
  • Hindari penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan, dan jika ingin berhenti menggunakan tramadol, konsultasikan dengan dokter ya. 

Mencegah dan mengenali penyalahgunaan tramadol sejak dini sangat penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan yang serius. Dukungan keluarga, edukasi yang tepat, serta penggunaan tramadol sesuai resep dokter bisa menjadi langkah awal agar Anda dan orang terdekat tetap aman dari bahaya ketergantungan obat ini. 

Ingat ya, penyalahgunaan tramadol tidak hanya mengancam kesehatan, tapi juga bisa merusak hubungan sosial dan masa depan penderitanya. Jadi, jika Anda merasa kesulitan berhenti atau mengalami gejala kecanduan tramadol, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter lewat fitur Chat Bersama Dokter ya. 

Soalnya, dukungan medis yang tepat akan membantu Anda atau orang tersayang keluar dari ketergantungan dan memulai hidup yang lebih sehat.