Tumor mediastinum adalah tumor yang tumbuh di bagian mediastinum, yaitu rongga di tengah dada yang terletak di antara tulang dada (sternum) dan tulang belakang. Tumor mediastinum dapat terjadi siapa saja, baik orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak.

Mediastinum terbagi menjadi tiga ruang, yaitu anterior (depan), tengah, dan posterior (belakang). Ketiga bagian ini memiliki risiko untuk terkena tumor mediastinum. Tumor mediastinum di bagian anterior lebih berisiko dialami oleh orang dewasa yang berusia 30-50 tahun Sedangkan tumor mediastinum  bagian posterior sering kali ditemui pada anak-anak.

Penyebab dan Cara Mengobati Tumor Mediastinum - Alodokter

Jenis Tumor Mediastinum Berdasarkan Letaknya

Jenis tumor yang bisa terjadi di mediastinum cukup beragam. Jika berdasarkan letaknya, tumor mediatinum dapat dibagi sebagai berikut:

Tumor mediastinum anterior (bagian depan)

Limfoma merupakan salah satu tumor yang sering terjadi di mediastinum anterior. Tumor yang menyerang sistem limfatik ini bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Selain limfoma, tumor yang bisa terjadi di mediastinum anterior adalah:

  • Timoma dan kista timus
  • Tumor sel germinal (TSG)
  • Massa tiroid mediastinum

Tumor mediastinum bagian tengah

Salah satu jenis tumor mediastinum bagian tengah adalah kista bronkogenik yang tumbuh pada saluran pernapasan.

Tumor lainnya yang juga sering terjadi di mediastinum tengah adalah:

  • Kista perikardium, yaitu tumor jinak pada lapisan jantung.
  • Limfadenopati mediastinum atau pembesaran kelenjar getah bening.
  • Tumor trakea dan tumor kerongkongan.

Tumor mediastinum posterior (bagian belakang)

Tumor neurogenik merupakan tumor yang paling sering terjadi di mediastinum posterior. Tumor ini sifatnya jinak.

Selain itu, jenis tumor lain yang bisa terjadi di bagian ini adalah:

  • Limfadenopati atau pembesaran kelenjar getah bening.
  • Extramedular hematopoeisis, yaitu tumor pada sumsum tulang.
  • Kista neuroenterik, yaitu benjolan langka pada sistem saraf dan gastrointestinal.

Beberapa gejala yang sering dikaitkan dengan tumor mediastinum adalah batuk, sesak napas, nyeri dada, demam, berkeringat di malam hari, berat badan turun tanpa penyebab yang jelas, suara serak, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

Pengobatan untuk Tumor Mediastinum

Penanganan untuk tumor mediastinum akan disesuaikan dengan jenis dan lokasi tumor. Pada awalnya, dokter akan menanyakan dulu keluhan yang dirasakan pasien dan riwayat kesehatannya, serta melakukan pemeriksaan fisik.

Untuk mengetahui letak dari tumor mediastinum, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan pendukung, seperti rontgen dada, MRI, CT scan, USG, esofagoskopi, dan bronkoskopi. Selain itu, untuk mengetahui jenis tumornya, dokter akan melakukan tindakan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.

Jika letak dan jenis tumor mediastinum sudah diketahui, barulah dokter menentukan pengobatan yang akan diberikan. Berikut adalah penanganan yang umum dilakukan oleh dokter untuk mengatasi tumor mediastinum:

  • Pada timoma, pilihan penanganannya adalah operasi, yang disertai radioterapi atau kemoterapi.
  • Pada limfoma, akan dilakukan kemoterapi dan radioterapi. Operasi umumnya diperlukan untuk keperluan diagnosis.
  • Pada tumor neurogenik, pilihan penanganannya adalah operasi.

Tumor mediastinum harus segera mendapatkan penanganan karena bisa menyebabkan komplikasi dan kerusakan organ di sekitarnya, seperti jantung, paru-paru, dan aorta. Jadi, lakukanlah pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter, agar kelainan apa pun, termasuk tumor mediastinum, dapat terdeteksi sejak dini.