Diare berkepanjangan yang terjadi terus-menerus selama lebih dari dua minggu disebut sebagai diare kronis. Sebagian besar diare dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan dan akan berhenti dalam beberapa hari. Lalu, bagaimana jika diare terjadi berkepanjangan? Berikut ini adalah penyebab dan cara mengatasinya.

Diare ditandai dengan frekuensi BAB yang meningkat dan tinja menjadi cair. Sedangkan pada diare kronis, dapat juga muncul gejala berupa mual, nyeri perut, perut kembung, demam, lemas, nyeri pada anus, dan penurunan berat badan. Diare kronis atau berkepanjangan yang tidak ditangani dengan baik berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Penyebab Diare Berkepanjangan yang Tidak Kunjung Sembuh - Alodokter

Penyebab Diare Kronis

Diare berkepanjangan atau diare kronis bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti:

1. Irritable bowel syndrome (IBS)

IBS merupakan salah satu penyebab umum dari diare kronis. Gejala IBS adalah nyeri perut yang hilang timbul setidaknya tiga hari setiap bulan, disertai perubahan pola BAB (menjadi encer atau keras). Pada kondisi ini, nyeri perut biasanya berkurang setelah tinja keluar. IBS dapat dipicu oleh stres emosional atau riwayat infeksi.

2. Penyakit radang usus

Ada dua tipe utama penyakit radang usus, yaitu penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Tanda dan gejala utama dari radang usus adalah adanya darah pada tinja disertai nyeri perut, demam, berat badan berkurang, dan bentuk feses yang menyerupai pensil.

3. Infeksi

Diare kronis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit (cacing dan ameba), virus, dan jamur. Untuk menentukan penyebab infeksinya, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah dan pemeriksaan feses. Dari hasil pemeriksaan feses, dapat diketahui jenis kuman penyebab diare berkepanjangan.

Orang yang menderita AIDS, menjalani kemoterapi, atau mengonsumsi obat imunosupresif memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sehingga mudah terserang infeksi. Diare merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami oleh orang dengan kondisi tersebut, dan biasanya diare yang dialami juga lebih parah.

4. Gangguan hormon

Kelainan hormon, misalnya pada penyakit hipertiroidisme, dapat menyebabkan diare kronis dan penurunan berat badan.

5. Gangguan penyerapan nutrisi

Malabsorbsi atau gangguan penyerapan nutrisi pada makanan juga dapat menyebabkan diare kronis. Beberapa contoh penyakit yang dapat menyebabkan gangguan ini adalah intoleransi laktosa, pankreatitis, dan penyakit celiac. Penderita penyakit celiac sensitif terhadap gluten, sehingga akan mengalami diare jika mengonsumsi makanan yang mengandung zat ini. Gluten ditemukan terutama pada makanan yang terbuat dari gandum, seperti roti, kue, sereal, dan pizza.

6. Prosedur medis

Operasi usus (intestinal bypass) atau lambung (gastric bypass) dapat menyebabkan komplikasi berupa diare. Selain itu, terapi radiasi pada saluran pencernaan juga dapat menyebabkan diare.

7. Obat-obatan

Beberapa jenis obat herbal, contohnya teh dari daun Senna, memiliki efek pencahar, sehingga dapat menyebabkan diare. Obat-obatan laksatif (pencahar), misoprostol, antasida, minuman beralkohol, dan kafein juga dapat menyebabkan diare. Selain itu, beberapa jenis antibiotik dapat menimbulkan diare berkepanjangan.

8. Kanker usus besar

Salah satu penyebab diare berkepanjangan yang perlu diwaspadai adalah kanker usus besar. Selain diare, penyakit ini ditandai dengan adanya darah pada tinja, anemia, lemas, perut sering kembung, dan berat badan turun tanpa penyebab yang jelas.

Diagnosis dan Identifikasi Penyebab Diare Kronis

Untuk menentukan penyebab diare kronis, diperlukan pemeriksaan yang lengkap oleh dokter. Dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien, melakukan pemeriksaan fisik, serta menganjurkan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan darah, pemeriksaan feses (tinja), endoskopi, Rontgen atau CT scan perut, dan biopsi bila diperlukan.

Obat Diare Kronis

Pengobatan diare berkepanjangan tergantung pada penyebabnya. Obat diare kronis dapat berupa antibiotik jika diare disebabkan oleh bakteri, obat antidiare, dan pemberian cairan rehidrasi, baik dalam bentuk minuman maupun cairan infus. Hal terpenting adalah memastikan kebutuhan nutrisi dan cairan tercukupi selama diare, agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Sebagian besar diare dapat sembuh dengan sendirinya selama perawatan di rumah memadai, namun hal ini umumnya berlaku pada diare akut. Untuk diare kronis, mengingat penyebabnya bisa bermacam-macam dan mungkin berbahaya, diperlukan pemeriksaan dan penanganan dari dokter. Maka dari itu, jika Anda mengalami diare berkepanjangan, segera periksakan diri ke dokter.

Ditulis oleh:

dr. Dina Kusumawardhani