Puting mengeras biasanya normal terjadi ketika menstruasi, menyusui, atau saat mendapatkan rangsangan fisik maupun seksual. Namun, mengerasnya puting terkadang juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya penyakit tertentu.

Pria dan wanita sama-sama memiliki payudara. Namun, struktur payudara pria dan wanita berbeda. Payudara pria tidak menghasilkan air susu, sementara payudara wanita memiliki banyak saluran dan kelenjar yang bisa menghasilkan air susu ibu (ASI). ASI yang diproduksi secara alami setelah wanita melahirkan ini akan dialirkan keluar melalui puting.

Penyebab Puting Mengeras dan Risiko yang Menyertainya - Alodokter

Puting payudara normalnya bertekstur lembek atau lembut, tapi terkadang bisa mengeras ketika disentuh. Sebagian orang bahkan dapat lebih mudah terangsang secara seksual ketika puting payudaranya disentuh.

Beberapa Penyebab Puting Mengeras

Puting merupakan bagian payudara yang berfungsi melepaskan ASI ketika mendapatkan stimulasi, misalnya pada masa menyusui. Pada puting, terdapat otot-otot yang bisa berkontraksi ketika bagian tersebut mendapat rangsangan atau disentuh.

Selain karena sentuhan, ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan puting mengeras, di antaranya:

1. Alergi

Alergi terhadap produk yang digunakan di area payudara terkadang menyebabkan puting mengeras. Produk tersebut dapat berupa sabun atau bahan pakaian yang dikenakan.

Biasanya, gejala alergi pada puting dapat menyebabkan puting mengeras disertai kulit sekitar puting yang tampak kemerahan, gatal, dan pecah-pecah.

2. Perubahan suhu 

Cuaca dingin dapat menstimulasi sel saraf puting dan menyebabkan pembuluh darah di dalam puting menyempit. Hal inilah yang membuat puting mengeras ketika terpapar suhu dingin. Fenomena ini serupa dengan kondisi tubuh yang merinding saat terkena cuaca dingin.

3. Perubahan hormon

Perubahan hormon pada siklus menstruasi bulanan wanita dapat menyebabkan puting menjadi lebih sensitif dan mengeras. Terkadang, kondisi tersebut juga bisa menyebabkan puting terasa agak nyeri.

Kondisi ini terjadi karena hormon estrogen dan progesteron meningkat menjelang masa menstruasi. Saat menstruasi atau haid tiba, keluhan pada puting tersebut biasanya akan mereda dengan sendirinya.

4. Rangsangan seksual

Puting merupakan salah satu area sensitif wanita. Rangsangan seksual yang diberikan oleh pasangan dapat membuat Anda mencapai orgasme. Tidak hanya wanita, sebagian pria juga bisa merasa lebih sensitif di bagian putingnya.

5. Ovulasi

Ovulasi atau proses pelepasan sel telur dari indung telur merupakan hal yang menandakan bahwa wanita sedang berada di masa suburnya. Pada saat ovulasi, kadar estrogen di dalam tubuh wanita bisa meningkat dan membuat putingnya mengeras.

Selain puting mengeras, ovulasi juga biasanya ditandai dengan perubahan tekstur lendir serviks, keputihan normal, kram dan nyeri panggul, serta meningkatnya gairah seksual.

6. Kehamilan

Ketika hamil, kadar hormon kehamilan di dalam tubuh wanita akan meningkat.  Perubahan hormon tersebut dapat membuat puting payudara terlihat lebih menonjol dan besar, serta membuat areola atau bagian yang berwarna kecoklatan di sekitar puting tampak lebih gelap.

Selain karena beberapa hal di atas, puting payudara juga bisa mengeras ketika seorang wanita memasuki masa perimenopause, yaitu periode ketika wanita sudah mendekati atau hampir mencapai menopause.

Penyakit-Penyakit yang Dapat Membuat Puting Mengeras

Kondisi puting mengeras yang bisa kembali normal dengan sendirinya dan tidak disertai keluhan lain merupakan hal yang umum terjadi. Akan tetapi, Anda perlu waspada jika puting Anda mengeras dan disertai beberapa keluhan, seperti keluarnya darah dari payudara atau adanya benjolan di payudara.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang dapat menyebabkan puting mengeras:

Kanker payudara

Puting mengeras bisa saja menjadi salah satu gejala kanker payudara. Selain menimbulkan gejala puting mengeras, kanker payudara juga biasanya dapat menyebabkan gejala lain, seperti:

  • Munculnya benjolan di payudara
  • Kulit di areola dan sekitar puting tampak bersisik
  • Keluar cairan dari puting
  • Puting tertarik ke dalam payudara
  • Muncul bintik-bintik di kulit payudara yang menyerupai kulit jeruk

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan.

Setelah dokter memastikan bahwa gejala-gejala tersebut disebabkan oleh kanker payudara, dokter akan memberikan penanganan berupa tindakan operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi, sesuai tingkat keparahan atau stadium kanker.

Infeksi payudara

Infeksi payudara atau mastitis dapat membuat puting mengeras dan membengkak, serta terasa nyeri. Infeksi pada payudara juga biasanya dapat membuat puting lecet dan berdarah atau bernanah.

Infeksi payudara biasanya sering terjadi pada masa menyusui atau 1–3 bulan pertama setelah melahirkan. Namun, tidak hanya pada masa menyusui, puting mengeras juga dapat terjadi pada wanita yang belum melahirkan atau pada wanita yang sudah menopause.

Abses payudara

Selain mastitis, kondisi penumpukan nanah di jaringan payudara akibat infeksi juga bisa menyebabkan puting mengeras. Kondisi ini biasanya menyebabkan payudara dan puting tampak bengkak, kemerahan, nyeri, dan terasa hangat ketika disentuh.

Abses payudara perlu ditangani dengan pemberian antibiotik atau bahkan operasi, jika sudah parah.

Ektasia duktus mamari

Ektasia duktus mamari adalah kondisi ketika saluran ASI di bawah puting melebar dan tersumbat oleh cairan di dalam payudara. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi sebagian wanita yang mengalaminya dapat merasakan gejala puting mengeras, membengkak, atau keluar cairan dari puting.

Ektasia duktus mamari lebih sering terjadi pada wanita berusia sekitar 45–55 tahun atau wanita yang sudah mendekati waktu menopause. Kondisi ini bisa diobati dengan pemberian antibiotik jika sudah menimbulkan infeksi atau dengan operasi.

Puting mengeras yang dapat kembali normal atau terjadi hanya sesekali biasanya bukanlah hal yang berbahaya. Namun, Anda perlu waspada jika puting Anda mengeras disertai munculnya beberapa tanda dan gejala yang telah disebutkan di atas.

Kondisi puting mengeras yang seperti itu sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang sesuai.