Susah sendawa sering kali membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika Anda merasa kembung atau mual. Meski sering dianggap remeh, susah sendawa tidak oleh diabaikan karena bisa menjadi pertanda adanya masalah pada saluran cerna.
Secara alami, sendawa adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan udara berlebih yang terjebak di lambung. Bila Anda susah sendawa, gas yang menumpuk di saluran cerna sulit keluar, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman di perut, dada, bahkan sampai ke tenggorokan.

Keluhan susah sendawa juga terkadang disertai mual, kembung, atau nyeri. Jika terjadi berulang, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup dan membuat Anda terus merasa tidak nyaman.
Penyebab Susah Sendawa
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan susah sendawa, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga gangguan medis tertentu. Berikut beberapa penyebabnya:
1. Kebiasaan makan terlalu cepat
Makan terburu-buru membuat Anda cenderung menelan banyak udara bersamaan dengan makanan. Nah, udara yang tertelan ini biasanya akan dikeluarkan lewat sendawa.
Namun, pada sebagian orang, otot di saluran cerna kurang mampu mendorong udara ke atas, sehingga udara terperangkap di lambung. Akibatnya, perut terasa penuh, kembung, dan Anda menjadi susah sendawa. Selain makan cepat, berbicara atau tertawa saat makan juga dapat menghasilkan efek serupa.
2. Konsumsi makanan atau minuman tertentu
Beberapa jenis makanan dan minuman bisa meningkatkan produksi gas di sistem pencernaan. Minuman bersoda mengandung gas karbon dioksida yang mudah terjebak di lambung, sedangkan makanan tinggi lemak, gorengan, produk olahan susu, serta makanan tinggi serat fermentasi, seperti kol, brokoli, dan kacang-kacangan, menghasilkan gas tambahan saat dicerna.
Jika saluran pencernaan tidak mampu mengeluarkan gas ini dengan baik, Anda pun akan sering merasa susah sendawa yang disertai gejala seperti kembung atau rasa penuh.
3. Gangguan otot sfingter esofagus
Sfingter esofagus bagian atas adalah otot cincin yang menghubungkan kerongkongan dengan lambung. Otot ini berfungsi membuka dan menutup untuk mengatur lalu lintas makanan dan udara. Bila sfingter terlalu kaku, kurang rileks, atau mengalami disfungsi, udara dari lambung tidak bisa keluar ke kerongkongan dengan mudah.
Kondisi ini disebut retrograde cricopharyngeal dysfunction (R-CPD), dan menjadi salah satu penyebab utama keluhan susah sendawa.
4. Gangguan pencernaan
Beberapa kondisi medis dapat mengganggu proses alami pengeluaran gas dari saluran cerna, sehingga menyebabkan susah sendawa. Pada penderita maag, gerakan lambung menjadi lambat dan otot saluran cerna lebih tegang, sehingga udara lebih sulit naik ke atas.
Pada GERD (gastroesophageal reflux disease), tekanan di lambung dan gangguan pada katup esofagus juga membuat sendawa menjadi sulit. Selain itu, gastroparesis, yaitu kondisi lambung yang lambat mengosongkan isinya, dapat menyebabkan penumpukan gas, rasa penuh, kembung, dan susah sendawa yang menetap.
5. Faktor psikologis
Stres dan kecemasan bukan hanya berdampak pada pikiran, tetapi juga pada tubuh, termasuk saluran cerna. Saat Anda sedang cemas, tubuh memproduksi hormon stres yang dapat meningkatkan ketegangan otot, termasuk otot di kerongkongan dan lambung.
Akibatnya, kemampuan untuk mengeluarkan udara dari saluran pencernaan berkurang, sehingga Anda lebih sering merasa susah sendawa. Bahkan, stres yang berkepanjangan dapat memperparah gejala pencernaan lain, seperti mual, kembung, atau nyeri ulu hati.
Cara Mengatasi Susah Sendawa
Jika Anda mengalami susah sendawa, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba di rumah untuk meredakan keluhan, yaitu:
- Makan perlahan dan kunyah makanan sampai halus.
- Hindari berbicara atau tertawa berlebihan saat makan, agar udara tidak banyak tertelan.
- Kurangi konsumsi minuman bersoda, makanan berlemak, olahan susu, serta makanan berserat fermentasi, seperti kol, brokoli, dan kacang-kacangan.
- Lakukan gerakan ringan setelah makan, seperti berjalan santai, untuk membantu mengeluarkan udara dari saluran cerna.
- Latih pernapasan dalam untuk membantu tubuh lebih rileks dan memudahkan proses sendawa.
- Kelola stres dengan baik, seperti melakukan yoga, meditasi, atau olahraga rutin untuk mengatasi stres yang dapat memperparah susah sendawa.
Susah sendawa umumnya bukan kondisi berbahaya dan bisa diatasi dengan perubahan pola makan serta gaya hidup.
Namun, apabila susah sendawa yang Anda alami disertai dengan nyeri dada, muntah, penurunan berat badan tanpa sebab, kesulitan menelan, atau keluhan semakin parah, segera periksakan diri ke dokter. Soalnya, gejala tersebut bisa menandakan adanya gangguan serius pada saluran cerna atau organ lain di rongga dada.
Anda juga bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran medis serta penanganan yang tepat.