Bentuk kepala bayi normal dan tidak normal sering menjadi perhatian utama para orang tua di tahun pertama kehidupan anak. Memahami perbedaan keduanya dapat membantu Bunda mengambil langkah tepat, jika ditemukan kejanggalan pada bentuk kepala Si Kecil.
Bentuk kepala bayi memang bisa bervariasi, terutama setelah proses persalinan yang dapat menyebabkan kepala tampak lonjong, datar, atau tidak simetris. Namun, orang tua perlu memahami bahwa bentuk kepala bayi normal dan tidak normal bisa berubah seiring waktu.

Biasanya, bentuk kepala bayi akan membaik dengan sendirinya, tetapi ada kondisi yang harus diwaspadai. Mengetahui ciri-ciri bentuk kepala bayi normal dan tidak normal sangat penting sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang anak.
Bentuk Kepala Bayi Normal
Untuk membedakan bentuk kepala bayi normal dan tidak normal, inilah beberapa indikator yang bisa Bunda ikuti:
1. Oval simetris
Bentuk kepala bayi normal umumnya tampak bulat atau sedikit lonjong. Kedua sisi kepala kanan dan kiri terlihat sama, tanpa bagian yang lebih menonjol atau tampak datar.
Simetri ini bisa terlihat jika Bunda melihat Si Kecil dari depan atau atas. Hal ini menandakan bahwa perkembangan tengkorak bayi berjalan dengan baik dan tidak ada tekanan atau gangguan di salah satu sisi kepala.
2. Tidak ada lekukan atau tonjolan besar
Perbedaan bentuk kepala bayi normal dan tidak normal selanjutnya adalah tidak ada lekukan atau tonjolan besar. Permukaan kulit kepala bayi yang normal saat diraba terasa halus, rata, dan tanpa benjolan keras atau lekukan tajam. Bentuk kepala bayi normal tidak memiliki bagian yang menonjol atau masuk ke dalam secara tidak wajar.
3. Ukuran kepala sejalan dengan pertumbuhan
Lingkar kepala bayi bertambah secara bertahap sesuai grafik pertumbuhan yang bisa dilihat di buku KMS (kartu menuju sehat) atau saat pemeriksaan rutin ke posyandu maupun dokter anak.
Bentuk kepala bayi normal tidak terlalu kecil atau besar jika dibandingkan dengan usia dan berat badan anak. Pertambahan lingkar kepala secara teratur menandakan otak dan tulang tengkorak tumbuh optimal.
4. Ubun-ubun terasa lembut
Ubun-ubun besar (fontanel anterior) pada bayi bentuknya datar, terasa lunak saat disentuh, dan perlahan menutup sesuai usia, biasanya sekitar 12–18 bulan. Ubun-ubun yang masih lembut menandakan tulang tengkorak belum sepenuhnya menyatu, dan ini normal pada bayi sehat.
5. Tidak ada perbedaan tinggi di sisi kanan dan kiri kepala
Dalam bentuk kepala bayi normal, jika dilihat dari depan atau atas, tidak ada kemiringan antara bagian kanan dan kiri kepala. Tinggi dan bentuk kedua sisi tampak rata, tidak ada bagian yang lebih tinggi atau lebih rendah secara mencolok. Ini menandakan bahwa kepala bayi tidak mengalami tekanan berlebihan di salah satu sisi.
Bentuk Kepala Bayi Tidak Normal
Bentuk kepala bayi normal dan tidak normal mungkin sulit untuk dirasakan oleh sebagian orang tua. Namun, ada beberapa hal yang bisa dijadikan acuan untuk menilai bentuk kepala bayi tidak normal:
1. Plagiocephaly (kepala peyang)
Plagiocephaly ditandai dengan satu sisi kepala yang tampak lebih datar dibandingkan sisi lain. Kepala tampak tidak simetris, misalnya, bagian belakang atau samping kanan atau kiri kepala terlihat rata, sementara bagian sebaliknya cenderung menonjol.
Kondisi ini sering terjadi jika bayi sering tidur dengan posisi kepala yang sama, sehingga tekanan pada satu sisi kepala lebih besar.
2. Brachycephaly
Pada brachycephaly, seluruh bagian belakang kepala bayi tampak datar dan melebar. Bentuk kepala bayi menjadi lebih lebar dan rata jika dilihat dari samping atau atas. Brachycephaly juga bisa disebabkan oleh kebiasaan tidur telentang tanpa variasi posisi, sehingga tekanan terus-menerus membuat tulang tengkorak di bagian belakang tidak berkembang bulat sempurna.
3. Scaphocephaly
Kepala bayi dengan scaphocephaly tampak lonjong atau memanjang ke arah depan dan belakang, bukan bulat. Bentuk kepala seperti ini biasanya terjadi jika ada penutupan dini pada salah satu garis pertumbuhan tulang tengkorak. Kondisi ini menyebabkan kepala terlihat lebih sempit dan panjang, dan perlu evaluasi medis lebih lanjut.
4. Craniosynostosis
Craniosynostosis adalah kondisi di mana satu atau lebih sutura (garis pertemuan tulang tengkorak) menutup terlalu cepat. Akibatnya, bentuk kepala bayi menjadi sangat tidak simetris, bisa tampak asimetris, peyang, atau bahkan ada benjolan keras di garis kepala. Penutupan dini sutura juga membuat ubun-ubun menutup sebelum waktunya.
5. Lingkar kepala sangat kecil atau besar
Bentuk kepala bayi tidak normal juga bisa dikenali dari lingkar kepala yang jauh lebih kecil (mikrosefali) atau lebih besar (makrosefali) dari ukuran rata-rata usia anak. Mikrosefali bisa menandakan gangguan pada pertumbuhan otak, sedangkan makrosefali bisa berhubungan dengan kelebihan cairan otak atau kondisi lainnya.
6. Ubun-ubun terasa keras atau menonjol
Jika ubun-ubun bayi terasa keras, menonjol keluar, atau bahkan tidak terasa lembut saat disentuh, kondisi ini patut diwaspadai. Ubun-ubun yang terlalu cepat menutup, membengkak, atau terasa tegang dapat menjadi tanda adanya masalah serius, misalnya tekanan di dalam kepala yang meningkat, infeksi, atau kelainan pertumbuhan tulang tengkorak.
Apabila saat memeriksa bentuk kepala bayi normal dan tidak normal Bunda menemukan adanya tanda mencurigakan, sebaiknya segera periksakan kondisi Si Kecil ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.
Faktor Risiko yang Dapat Menentukan Bentuk Kepala Bayi
Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada bentuk kepala bayi normal dan tidak normal, di antaranya:
- Bayi yang selalu tidur di posisi yang sama, membuat salah satu sisi kepala menjadi datar
- Tekanan saat bayi melewati jalan lahir dapat membuat kepala tampak lonjong
- Penutupan ubun-ubun yang terlalu cepat karena kelainan bawaan
- Bayi kembar atau bayi yang bergerak terbatas di dalam kandungan
- Proses persalinan dengan alat bantu, seperti vakum atau forceps, yang mana alat ini dapat memberi tekanan tambahan pada kepala bayi
Jika bentuk kepala bayi tampak berbeda atau tidak simetris dalam beberapa bulan pertama, jangan panik ya, Bun. Kebanyakan kasus akan membaik seiring waktu saat bayi lebih sering bergerak atau tengkurap.
Namun, penting untuk terus memantau bentuk kepala bayi normal dan tidak normal, serta waspada jika ada tanda-tanda yang tidak biasa, seperti ubun-ubun menutup terlalu cepat atau lingkar kepala tidak sesuai grafik pertumbuhan.
Pemantauan sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan tumbuh kembang. Jika Bunda ragu atau ingin mendapatkan penanganan lebih lanjut terkait bentuk kepala bayi normal dan tidak normal, gunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk konsultasi kapan saja.