Perubahan tubuh wanita pascamelahirkan merupakan hal yang normal terjadi di masa pemulihan setelah bersalin. Perubahan tubuh setelah melahirkan ini diperlukan untuk menyesuaikan kondisi badan setelah mengalami sekian banyak perubahan selama hamil.

Kehamilan dan persalinan membawa perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Selama 9 bulan mengandung, tubuh akan mengalami berbagai perubahan hingga akhirnya siap untuk melahirkan buah hati.

Kenali 10 Perubahan Tubuh Wanita Pascamelahirkan - Alodokter

Perubahan tersebut ada yang bisa kembali seperti semula setelah masa pemulihan, tetapi ada juga yang bersifat menetap.

Berbagai Perubahan pada Tubuh Wanita Setelah Melahirkan

Berikut ini adalah beberapa perubahan pada tubuh yang dapat dialami wanita setelah melahirkan:

1. Vagina mengeluarkan darah nifas

Setelah melahirkan, vagina akan mengeluarkan lokia atau darah nifas. Lokia terdiri dari darah, lendir, sisa plasenta, dan lapisan jaringan rahim. Darah nifas awalnya berwarna merah, lalu kecokelatan dan akhirnya kekuningan.

Selama 10 hari pertama setelah melahirkan, volume darah nifas akan cukup banyak sehingga Anda perlu mengganti pembalut setiap beberapa jam sekali. Umumnya, masa nifas berlangsung selama 6 minggu.

2. Sulit menahan buang air kecil

Selama kehamilan dan setelah bersalin, otot dasar panggul akan melemah akibat tertekan oleh janin dan pembesaran ukuran rahim. Melemahnya otot panggul bisa membuat Anda mengeluarkan sedikit urine saat batuk, bersin, atau mengangkat benda berat.

Untuk memperkuat otot panggul dan meringankan keluhan sulit menahan buang air kecil, Anda dapat melakukan latihan Kegel. Hindari pula aktivitas atau gerakan olahraga yang berlebihan, misal angkat beban atau bersepeda.

3. Vagina terasa lebar

Setelah melahirkan bayi secara normal, vagina akan terasa lebih lebar dan longgar. Hal ini normal terjadi dan biasanya mulai membaik dalam beberapa minggu setelah persalinan. Meski demikian, vagina tidak bisa kembali sepenuhnya ke bentuk semula.

Namun, Anda dapat melakukan senam Kegel untuk mengencangkan otot vagina dan otot dasar panggul. Selain itu, metode operasi vagina juga bisa menjadi pilihan untuk merapatkan vagina kembali, jika dirasa perlu.

4. Vagina terasa kering

Vagina kering setelah melahirkan adalah salah satu perubahan pada tubuh wanita yang normal terjadi. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Pada ibu menyusui, kadar hormon akan lebih rendah daripada ibu yang tidak menyusui.

Vagina kering akan membuat hubungan seks terasa kurang nyaman atau menyakitkan. Untuk mengatasi keluhan ini, Anda bisa menggunakan pelumas vagina yang berbahan dasar air saat berhubungan intim.

5. Muncul stretch mark di perut

Stretch mark terbentuk karena kulit meregang untuk memberi ruang bagi bayi yang sedang tumbuh. Muncul atau tidaknya stretch mark, tergantung pada faktor genetik dan seberapa cepat berat badan Anda bertambah.

Perubahan pada kulit ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan setelah persalinan.

6. Perut buncit

Setelah bayi dilahirkan, perut tidak langsung otomatis kembali ke bentuk semula. Dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan bagi rahim untuk kembali ke ukuran sebelum hamil. Meski demikian, perut mungkin tidak akan sekencang sebelumnya.

Guna mengencangkan otot perut, jalani pola makan sehat dan lakukan olahraga yang fokus pada pengencangan otot perut, seperti sit up, pilates, dan yoga khusus untuk mengecilkan perut.

7. Payudara bengkak dan nyeri

Setelah melahirkan, payudara akan memproduksi banyak ASI. Hal ini bisa membuat payudara bengkak dan terasa nyeri, terlebih jika ASI menumpuk di payudara.

Ketika payudara terasa nyeri, Anda bisa mengosongkan ASI dengan menyusui Si Kecil atau memerah ASI. Anda juga dapat menempelkan kompres dingin di payudara untuk meredakan nyeri.

Jika nyeri berlanjut selama beberapa hari dan payudara semakin bengkak atau bahkan bernanah, sebaiknya periksakan diri ke dokter karena hal ini bisa menjadi pertanda infeksi payudara.

8. Kaki bengkak dan nyeri

Saat hamil, tubuh akan menghasilkan lebih banyak darah dan cairan tubuh untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Akibatnya, bagian tubuh seperti tangan dan pergelangan kaki, akan lebih mudah mengalami pembengkakan.

Keluhan ini juga bisa terjadi hingga beberapa hari atau minggu setelah melahirkan. Untuk mengatasinya, Anda bisa konsumsi makanan kaya akan kalium, minum air putih yang cukup minimal 8 gelas setiap hari, dan rutin bergerak atau olahraga ringan.

9. Rambut rontok

Pascamelahirkan, kebanyakan wanita mengalami rambut yang lebih rontok dari biasanya. Hal ini disebabkan menurunnya kadar estrogen usai melahirkan.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Perubahan ini biasanya hanya terjadi selama beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Setelah itu, kondisi rambut Anda pun akan kembali normal.

10. Kulit kusam dan berjerawat

Sebagian wanita hamil mengalami perubahan warna kulit di sekeliling mata atau tumbuh jerawat yang lebih banyak dari biasanya. Setelah melahirkan, warna gelap atau jerawat pun akan segera berkurang.

Meski demikian, ada sebagian wanita yang mengalami ruam merah di sekitar mulut dan pipi serta kulit yang sangat kering. Kondisi ini biasanya akan hilang dalam beberapa minggu.

Anda mungkin merasa kewalahan karena harus menghadapi berbagai perubahan di atas sambil mengurus Si Kecil yang baru lahir. Bila memang butuh bantuan, jangan sungkan untuk meminta tolong kepada pasangan atau keluarga. Ingat, di masa pemulihan pascamelahirkan, Anda perlu benar-benar menjaga kesehatan, termasuk melakukan perawatan tubuh.

Jangan lupa untuk memeriksakan diri ke dokter setelah melahirkan, sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Sewaktu konsultasi, Anda bisa meminta saran mengenai cara mengatasi beragam keluhan fisik dan mental yang Anda alami, serta cara menghadapi perubahan tubuh pascamelahirkan.