Diagnosis polip hidung bertujuan untuk memastikan adanya pertumbuhan jaringan lunak di dalam rongga hidung atau sinus, sekaligus mencari penyebab yang mendasarinya, seperti alergi atau peradangan kronis. Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai serta mencegah komplikasi.
Pemeriksaan untuk Diagnosis Polip Hidung
Berikut ini adalah rangkaian pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis polip hidung:
Tanya jawab
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien, meliputi:
- Keluhan yang dirasakan, seperti hidung tersumbat, pilek berkepanjangan, atau penurunan kemampuan penciuman
- Lama dan frekuensi gejala yang muncul
- Faktor yang memperburuk atau meredakan keluhan
- Gejala lain yang menyertai, seperti nyeri wajah, sakit kepala, atau mendengkur
- Riwayat alergi, asma, atau sinusitis kronis
- Riwayat penggunaan obat-obatan
- Riwayat polip hidung dalam keluarga
Pemeriksaan fisik
Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada area hidung dan sekitarnya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat adanya pembengkakan, sumbatan, atau tanda peradangan pada rongga hidung.
Dokter akan memeriksa bagian dalam hidung menggunakan alat khusus untuk melihat keberadaan polip secara langsung. Pada beberapa kasus, polip dapat terlihat sebagai benjolan lunak berwarna pucat di dalam rongga hidung.
Pemeriksaan penunjang
Untuk memastikan diagnosis dan mengetahui penyebabnya, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, antara lain:
- Tes alergi, untuk menentukan jenis alergen yang memicu polip hidung, dengan menusukkan sejumlah kecil alergen ke kulit untuk melihat reaksi alergi
- Endoskopi hidung (nasoendoskopi), untuk melihat kondisi rongga hidung dan sinus lebih jelas, dengan memasukkan alat berbentuk selang lentur yang dilengkapi lampu dan kamera ke dalam hidung
- CT scan, untuk mengetahui ukuran dan lokasi polip hidung secara lebih rinci. Pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi gangguan lain di rongga hidung, seperti tumor atau kelainan struktur
- Tes genetik, untuk mendeteksi kemungkinan cystic fibrosis, yaitu kelainan bawaan yang memengaruhi produksi lendir, keringat, air mata, dan air liur
Pada beberapa kasus, pemeriksaan lanjutan sangat penting untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dengan gejala serupa. Oleh karena itu, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan sesuai anjuran dokter agar diagnosis dapat ditegakkan secara akurat.