Sejumlah teori mengungkapkan, ada posisi bercinta tertentu yang tidak hanya dapat memberikan kenikmatan dan kepuasan seksual, namun juga dipercaya dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Berikut seputar teori posisi bercinta agar cepat hamil dan faktanya.   

Posisi bercinta yang paling baik adalah posisi bercinta yang nyaman dan tidak menyakitkan, namun dapat memberikan kepuasan seksual terhadap masing-masing pasangan. Posisi missionary, doggy style, dan women on top adalah beberapa posisi bercinta yang paling umum dan mudah dilakukan. Selain untuk mencapai kepuasan seksual, banyak pasangan yang mencoba melakukan berbagai posisi seks agar cepat hamil. Hal ini berdasarkan sejumlah teori yang menyebutkan bahwa hal tersebut dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Perhatikan Posisi Bercinta Berikut Ini Agar Cepat Hamil - Alodokter

Memahami Proses Kehamilan dan Posisi Bercinta Agar Cepat Hamil

Sebelum lebih jauh mengulas tentang teori-teori terkait posisi bercinta agar cepat hamil, baiknya Anda pahami bahwa kehamilan terjadi saat hubungan seksual dilakukan tanpa kondom ataupun alat kontrasepsi lainnya, di mana sperma masuk ke vagina dan menuju sel telur. Peluang kehamilan meningkat ketika sperma masuk ke vagina pada saat mendekati masa ovulasi.

Kehamilan juga dapat terjadi pada posisi bercinta seperti apa pun, asalkan melibatkan penetrasi penis ke dalam vagina. Selagi posisi tersebut dapat mendekatkan sperma pada leher rahim, maka memungkinkan wanita untuk hamil.

Berdasarkan sejumlah teori, posisi bercinta agar cepat hamil yang mungkin bisa dilakukan adalah:

  • Posisi misionaris.
  • Posisi penetrasi dari belakang (doggy style).
  • Posisi women on top (wanita di atas).
  • Variasi posisi di ujung tempat tidur.
  • Posisi bercinta yang dilakukan dari sudut sebelah kanan.

Posisi misionaris dan doggy style memungkinkan penetrasi yang lebih dalam. Hal ini berarti bahwa posisi tersebut lebih mungkin menempatkan sperma tepat di dekat leher rahim. Hasil penelitian memastikan bahwa pada kedua posisi tersebut, ujung penis mencapai area antara leher rahim dan dinding vagina. Posisi misionaris memungkinkan penis menjangkau area di depan serviks (leher rahim). Sementara posisi doggy style memungkinkan penis mencapai area di belakang serviks.

Dari hasil sebuah penelitian lainnya dengan pemindaian MRI, diketahui bahwa ejakulasi dengan posisi penetrasi dari belakang lebih mendekatkan sperma pada leher rahim, dibanding posisi misionaris. Penelitian ini tidak menegaskan tentang pengaruh posisi bercinta ini terhadap keberhasilan kehamilan. Hanya saja, diasumsikan bahwa ejakulasi yang lebih dekat ke leher rahim akan lebih baik.

Namun, ada sebagian gaya bercinta tertentu yang berisiko membatasi pergerakan sperma menuju sel telur. Posisi bercinta ini dikaitkan dengan perlawanan terhadap gaya gravitasi, antara lain posisi bercinta sambil berdiri, duduk, dan wanita di atas. Tetapi kembali lagi, sejauh ini belum ada fakta ilmiah yang dapat memastikan kaitan posisi bercinta tersebut dengan berkurangnya peluang hamil.

Meski tidak ada penelitian khusus tentang posisi bercinta yang paling tepat untuk hamil, tapi dipercaya bahwa posisi pria di atas atau missionary adalah posisi yang paling memudahkan terjadinya proses pembuahan, menurut seorang pakar kesehatan wanita.

Upaya untuk Mendukung Peluang Kehamilan

Posisi bercinta tertentu bukan penentu mutlak terjadinya kehamilan. Jadi, tidak perlu terlalu fokus dengan posisi bercinta agar cepat hamil, Anda bisa mencoba melakukan variasi posisi lainnya yang dapat membawa kesenangan baru dalam kehidupan seks Anda bersama pasangan. Bahkan, jika posisi itu tidak meningkatkan peluang kehamilan, melakukannya mungkin bermanfaat untuk alasan emosional dan hubungan.

Jangan lupa untuk memperhatikan hal-hal lain yang juga mungkin dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan, misalnya foreplay dan juga orgasme. Sejumlah penelitian mengungkapkan foreplay yang lebih lama dan tingkat gairah seksual yang lebih tinggi sebelum ejakulasi telah terbukti meningkatkan jumlah sperma dan kesuburan. Penelitian lain mengungkapkan bahwa orgasme wanita yang terjadi sesaat sebelum, selama, atau kadang setelah pria melakukan ejakulasi diduga dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Untuk meningkatkan peluang kehamilan, disarankan berhubungan seksual setiap dua hari sekali, terutama di sekitar masa ovulasi. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada pria agar bisa mengembalikan jumlah sperma yang normal.

Sperma dapat hidup di luar tubuh pria dan bergerak ke rahim hingga 72 jam setelah penetrasi. Anda disarankan berbaringlah selama setidaknya 10-15 menit setelah bercinta dan tunda ke kamar mandi untuk memberi waktu sperma untuk sampai ke leher rahim.

Hindari menyemprot apalagi membersihkan vagina dengan cairan pembersih sehabis bercinta. Sperma membutuhkan kadar asam-basa tertentu agar tetap hidup hingga mencapai sel telur. Sementara, penggunaan pembersih justru akan mengubah kadar ini. Pembersih juga berisiko menghilangkan cairan vagina yang dibutuhkan sperma untuk berenang lebih cepat mencapai rahim.

Selain melakukan posisi bercinta agar cepat hamil dan teknik pendukung untuk meningkatkan peluang kehamilan, jangan lupa untuk menerapkan pola hidup sehat dengan pola makan yang seimbang. Anda juga disarankan aktif berolahraga, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol untuk mendukung program kehamilan.

Jika sudah mencoba posisi bercinta dan menerapkan beberapa cara untuk hamil tetapi masih belum mendapat momongan, terlebih jika sudah menjalaninya selama lebih dari 6 bulan, atau jika Anda wanita berusia di atas 35 tahun, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kesuburan.