Pramifrol ER adalah obat yang digunakan untuk meringankan gejala penyakit Parkinson, seperti tremor dan kekakuan otot. Obat ini dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau pun  dikombinasikan dengan levodopa.

Dalam setiap tabletnya, Pramifrol ER mengandung pramipexole. Kandungannya tersebut bekerja dengan menyeimbangkan kadar dopamin, yaitu zat kimia yang berperan penting dalam mengatur pergerakan tubuh. Dengan begitu, otot kaku dan tremor  yang tidak terkontrol pada penderita bisa berkurang. 

Pramifrol ER

Selain itu, Pramifrol ER juga dapat menangani sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome (RLS). Kondisi ini ditandai dengan rasa ingin menggerakkan kaki terus-menerus, bahkan ketika sedang beristirahat. Dengan mengonsumsi obat ini, penderita bisa tidur dan beraktivitas lebih nyaman.

Pramifrol ER tersedia dalam dua dosis tablet, yaitu yang mengandung 0,75 mg pramipexole dan 0,375 mg pramipexole. Dosis yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan pasien.  

Apa Itu Pramifrol ER

Bahan aktif Pramipexole
Golongan  Obat bebas 
Kategori  Agonist dopamine
Manfaat Mengatasi gejala penyakit Parkinson
Meringankan gejala sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome/RLS
Digunakan oleh Dewasa
Pramifrol ER untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Pramifrol ER untuk ibu menyusui Pramipexole dalam Pramifrol ER bisa menurunkan produksi ASI, terutama pada minggu pertama setelah melahirkan. Penggunaan Pramifrol ER juga bisa menyebabkan kantuk berat. Karenanya, Pramifrol ER tidak boleh digunakan selama masa menyusui, kecuali atas anjuran dokter. 
Tanyakan kepada dokter mengenai obat lain yang lebih aman digunakan selama masa menyusui, terutama jika bayi lahir prematur atau usia bayi belum genap 1 bulan.
Bentuk obat Tablet pelepasan lambat

Peringatan sebelum Menggunakan Pramifrol ER

Karena termasuk obat resep, Pramifrol ER tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Beri tahu dokter perihal riwayat alergi yang Anda miliki. Pramifrol ER tidak boleh digunakan oleh individu yang alergi terhadap obat ini.
  • Bicarakan dengan dokter jika Anda pernah atau sedang menderita gangguan gerak berupa gerakan berulang yang tidak disengaja, baik yang dipicu pengobatan tertentu maupun yang tidak. 
  • Sampaikan kepada dokter mengenai penggunaan Pramifrol ER jika Anda sedang atau pernah mengalami hipotensi atau tekanan darah rendah, hipotensi ortostatik, penyakit jantung, penyakit ginjal, atau gangguan tidur, seperti sleep apnea atau narkolepsi.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika pernah mengalami halusinasi, linglung, psikosis, atau skizofrenia.
  • Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. 
  • Konsultasikan dengan dokter jika sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi interaksi obat.
  • Hindari konsumsi Pramifrol ER bersama produk herbal yang mengandung St John's wort atau valerian tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Pramifrol ER jika direncanakan untuk menjalani operasi atau tindakan medis apa pun, termasuk operasi gigi.
  • Jangan mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum obat ini. Pramifrol ER dapat menyebabkan pusing, kantuk, dan tertidur mendadak. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima jika hendak melakukan kegiatan tersebut.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Pramifrol ER. Minuman beralkohol bisa menambah berat efek kantuk dari obat ini.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Pramifrol ER.

Dosis dan Aturan Pakai Pramifrol ER

Untuk menangani gejala penyakit Parkinson dan RLS, dosis umum penggunaan Pramifrol ER yang dapat diberikan adalah:

Kondisi: Penyakit Parkinson

  • Dosis awal 0,375 mg per hari. Bila perlu, dosis ditingkatkan menjadi 0,75 mg setelah 5–7 hari. Jika perbaikan gejala belum maksimal, dosis dapat ditingkatkan lagi sebesar 0,75 mg setiap minimal 1 minggu. Dosis maksimal 4,5 mg per hari.

Kondisi: Sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome

  • Dosis awal 0,125 mg, 1 kali sehari dikonsumsi 2–3 jam sebelum tidur. Dosis dapat ditingkatkan tiap 4–7 hari dengan maksimal dosis 0,75 mg per hari.

Cara Menggunakan Pramifrol ER dengan Benar 

Gunakan Pramifrol ER sesuai dengan anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Agar hasil pengobatan lebih optimal, perhatikan cara penggunaannya berikut ini:

  • Pramifrol ER bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Jika timbul mual, sebaiknya konsumsi obat ini pada saat makan.
  • Telan Pramifrol ER dalam kondisi utuh dengan air putih, tanpa dikunyah, dibelah, atau dihancurkan terlebih dahulu. 
  • Penggunaan Pramifrol ER dapat menyebabkan tekanan darah rendah dan hipotensi ortostatik, yaitu pusing saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Untuk mencegah hal ini terjadi, hindari gerakan yang terlalu cepat saat hendak berdiri.
  • Bagi pasien penyakit Parkinson yang lupa mengonsumsi Pramifrol ER, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Apabila lupa mengonsumsi Pramifrol ER, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat sudah terlewat lebih dari 12 jam, minumlah Pramifrol ER pada jadwal berikutnya tanpa menggandakan dosis.
  • Bagi pasien RLS yang lupa mengonsumsi Pramifrol ER, abaikan saja dosis yang terlewat dan minumlah obat pada jadwal selanjutnya tanpa menggandakan dosis.
  • Lakukan kontrol sesuai dengan jadwal yang diberikan dokter. Selama menggunakan Pramifrol ER, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan mata secara rutin untuk mendeteksi munculnya efek samping gangguan penglihatan selama pengobatan.
  • Jangan menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter. Menghentikan penggunaan Pramifrol ER secara mendadak dapat menimbulkan gejala putus obat, seperti gangguan kecemasan, depresi, linglung, dan kaku otot. Jika pengobatan perlu dihentikan, dokter akan mengurangi dosis secara berkala.
  • Simpan Pramifrol ER di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan konsumsi Pramifrol ER yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa

Interaksi Pramifrol ER dengan Obat Lain 

Kandungan pramipexole dalam Pramifrol ER dapat menimbulkan interaksi apabila digunakan bersama obat-obatan berikut ini:

  • Peningkatan efek kantuk jika digunakan dengan obat-obatan yang menekan sistem saraf pusat, seperti benzodiazepine atau barbiturat
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping Pramifrol ER jika digunakan dengan cimetidine
  • Penurunan efektivitas Pramifrol ER jika digunakan dengan metildopa atau obat golongan antipsikotik, seperti haloperidol

Agar tidak terjadi interaksi obat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan Pramifrol ER bersama obat lain, suplemen, maupun produk herbal.

Efek Samping dan Bahaya Pramifrol ER

Penggunaan Pramifrol ER dapat menimbulkan beberapa efek samping, antara lain:

  • Mual
  • Kantuk
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Sering buang air kecil
  • Mulut kering
  • Gangguan tidur, seperti insomnia atau mimpi yang aneh
  • Sembelit atau malah diare
  • Lemas
  • Kehilangan nafsu makan

Perlu diketahui, penggunaan Pramifrol ER juga bisa menyebabkan seseorang tertidur tiba-tiba saat sedang beraktivitas, misalnya saat sedang makan, bekerja, atau berkendara, bahkan ketika sama sekali tidak merasakan kantuk. Beri tahu dokter jika hal ini terjadi selama pengobatan. 

Segera konsultasikan ke dokter, baik melalui Chat Bersama Dokter maupun secara langsung, jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang mengganggu, seperti:

  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • Perubahan suasana hati dan perilaku yang drastis, seperti halusinasi, depresi, perilaku agresif, perilaku impulsif, atau hilang ingatan
  • Tremor makin parah, makin sulit berjalan atau bergerak
  • Kram atau nyeri otot
  • Perubahan postur yang terlihat tidak biasa, misalnya tubuh jadi membungkuk
  • Tidak bisa diam atau tidak berhenti bergerak
  • Performa dan gairah seksual menurun, atau impotensi
  • Bengkak di kaki
  • Nyeri dada, detak jantung tidak teratur, sesak napas
  • Gangguan penglihatan
  • Gerakan tubuh yang tidak terkendali, seperti kedutan atau menghentakkan bagian tubuh tertentu
  • Gejala gangguan ginjal, seperti urine yang keluar makin sedikit atau tidak keluar sama sekali