Puting payudara sakit biasa dialami seorang ibu yang sedang menyusui pada seminggu awal pemberian air susu ibu (ASI). Namun, kadang rasa nyeri dapat terjadi berkepanjangan, dan wanita yang tidak sedang menyusui juga dapat  mengalami puting payudara sakit. Ketahui berbagai penyebabnya, agar tahu kapan perlu memeriksakan diri ke dokter.

Tidak hanya faktor menyusui, berbagai faktor lain bisa menjadi penyebab timbulnya rasa sakit atau tidak nyaman pada puting payudara. Mulai dari penggunaan bra yang terlalu ketat hingga kondisi medis serius, seperti gejala kanker payudara. Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui penyebab puting payudara sakit dan kapan harus mewaspadainya.

Puting Payudara Sakit adalah Normal, tapi Waspadai jika Terlalu Lama - Alodokter

Penyebab Puting Payudara Sakit

Secara umum, berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan puting payudara sakit:

  • Masalah saat menyusui
    Berbagai masalah yang timbul ketika menyusui dapat menyebabkan rasa sakit pada puting payudara, misalnya saat bayi tidak dapat menyusu dengan baik. Puting payudara ibu mungkin terlalu jauh dari mulut bayi, sehingga dia harus menarik puting ke dalam mulutnya, kemudian menjepitnya dengan langit-langit mulut yang keras yang akhirnya menyakiti puting ibu. Bila hal ini terjadi, jangan menarik keluar puting dengan paksa. Masukkan jari Ibu ke mulut bayi dan perlahan-lahan tarik puting Ibu. Setelah itu, ulangi proses menyusui dengan baik dan benar.Masalah lainnya adalah ketika bayi mulai tumbuh gigi dan mengubah caranya dalam menyusu. Hal ini karena bayi belum merasa nyaman dengan giginya, sehingga cenderung menggigit puting payudara ibu. Anda bisa menghindari tergigitnya puting dengan memastikan mulut bayi terbuka lebar saat menyusu. Puting yang sakit merupakan masalah umum bagi ibu menyusui.
  • Mastitis
    Bila aliran susu tidak berjalan lancar selama ibu menyusui, saluran susu dapat mengalami peradangan atau disebut mastitis. Gejalanya mencakup timbulnya kemerahan pada bagian payudara yang terasa sakit, kemerahan, serta gejala mirip flu seperti demam dan lemas. Untuk membantu mengurangi nyeri Anda bisa melakukan beberapa cara seperti menyusui bayi dengan lebih sering, susui bayi pada payudara yang sakit terlebih dahulu, peras payudara menggunakan tangan bila payudara masih terasa penuh setelah menyusui, kompres payudara dengan air hangat atau mandi dengan air hangat sebelum menyusui, serta beristirahatlah dengan cukup.
  • Abses payudara
    Terbentuknya nanah di dalam payudara atau disebut abses payudara juga dapat menimbulkan rasa nyeri. Hal ini bisa disebabkan oleh bakteri yang masuk ke jaringan payudara, atau disebabkan oleh saluran susu yang tersumbat. Abses sering kali berkaitan dengan mastitis, atau bisa juga disebabkan oleh luka di payudara, misalnya setelah tindik di puting payudara. Gejalanya berupa bengkak, kemerahan, dan terasa panas di sekitar puting payudara. Nanah di dalam payudara perlu dikeluarkan dan diobati dengan antibiotik dari dokter.
  • Kandidiasis
    Infeksi jamur atau kandidiasis pada puting payudara dapat menyebabkan rasa nyeri pada puting. Gejalanya antara lain adalah rasa nyeri pada salah satu atau kedua payudara, rasa nyeri dapat bertahan hingga satu jam setelah menyusui, puting payudara tampak merekah, kering, atau terasa perih. Gejala kandidiasis bisa terasa beberapa minggu setelah mulai menyusui. Namun, bisa juga tidak muncul gejala infeksi sama sekali pada payudara ibu. Pada mulut bayi, dapat muncul sariawan berupa bercak putih. Bila sudah seperti ini, baik ibu maupun bayi memerlukan pengobatan dengan krim atau gel antijamur atau obat yang diminum.
  • Perubahan hormon
    Puting payudara terasa sakit atau tidak nyaman merupakan hal umum yang dialami wanita dalam siklus bulanan, biasanya saat pramenstruasi. Hal ini dipicu oleh perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron. Tidak perlu khawatir, karena biasanya ini merupakan kondisi normal.Selain siklus menstruasi, perubahan hormon pada ibu hamil juga bisa menjadikan payudara terasa lebih penuh, berat, serta sakit. Selain itu, areola atau lingkaran hitam di sekitar puting menjadi melebar dan berwarna lebih gelap. Ibu hamil mengalami kondisi ini ketika usia kehamilan 6-8 minggu. Untuk meminimalkan tekanan dan rasa tidak nyaman pada payudara, gunakan bra yang nyaman dengan ukuran yang tepat. Pilihlah bra berbahan katun. Ibu hamil juga bisa menggunakan bra khusus untuk tidur saat malam hari.
  • Iritasi kulit
    Puting payudara merupakan area yang sangat sensitif dan dapat bereaksi pada perubahan lingkungan di sekitarnya, misalnya akibat penggunaan sabun, detergen untuk mencuci, bahan pakaian tertentu seperti wool, atau cuaca panas maupun dingin. Iritasi kulit pada puting juga bisa muncul karena alergi. Gejala iritasi kulit atau dermatitis pada puting payudara antara lain adalah rasa gatal, puting menjadi kemerahan atau merekah.
  • Gesekan
    Saat Anda beraktivitas atau berolahraga, puting payudara dapat bergesekan dengan pakaian dan membuatnya terasa sakit. Oleh karena itu, gunakan bra yang tepat, misalnya bra khusus untuk berolahraga. Selain itu, bila kulit payudara sudah terlanjur iritasi, gunakan krim khusus untuk puting dan payudara sebelum berpakaian. Selain berolahraga, gesekan pada payudara juga bisa disebabkan oleh aktivitas seksual, misalnya meraba payudara dengan kasar. Biasanya rasa sakit ini bersifat sementara.
  • Kanker payudara
    Selain faktor-faktor di atas, puting payudara sakit bisa juga disebabkan oleh kanker payudara. Gejalanya bisa berupa adanya benjolan pada payudara, puting terasa nyeri, keluar cairan dari puting saat tidak hamil atau menyusui, dan puting payudara tertarik ke dalam. Perubahan ukuran, bentuk, dan warna kulit di payudara juga dapat menandakan kemungkinan kanker payudara. Karena itu penting untuk melakukan pemeriksaan payudara rutin untuk mendeteksi dini kanker payudara.

Bila Anda seorang ibu yang sedang menyusui, puting payudara yang sakit tidak akan berdampak pada bayi secara langsung. Namun, bila bayi tidak menyusu dengan baik dan benar, dia akan berhenti menyusu sebelum mendapatkan cukup ASI. Sebagai akibatnya, bayi dapat memiliki berat badan yang rendah. Jalan terbaik untuk menangani kondisi ini adalah memperbaiki pelekatan menyusui. Jika keluhan puting payudara sakit tidak membaik setelah beberapa hari, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.