Rahang tidak simetris adalah kondisi ketika bentuk atau posisi rahang tampak tidak seimbang antara sisi kiri dan kanan wajah. Meski sering kali tidak berbahaya, rahang tidak simetris dapat memengaruhi rasa percaya diri dan menimbulkan gangguan fungsi, seperti kesulitan mengunyah atau berbicara.

Bentuk rahang setiap orang memang unik. Namun, bila rahang tidak simetris terlihat jelas atau baru muncul seiring waktu, kondisi ini dapat menandakan adanya masalah tertentu. Bahkan, banyak orang baru menyadari rahang tidak simetris setelah melihat foto diri, bercermin lebih saksama, atau merasakan perubahan pada fungsi mulut.

Rahang Tidak Simetris, Inilah Penyebab dan Langkah Penanganannya - Alodokter

Selain faktor keturunan, rahang tidak simetris juga dapat dipicu oleh cedera, gangguan sendi, penyakit tertentu, atau kebiasaan sehari-hari.

Rahang Tidak Simetris dan Penyebabnya

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan rahang tidak simetris, di antaranya:

1. Faktor keturunan

Rahang tidak simetris dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang diturunkan dalam keluarga. Pada kondisi ini, perbedaan bentuk atau ukuran rahang biasanya sudah ada sejak kecil dan cenderung stabil seiring bertambahnya usia. 

Asimetri akibat faktor keturunan umumnya bersifat ringan dan tidak selalu menimbulkan gangguan fungsi, meskipun pada sebagian orang dapat cukup terlihat secara estetika.

2. Kondisi bawaan lahir

Beberapa orang terlahir dengan pertumbuhan tulang wajah yang tidak seimbang, termasuk rahang atas dan rahang bawah. Gangguan pembentukan tulang sejak dalam kandungan ini dapat menyebabkan rahang tidak simetris yang tampak sejak bayi atau masa kanak-kanak. Tingkat keparahannya bervariasi, tergantung pada sejauh mana pertumbuhan tulang wajah terpengaruh.

3. Kebiasaan sehari-hari

Kebiasaan tertentu, seperti mengunyah makanan hanya di satu sisi, sering menopang dagu, atau postur kepala yang tidak seimbang dalam waktu lama, dapat memengaruhi kerja otot dan sendi rahang. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat berkontribusi pada perubahan posisi rahang secara perlahan sehingga terlihat tidak simetris.

4. Cedera pada wajah

Cedera pada wajah, seperti benturan keras, kecelakaan, atau patah tulang rahang, dapat mengubah posisi dan bentuk rahang. Jika penyembuhan tulang tidak optimal atau tidak sejajar, rahang bisa tampak miring atau bergeser ke satu sisi. Asimetri akibat trauma juga sering disertai keluhan nyeri atau gangguan saat membuka dan menutup mulut.

5. Gangguan sendi rahang

Pertumbuhan rahang yang tidak seimbang atau gangguan pada sendi temporomandibular (TMJ) dapat menyebabkan rahang tidak simetris. Kondisi ini bisa membuat rahang bergerak tidak normal, menimbulkan bunyi saat mengunyah, atau menyebabkan nyeri di sekitar rahang dan telinga. 

Dalam jangka panjang, gangguan sendi rahang dapat memperparah perbedaan posisi rahang kiri dan kanan.

6. Infeksi atau tumor pada tulang rahang

Infeksi berat pada tulang rahang atau jaringan di sekitarnya dapat merusak struktur tulang dan memengaruhi bentuk rahang. Selain itu, tumor jinak maupun ganas yang tumbuh di area rahang dapat mendorong atau mengubah posisi tulang secara perlahan.

Meski jarang terjadi, penyebab rahang tidak simetris ini perlu diwaspadai, terutama bila rahang tidak simetris disertai pembengkakan atau nyeri yang menetap.

7. Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis tertentu, seperti tortikolis yang menyebabkan kekakuan otot leher, gangguan saraf setelah stroke, atau masalah pernapasan hidung kronis, dapat memengaruhi keseimbangan otot wajah dan rahang. Ketidakseimbangan ini dapat menarik rahang ke satu sisi dan memicu rahang tidak simetris, terutama bila kondisi berlangsung dalam waktu lama.

Langkah Penanganan Rahang Tidak Simetris

Pada kasus yang ringan, rahang tidak simetris sering kali tidak menimbulkan keluhan berarti dan tidak mengganggu fungsi mulut. Namun, pada kondisi yang lebih berat, rahang tidak simetris dapat menyebabkan nyeri rahang, kesulitan mengunyah atau berbicara, gangguan sendi rahang, hingga perubahan bentuk wajah yang semakin jelas.

Oleh karena itu, penanganan rahang tidak simetris perlu disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Jika tergolong ringan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan, seperti:

  • Menghindari kebiasaan mengunyah hanya di satu sisi dan membiasakan penggunaan kedua sisi rahang secara seimbang.
  • Menghindari kebiasaan menopang dagu atau posisi kepala yang tidak sejajar dalam waktu lama.
  • Melakukan latihan atau fisioterapi rahang sesuai anjuran tenaga medis untuk membantu keseimbangan otot dan sendi rahang.
  • Mengompres hangat atau dingin pada area rahang untuk membantu meredakan nyeri atau ketegangan otot.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, bila rahang tidak simetris disertai nyeri ringan.

Sementara itu, pada kasus yang lebih berat atau bila rahang tidak simetris disertai gangguan fungsi yang signifikan, penanganan medis lanjutan dapat diperlukan. Penanganan ini dapat berupa:

  • Perawatan ortodonti, seperti penggunaan kawat gigi atau alat ortopedik rahang untuk membantu memperbaiki posisi rahang dan susunan gigi.
  • Terapi sendi rahang (TMJ therapy), yang bertujuan mengurangi nyeri dan memperbaiki pergerakan rahang bila asimetri disebabkan oleh gangguan sendi.
  • Tindakan bedah rahang (bedah ortognatik), yang dilakukan pada kasus tertentu dengan kelainan struktur rahang yang cukup berat, untuk memperbaiki keseimbangan dan fungsi rahang secara menyeluruh.

Jika rahang tidak simetris menimbulkan nyeri, gangguan mengunyah atau berbicara, atau perubahan bentuk wajah yang semakin jelas, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. 

Sedangkan pemeriksaan langsung ke dokter spesialis bedah mulut dianjurkan bila keluhan menetap atau semakin berat, agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganan yang tepat dapat ditentukan.