Rhinitis adalah peradangan atau iritasi pada lapisan lendir hidung, yang ditandai dengan gejala berupa pilek, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Kondisi ini sering disertai dengan peradangan pada mata, telinga, atau tenggorokan.
Rhinitis dapat bersifat ringan hingga berat. Rhinitis ringan biasanya tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Sebaliknya, rhinitis berat dapat mengganggu aktivitas bahkan mengganggu tidur.

Bila terjadi berkepanjangan, rhinitis dapat menimbulkan komplikasi berupa sinusitis, infeksi telinga tengah, atau polip hidung.
Penyebab Rhinitis
Berdasarkan penyebabnya, rhinitis dibagi menjadi rhinitis alergi dan rhinitis nonalergi. Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya rhinitis:
Rhinitis alergi
Rhinitis alergi terjadi ketika hidung bereaksi terhadap zat pemicu alergi, seperti:
- Debu dan tungau
- Serbuk sari
- Bulu hewan
- Jamur
- Asap rokok atau polusi udara
Rhinitis nonalergi
Rhinitis nonalergi tidak disebabkan oleh alergi, tetapi dipicu oleh beberapa kondisi berikut:
- Infeksi virus, seperti flu atau pilek
- Udara dingin atau perubahan cuaca
- Bau menyengat, misalnya parfum atau bahan kimia
- Perubahan hormon, seperti saat hamil
- Penggunaan semprot hidung dalam jangka panjang
- Stres atau emosi berlebihan
Faktor Risiko Rhinitis
Rhinitis dapat dialami oleh siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada orang dengan kondisi tertentu. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya rhinitis adalah:
- Berusia di atas 20 tahun
- Berjenis kelamin wanita, karena wanita mengalami perubahan hormon selama siklus menstruasi atau kehamilan
- Sering terpapar debu, asap rokok, atau polusi udara
Gejala Rhinitis
Gejala rhinitis dapat berbeda pada tiap orang, tergantung penyebabnya. Namun, beberapa keluhan yang umum terjadi antara lain:
- Hidung meler atau berair
- Hidung tersumbat
- Bersin-bersin
- Hidung terasa gatal
- Mata berair atau gatal
- Lendir hidung mengalir ke tenggorokan (post-nasal drip)
- Penurunan indra penciuman
Jika keluhan rhinitis sering kambuh, berlangsung lama, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter. Dokter dapat membantu memastikan penyebab rhinitis dan memberikan saran pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan diri ke dokter jika rhinitis yang Anda alami disertai dengan kondisi berikut:
- Gejala rhinitis mengganggu aktivitas sehari-hari
- Gejala membuat Anda sulit tidur
- Keluhan tidak membaik meskipun sudah menggunakan obat alergi
Untuk memudahkan konsultasi dan pemeriksaan, Anda dapat memanfaatkan layanan booking dokter di aplikasi Alodokter agar dapat ditangani secara tepat dan cepat.
Diagnosis Rhinitis
Dalam mendiagnosis rhinitis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan yang diawali dengan sesi tanya jawab medis. Pada tahap ini, dokter akan menanyakan hal-hal berikut:
- Gejala yang dialami
- Faktor pemicu yang sering menyebabkan gejala muncul, misalnya paparan debu, asap, udara dingin, atau bulu hewan
- Riwayat alergi yang pernah dialami
- Penggunaan obat-obatan tertentu yang sedang atau pernah dikonsumsi
Selain tanya jawab medis, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik pada hidung dan saluran pernapasan. Bila diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti tes alergi, endoskopi hidung, atau CT scan.
Pengobatan Rhinitis
Pengobatan rhinitis bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah kekambuhan. Penanganannya tergantung pada penyebab serta berat-ringannya keluhan. Beberapa langkah pengobatan dan perawatan rhinitis meliputi:
Perawatan Mandiri
Beberapa langkah sederhana berikut dapat dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala rhinitis:
- Menghindari pemicu seperti debu, asap rokok, polusi udara, bulu hewan, atau udara dingin
- Membersihkan hidung dengan cairan saline untuk membantu mengencerkan lendir dan membersihkan alergen atau iritan
- Menggunakan masker saat berada di lingkungan berdebu atau berpolusi
Pengobatan oleh Dokter
Jika keluhan tidak membaik atau sering kambuh, dokter dapat memberikan penanganan medis, antara lain:
- Obat-obatan, seperti antihistamin, dekongestan, atau semprot hidung kortikosteroid, sesuai dengan jenis rhinitis dan kondisi pasien
- Terapi tambahan, misalnya imunoterapi alergi, pada rhinitis alergi yang berat atau sulit dikendalikan
Komplikasi Rhinitis
Jika tidak ditangani dengan baik, rhinitis dapat menimbulkan beberapa komplikasi berikut:
- Sinusitis, akibat peradangan yang menyebar ke rongga sinus
- Infeksi telinga (otitis media), terutama pada anak-anak
- Asma memburuk atau kambuh, khususnya pada penderita asma yang juga mengalami rhinitis alergi
- Polip hidung, yaitu pertumbuhan jaringan lunak di rongga hidung atau sinus akibat peradangan kronis yang berlangsung lama
Pencegahan Rhinitis
Beberapa langkah berikut dapat dilakukan untuk membantu mencegah rhinitis atau mengurangi kekambuhan gejalanya:
- Hindari pemicu alergi, seperti debu, tungau, serbuk sari, bulu hewan, atau asap rokok
- Jaga kebersihan rumah, termasuk rutin membersihkan tempat tidur, karpet, dan tirai
- Gunakan masker saat berada di lingkungan berdebu, berasap, atau saat membersihkan rumah
- Cuci tangan dan wajah secara rutin, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan
- Hindari perubahan suhu ekstrem atau udara dingin yang dapat memicu rhinitis nonalergi
- Gunakan humidifier bila udara di ruangan terasa kering, terutama saat menggunakan AC
- Kelola alergi dengan baik, misalnya dengan minum obat sesuai anjuran dokter jika memiliki riwayat rhinitis alergi
- Jaga daya tahan tubuh, dengan istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, dan berolahraga secara teratur