Untuk mendiagnosis rhinitis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan yang diawali dengan sesi tanya jawab medis. Pada tahap ini, dokter akan menanyakan hal-hal berikut:
- Gejala yang dialami
- Faktor pemicu yang sering menyebabkan gejala muncul, misalnya paparan debu, asap, udara dingin, atau bulu hewan
- Riwayat alergi yang pernah dialami
- Penggunaan obat-obatan tertentu yang sedang atau pernah dikonsumsi
Selain tanya jawab medis, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik pada hidung dan saluran pernapasan. Selanjutnya, untuk menentukan apakah rhinitis disebabkan oleh alergi atau bukan, dokter akan melakukan tes alergi yang meliputi:
- Tes darah
Tes darah dilakukan untuk memeriksa keberadaan antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh ketika mengalami alergi, yaitu imunoglobulin E (IgE). - Tes tusuk kulit
Tes tusuk kulit dilakukan untuk mengetahui zat yang menjadi pemicu alergi (alergen). Dalam prosesnya, dokter akan menusukkan jarum ke kulit di bagian lengan atau punggung yang sebelumnya telah diolesi berbagai jenis alergen.
Bila ternyata rhinitis bukan disebabkan oleh alergi, dokter akan melakukan beberapa tes lanjutan untuk mencari tahu penyebabnya, antara lain:
- Endoskopi hidung (nasoendoskopi)
Tes ini dilakukan untuk melihat bagian dalam hidung dengan menggunakan selang yang dilengkapi kamera dan lampu di bagian ujungnya. - CT scan
CT scan adalah pemindaian menggunakan sinar X untuk melihat saluran hidung dan sinus dengan lebih detail.
Untuk memastikan diagnosis rhinitis dan mendapatkan penanganan yang sesuai, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Anda dapat melakukan booking dokter secara online melalui aplikasi Alodokter untuk memilih jadwal konsultasi sesuai kebutuhan.