Penanganan utama untuk penderita rhinitis adalah mengobati penyebabnya dan menghindari pemicunya. Contohnya, bila seseorang mengalami rhinitis setiap dekat dengan hewan peliharaan, cobalah untuk lebih sering memandikan hewan tersebut. Bila memungkinkan, sebaiknya jangan memelihara hewan.

Untuk rhinitis ringan, penanganan dapat dilakukan dengan perawatan mandiri di rumah. Sedangkan untuk rhinitis yang sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, penanganan dapat diberikan sesuai anjuran dari dokter.

Perawatan Mandiri

Rhinitis alergi ringan bisa diredakan dengan bilas hidung atau irigasi hidung, untuk mengeluarkan zat-zat penyebab alergi atau iritasi. Irigasi hidung dilakukan dengan menggunakan larutan garam yang dapat dibeli secara bebas.

Berikut ini adalah langkah-langkah melakukan irigasi hidung:

  • Miringkan kepala ke salah satu sisi tubuh.
  • Semprotkan larutan garam secara perlahan ke dalam lubang hidung yang berlawanan dengan sisi miring kepala.
  • Biarkan cairan keluar dengan sendirinya.
  • Bernapaslah melalui mulut saat menyemprot rongga hidung.
  • Ulangi langkah di atas untuk lubang hidung yang lain.

Pengobatan Rhinitis oleh Dokter

Jika rhinitis sudah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya, dokter dapat meresepkan obat yang dapat membantu mengatasi gejala rhinitis tersebut. Obat-obatan yang umum diberikan adalah:

  • Antihistamin
    Antihistamin berfungsi untuk meredakan peradangan di hidung akibat pelepasan senyawa histamin saat terjadi reaksi alergi. Contoh obat antihistamin adalah loratadine, cetirizine, fexofenadine, atau mebhydrolin.
  • Dekongestan
    Dekongestan dapat digunakan untuk meredakan hidung tersumbat. Obat ini tidak boleh digunakan secara berlebihan atau dalam jangka panjang, justru dapat memperburuk gejala. Contoh obat dekongestan adalah phenylephrine, pseudoephedrine, atau oxymetazoline.
  • Kortikosteroid
    Obat semprot hidung kortikosteroid digunakan untuk mengurangi peradangan pada hidung. Sama seperti dekongestan, kortikosteroid juga hanya boleh digunakan dalam jangka pendek. Contoh obat semprot hidung kortikosteroid yang digunakan adalah mometasone, budesonide, atau fluticasone.
  • Penghambat leukotrien
    Leukotrien adalah senyawa kimia yang dilepaskan oleh tubuh sebagai bentuk respons terhadap alergen. Senyawa ini dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran pernapasan. Obat penghambat leukotrien bekerja dengan menghambat efek leukotriene tersebut.

Pada kasus rhinitis yang tidak bisa disembuhkan dengan obat-obatan, dokter dapat menyarankan metode imunoterapi. Dalam terapi ini, dokter akan memberikan alergen dalam dosis rendah melalui suntikan atau obat tablet yang diletakkan di bawah lidah pasien.

Jika rhinitis disebabkan oleh kelainan bentuk rongga hidung, misalnya akibat tumor atau penyempitan saluran hidung, dokter dapat merekomendasikan tindakan operasi guna memperbaiki struktur rongga hidung.