Ruam campak adalah salah satu gejala campak yang sulit terdeteksi karena hampir sama dengan jenis ruam yang disebabkan kondisi lain. Ruam biasanya muncul setelah penderitanya melewati tahap awal campak yang ditandai dengan gejala, seperti demam, pilek, pegal linu, muntah, dan diare.

Campak dapat terjadi karena infeksi virus dari famili Paramyxovirus. Sementara itu, ruam campak biasanya muncul setelah virus menyebar ke seluruh tubuh, sekitar 3–5 hari dari munculnya gejala awal.

Ruam Campak, Kenali Ciri-Ciri dan Tips untuk Mengatasinya - Alodokter

Meski dapat dialami oleh siapa pun, campak sebenarnya lebih sering terjadi pada anak-anak. Hal ini bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh anak cenderung lebih lemah. Selain itu, ruam campak pada anak juga dapat berlangsung lebih lama.

Ruam Campak dan Ciri-Cirinya

Ruam campak disebabkan oleh infeksi virus yang berawal dari saluran pernapasan. Nantinya, virus ini menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan berbagai gejala yang khas, termasuk ruam campak. Namun, ruam yang muncul ini memiliki kesamaan dengan gejala penyakit lain, seperti demam berdarah dan rubella.

Meski memiliki kesamaan dengan ruam akibat penyakit lain, ruam campak sebenarnya tetap dapat dikenali. Ini karena ruam campak umumnya disertai gejala lainnya yang khas, seperti demam, bintik-bintik di dalam mulut, dan mata merah (konjungtivitis).

Berikut ini adalah ciri-ciri ruam campak yang perlu dikenali:

1. Didahului dengan gejala khas lainnya

Sebelum muncul ruam pada kulit, campak biasanya dimulai dengan gejala yang mirip seperti flu, yaitu demam, kelelahan, batuk, dan mata merah. Selain itu, gejala awal campak juga disertai dengan bintik-bintik putih di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik koplik. 

Setelah gejala-gejala tersebut dirasakan, ruam campak biasanya muncul di wajah dan leher sebelum akhirnya menyebar ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, ruam yang muncul setelah gejala seperti flu dapat menjadi ciri utama dari ruam campak.

2. Ruam muncul lebih lama

Meski mirip dengan ruam akibat penyakit rubella, ruam campak umumnya bisa bertahan lebih lama, yaitu sekitar 5–7 hari. Sementara itu, rubella hanya bertahan 1–3 hari. Namun, hal ini tetap tergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Dalam beberapa kasus, ruam campak juga dapat berlangsung lebih dari 7 hari.

3. Lokasi penyebaran ruam

Ciri-ciri ruam campak selanjutnya juga dapat dilihat dari lokasi munculnya ruam. Setelah gejala awal muncul, ruam campak biasanya ditandai dengan bintik merah yang dimulai di area kepala dan menyebar ke bawah leher. Setelah itu, ruam akan mulai menyebar ke seluruh tubuh, seperti lengan dan kaki. 

4. Disertai demam tinggi

Demam sebenarnya sudah dirasakan sebelum ruam campak muncul. Namun, demam biasanya akan meningkat secara signifikan ketika ruam mulai menyebar ke seluruh tubuh. Dalam beberapa kasus, suhu tubuh penderita campak bisa mencapai 104°C. 

Perlu diingat, virus penyebab campak dapat ditularkan dengan mudah melalui udara atau kontak langsung dengan penderita campak. Selain itu, Anda juga dapat terpapar virus ini saat menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus dan menyentuh hidung atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Saat Anda terpapar virus campak, virus ini akan masuk ke dalam tubuh dan akan menginfeksi saluran pernapasan. Setelah itu, virus akan menyebar ke seluruh tubuh  melalui aliran darah. Itulah mengapa ruam campak timbul setelah keluhan seperti flu dirasakan.

Setelah ruam campak menyebar ke seluruh tubuh, penderita campak biasanya dapat melakukan aktivitas secara normal. Meski begitu, Anda harus tetap waspada karena virus masih mungkin ditularkan ke orang sekitar. 

Ruam Campak dan Tips Merawatnya

Ruam campak sebenarnya dapat menghilang dengan sendirinya, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik. Namun, hal ini tetap perlu didukung dengan beberapa upaya agar proses penyembuhannya dapat berjalan secara optimal.

Berikut ini adalah berbagai tips untuk meredakan ruam campak:

  • Hindari menggaruk ruam.
  • Perbanyak asupan cairan.
  • Hindari paparan sinar matahari.
  • Kompres area ruam dengan air hangat atau dingin.
  • Gunakan krim atau obat-obatan tertentu.

Perlu diingat, ruam campak memang memiliki kemiripan dengan gejala penyakit lain, seperti demam berdarah, cacar air, dan rubella. Oleh karena itu, Anda perlu memastikannya terlebih dahulu sebelum melakukan penanganan apa pun pada ruam.

Campak sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin campak atau vaksin MMR, yaitu vaksin gabungan untuk campak dan rubella. Pelaksanaan vaksin tersebut harus disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan oleh dokter.

Jika ruam campak yang Anda alami berlangsung selama lebih dari 7 hari, segera periksakan kondisi Anda ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari sejumlah komplikasi yang dapat terjadi.