Meski jarang terjadi, campak bisa saja mengakibatkan komplikasi yang cukup serius. Bayi dan anak-anak dengan gizi buruk menjadi kelompok yang paling rentan tertular campak. Selain mereka, orang-orang kekebalan tubuhnya rendah (misalnya penderita AIDS, penderita kanker yang menjalani kemoterapi, atau penderita penyakit kronis) dan ibu hamil juga rentan tertular.

Di bawah ini adalah komplikasi campak yang bisa terjadi:

  • Kejang-kejang akibat demam.
  • Infeksi mata.
  • Infeksi telinga bagian tengah.
  • Infeksi saluran pernapasan dan paru-paru (misalnya pneumonia dan bronkitis).
  • Dehidrasi.
  • Radang pita suara.

Sedangkan untuk komplikasi campak yang jarang terjadi adalah:

  • Meningitis (radang selaput otak dan saraf tulang belakang).
  • Ensefalitis (infeksi otak).
  • Mata juling akibat dampak virus pada saraf dan otot dari mata.
  • Hepatitis atau infeksi hati.
  • Masalah pada sistem saraf dan jantung.
  • Optik neuritis atau inflamasi saraf mata yang bisa menyebabkan buta permanen.
  • Trombositopenia atau penurunan jumlah platelet yang befungsi membekukan darah.
  • Masalah kehamilan (misalnya keguguran, bayi prematur, atau melahirkan bayi dengan berat badan rendah).

Anak-anak usia di atas 1 tahun dengan kondisi tubuh yang sehat jarang sekali mengalami komplikasi.