Dokter dapat menentukan pasien menderita campak dengan menanyakan gejala dan melihat karakteristik ruam pada kulitnya. Namun pada beberapa kasus, dokter perlu mengambil sampel darah dan air liur pasien untuk memastikan diagnosis.

Pada dasarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk menangani campak, karena campak dapat sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala, yaitu:

  • Mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen, untuk meredakan nyeri dan demam.
  • Mandi dengan air hangat, untuk meredakan pilek atau hidung tersumbat.
  • Membersihkan mata dengan kapas basah.
  • Mengatur cahaya dalam ruangan agar tidak terlalu menyilaukan.
  • Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi dan mengurangi rasa tidak nyaman di tenggorokan akibat batuk.
  • Minum air hangat yang dicampur lemon atau madu, untuk meredakan batuk dan mengencerkan lendir di tenggorokan. Namun, jangan berikan madu pada anak berusia di bawah 1 tahun.

Anak yang menderita campak harus dipantau secara rutin, karena rentan terserang penyakit lain, seperti infeksi telinga atau paru-paru basah. Jika hal ini terjadi, segera periksakan anak ke dokter agar dapat diberikan antibiotik.

Penting untuk diingat, jangan memberikan aspirin kepada anak-anak. Obat ini dapat memicu sindrom Reye, yang bisa mengancam nyawa.

Pasien campak yang kekurangan vitamin A cenderung mengalami gejala yang lebih parah. Oleh karena itu, dokter biasanya akan memberikan suplemen vitamin A, agar gejala campak tidak terlalu parah.

Pemberian vaksin dan antibodi

Penderita yang belum melakukan imunisasi campak tetap dapat langsung diberikan vaksin campak dalam waktu 72 jam setelah timbul gejala. Vaksin yang diberikan setelah terkena campak bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala.

Dokter juga dapat memberikan suntikan antibodi pada penderita dengan kekebalan tubuh yang lemah, bayi, dan ibu hamil. Bila diberikan dalam waktu 6 hari setelah terinfeksi, antibodi bisa meringankan gejala.