Ruam merah bulat pada kulit sering kali membuat khawatir, apalagi jika muncul tiba-tiba dan terasa gatal atau nyeri. Keluhan ini bisa berkaitan dengan berbagai kondisi, mulai dari infeksi jamur, reaksi alergi, hingga gangguan kulit tertentu.
Kemunculan ruam merah bulat pada kulit sebaiknya tidak diabaikan, terutama bila disertai keluhan lain, seperti gatal hebat, perih, melepuh, atau ruam yang cepat meluas. Kondisi ini bisa dipicu oleh infeksi, alergi, iritasi, maupun penyakit kulit kronis. Dengan mengenali penyebabnya, Anda bisa menentukan langkah awal yang lebih aman sambil memantau perkembangannya.

Penyebab Ruam Merah Bulat pada Kulit yang Sering Terjadi
Ada beberapa kondisi yang cukup sering menyebabkan ruam merah bulat pada kulit, di antaranya:
1. Infeksi jamur
Ruam merah bulat pada kulit akibat infeksi jamur biasanya tampak jelas berbentuk lingkaran dengan warna kemerahan. Area tengah ruam sering terlihat lebih pucat, sementara tepinya lebih merah dan bersisik.
Kondisi ini sering dikenal sebagai kurap dan mudah muncul di area tubuh yang lembap atau sering berkeringat. Rasa gatal cukup mengganggu, terutama saat kulit berkeringat atau lembap terlalu lama.
2. Biduran (urtikaria)
Ruam merah bulat pada kulit karena biduran biasanya muncul tiba-tiba dalam bentuk bentol kemerahan. Bentuknya bisa bulat atau oval dan sering kali disertai rasa gatal yang cukup intens.
Biduran umumnya berkaitan dengan reaksi alergi, misalnya terhadap makanan, obat-obatan, udara dingin, atau stres. Ruamnya bisa hilang timbul dan berpindah ke area kulit lain dalam waktu singkat.
3. Infeksi bakteri (impetigo)
Ruam merah bulat pada kulit akibat infeksi bakteri sering tampak basah atau berisi cairan. Setelah beberapa waktu, cairan ini dapat mengering dan membentuk kerak berwarna kekuningan.
Kondisi ini lebih sering dialami anak-anak, terutama jika ada luka kecil atau gigitan serangga sebelumnya. Kulit yang kurang bersih dapat mempermudah bakteri masuk dan berkembang.
4. Eksim nummular
Pada eksim nummular, ruam merah bulat pada kulit terlihat kering, bersisik, dan terasa sangat gatal. Ukurannya bisa cukup besar dan sering muncul di lengan atau tungkai.
Keluhan ini lebih sering dialami oleh orang dengan kulit sangat kering atau riwayat eksim sebelumnya. Cuaca dingin dan udara kering juga bisa membuat ruam semakin terasa mengganggu.
5. Psoriasis
Ruam merah bulat pada kulit akibat psoriasis biasanya berbatas tegas dan tertutup sisik tebal berwarna keperakan. Ruam ini bisa muncul berulang dalam jangka waktu lama. Psoriasis sering terjadi di area siku, lutut, atau kulit kepala. Selain perubahan pada kulit, sebagian orang juga dapat merasakan nyeri atau kaku pada sendi.
6. Lupus eritematosus
Pada lupus, ruam merah bulat pada kulit dapat muncul di wajah atau bagian tubuh lain. Ruam ini sering sensitif terhadap sinar matahari dan tidak jarang disertai keluhan lain, seperti nyeri sendi, mudah lelah, atau demam ringan.
7. Infeksi virus
Ruam merah bulat pada kulit juga bisa disebabkan oleh infeksi virus.Kondisi ini biasanya berisi cairan dan terasa nyeri atau panas. Ruam ini sering muncul berkelompok di satu sisi tubuh.
Seiring waktu, lepuhan akan mengering dan membentuk keropeng. Setelah ruam sembuh, sebagian orang masih bisa merasakan nyeri di area tersebut selama beberapa waktu.
8. Erythema multiforme
Erythema multiforme adalah reaksi peradangan kulit yang sering dipicu oleh infeksi, terutama virus herpes simpleks, atau reaksi terhadap obat tertentu.
Ruam merah bulat pada kulit akibat kondisi ini sering memiliki pola khas menyerupai target atau sasaran tembak, dengan bagian tengah lebih gelap. Pada kasus tertentu, ruam juga dapat muncul di mulut atau area tubuh lain dan terasa perih.
9. Pityriasis rosea
Pityriasis rosea biasanya diawali dengan satu ruam merah bulat pada kulit yang berukuran lebih besar, kemudian diikuti munculnya ruam-ruam serupa yang lebih kecil di area tubuh lain.
Kondisi ini umumnya bersifat sementara, dapat disertai gatal dan sering membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga bulan.
10. Kusta
Pada kusta, ruam merah bulat pada kulit dapat tampak lebih pucat atau kemerahan dan sering kali disertai mati rasa di area tersebut.
Keluhan ini terjadi karena infeksi bakteri yang menyerang saraf tepi, sehingga penderita mungkin tidak merasakan nyeri atau sentuhan pada ruam. Meski jarang, kondisi ini perlu dikenali sejak dini karena memerlukan pengobatan jangka panjang.
Itulah beberapa penyebab ruam merah bulat pada kulit yang sering terjadi. Kondisi ini memang tidak selalu disebabkan oleh sesuatu yang berbahaya. Namun, Anda perlu lebih waspada bila ruam menyebar dengan cepat, disertai demam tinggi, nyeri hebat, tubuh terasa sangat lemas, atau muncul lepuhan besar dan kulit mengelupas.
Selain itu, ruam yang muncul di sekitar mata, mulut, atau area genital juga sebaiknya tidak diabaikan. Jika terjadi pembengkakan pada wajah, bibir, atau lidah, atau disertai sesak napas, kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan medis.
Ruam Merah Bulat pada Kulit dan Cara Menanganinya
Pada banyak kasus ringan, ruam merah bulat pada kulit bisa membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Berikut ini adalah beberapa langkah yang boleh Anda coba:
- Hindari menggaruk area ruam supaya tidak terjadi infeksi tambahan.
- Jaga kebersihan kulit, keringkan dengan lembut setelah mandi, dan gunakan pakaian longgar yang menyerap keringat.
- Jangan sembarangan memakai krim atau salep tanpa anjuran dokter, terutama pada bayi dan anak-anak.
- Untuk mengurangi rasa gatal, Anda bisa mengompres area ruam dengan kain bersih yang dibasahi air dingin.
Jika ruam merah bulat pada kulit tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau penyebabnya terasa tidak jelas, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Anda bisa mengonsultasikannya secara online melalui fitur Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan informasi penanganan secara cepat dan praktis tanpa harus keluar rumah.