Untuk mengetahui penyebab sakit kepala, perhatikan terlebih dahulu perilaku sehari-hari yang mungkin dapat menyebabkan sakit kepala, misalnya kurang tidur atau stres. Bila penyebabnya tidak jelas, berlangsung terus-menerus, dan terasa sangat mengganggu, sebaiknya keluhan ini diperiksakan ke dokter.

Dokter akan meminta penderita sakit kepala untuk mendeskripsikan karakteristik dan lokasi nyeri, tingkat keparahan, gejala yang menyertai, serta sudah berapa lama nyeri berlangsung.

Bila terdapat dugaan bahwa sakit kepala disebabkan oleh suatu penyakit, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang berikut ini:

  • Tes darah, untuk memeriksa ada tidaknya infeksi yang bisa menyebabkan sakit kepala
  • Pemeriksaan tekanan bola mata, untuk mendeteksi kemungkinan sakit kepala disebabkan oleh glaukoma
  • Pemindaian dengan CT scan atau MRI, untuk memeriksa apakah sakit kepala disebabkan oleh tumor atau kerusakan otak
  • Pungsi lumbal, untuk mendeteksi adanya infeksi di otak dengan memeriksa sampel cairan otak dan saraf tulang belakang
  • Elektroensefalografi, untuk mengukur gelombang listrik otak jika sakit kepala disertai kejang.