Pengobatan sakit kepala yang dilakukan harus dilihat dari gejala yang dialami dan berdasarkan penyebabnya, karena tidak semua tipe sakit kepala bisa diatasi dengan meminum obat sakit kepala saja.

Pada awalnya, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, dilanjutkan dengan tes fisik dan jika penyebabnya tidak terdeteksi, tes lanjutan mungkin akan dilakukan. Beberapa tes lanjutan yang dapat dilakukan adalah tes urine, tes darah, tes mata, X-ray sinus, CT scan, dan MRI scan. Selain itu, pemeriksaan dengan electroencephalogram (EEG) mungkin akan disarankan oleh dokter apabila sakit kepala yang Anda alami disertai oleh gejala lain seperti kejang. Dalam kasus yang parah, dokter mungkin akan melakukan tes spinal tapdengan mengambil sampel cairan dari kanal tulang belakang untuk memeriksa kemungkinan adanya infeksi tertentu.

Pengobatan Sakit Kepala Tegang

Pada umumnya obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen, paracetamol, dan aspirin bisa mengatasi sakit kepala tegang sesaat. Selain itu, beberapa terapi alternatif juga bisa dilakukan untuk mengurangi stres, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Terapi perilaku kognitif yaitu terapi di mana pasien diajari untuk mengelola stres yang bisa memicu sakit kepala tegang.
  • Terapi air hangat.
  • Pijat.
  • Meditasi.
  • Latihan relaksasi.

Pengobatan Migrain

Secara garis besar, pengobatan migrain dibagi menjadi dua, yakni pengobatan untuk meredakan gejala (abortif) dan pengobatan pencegahan

  • Pengobatan abortif. Untuk meredakan gejala migrain, Anda dapat mengonsumsi beberapa jenis obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter seperti asteaminofen (parasetamol), ibuprofen, aspirin, obat-obatan golongan triptans, ergotamine, obat-obat anti mual, serta obat golongan glukokortikoid.
  • Pengobatan pencegahan. Tidak semua penderita migrain memerlukan pengobatan pencegahan. Anda mungkin akan disarankan untuk mengonsumsi obat pencegahan apabila Anda mengalami serangan setidaknya empat kali dalam 1 bulan, serangan berlangsung selama 12 jam atau lebih, apabila obat-obatan antinyeri tidak membantu meredakan gejala, atau apabila migrain menyebabkan kelumpuhan atau mati rasa. Pengobatan untuk mencegah serangan ini antara lain obat penghambat beta (beta-blocker), golongan antidepresan, obat antikejang, serta obat anti-inflamasi non-steroid terutama naproxen.

Sakit kepala akibat migrain memerlukan penanganan khusus, tidak seperti sakit kepala jenis lainnya. Penjelasan lebih rinci dapat anda baca di pengobatan migrain. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan pengobatan migrain yang paling tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Pengobatan Sakit Kepala Cluster

Obat pereda nyeri yang dijual bebas tidak efektif untuk mengatasi sakit kepala cluster. Sakit kepala tipe ini muncul secara tiba-tiba dan bisa mereda dengan cepat. Ada beberapa langkah yang bisa membantu mengatasi sakit kepala cluster, yaitu:

  • Menggunakan triptan nasal spray yang diresepkan oleh dokter, seperti sumatriptan atau zolmitriptan. Obat ini disemprotkan ke dalam hidung.
  • Mengonsumsi obat pencegahan.
  • Menghirup oksigen 100 persen menggunakan masker.
  • Menggunakan obat suntik seperti sumatriptan untuk meredakannya dengan cepat saat serangan melanda.